Cegah ASF Serang Babi Dengan Biosekuriti, Begini Caranya

411

Go.Berita.id. Atambua. Direktur Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan, Fajar Sumping Tjatur Rasa, memaparkan cara pencegahan ternak babi dari serangan Virus African Swine Fever (ASF) yang sedang menyerang ternak babi. Ini disampaikan Fajar ketika sebagai Narasumber pada Rapat Koordinasi Penanggulangan Penyakit ASF di gedung Betelalenok, 11/03/2020.

Menurutnya sampai saat ini belum ada obat atau vaksin untuk pengobatan ternak babi yang terinfeksi ASF. Karena itu yang bisa dilakukan adalah pencegahan dengan Biosekuriti.

Baca Juga:  Direktur Kesehatan Hewan RI Pastikan Demam Babi Afrika Tidak Menular ke Manusia

“Agar ternak babi tidak terserang ASF maka caranya dengan pencegahan atau biosekuriti yaitu babi perlu dikandangkan atau tidak dibiarkan berkeliaran karena potensi terjangkit besar. Kandang harus selalu dibersihkan dan tidak menggabungkan ternak babi yang sudah terserang dengan yang masih sehat. Tidak memberi makan babi dari sisa makanan dari warung, Kapal laut, Hotel dan tempat lainnya, sebaiknya membeli pakan babi. Desain kandang yang tidak langsung dimasuki kendaraan, karena bisa saja kendaraan tersebut telah memuat babi yang terinfeksi ASF sebelumnya” Urainya.

Baca Juga:  Pasien DBD Meninggal di Belu Bertambah,Waket Komisi IX DPR RI Angkat Bicara

Lebih lanjut Fajar mengatakan, ada kasus ternak babi terkena ASF padahal sudah lakukan Biosekuriti ” ada kasus, sudah dilakukan biosekuriti tapi masih saja terkena ASF, ternyata berasal dari air yang sudah terdapat Virus ASF, tapi penyebaran lewat air masih diteliti lebih mendalam” jelas Fajar.

Pada berita sebelumnya, terdata Dinas Peternakan Kabupaten Belu terdapat 753 babi di belu mati akibat Virus ASF namun berdasarkan informasi dari masyarakat sudah lebih dari 2000an babi telah mati di Belu akibat ASF. YP.

Comments

comments