Peternak dan Netizen Pertanyakan Data Babi Mati, Ini Penjelasan DISNAK Belu

0
484

Go Berita. id Atambua. Peserta dan peternak babi, Herman Abatan, yang mengikuti Rakor Penanggulangan virus ASF tingkat kabupaten Belu di Betelalenok, Kamis, 11/03/2020 mempertanyakan data jumlah babi yang mati terserang virus demam babi Afrika (ASF). “Saya pertanyakan jumlah babi yang didata dinas peternakan, ini bukan 753 saja, bukan 2000an saja ini sudah 5000an keatas yang mati, saya punya saja 11ekor yang mati belum didata” tandas Abatan.

Komentar lain datang dari Netizen, warga Kuneru, Kelurahan Manumutin, Padrianus Kun melalui pesan Whastapp ke media ini ” Kk (dibaca:Kakak), angka 753 itu dapat dari mana, krn (dibaca:karena) di kuneru tu sdh (dibaca:sudah) 124 ekor” Tulis Kun.

Menurut Kun, data Disnak Belu tersebut tidak berdasarkan data lapangan. “Itu mereka terka sj (dibaca: saja), sejak kpn (dibaca: kapan) mereka turun hitung dilapangan, baku tipu sa itu” tambahnya.

Berkaitan dengan protes data tersebut,  Kadis Peternakan Kabupaten Belu, Nikolaus Umbu Birri, ketika dikonfimasi media ini, Via telp Kamis, 12/03/2020 pagi mengatakan data yang ada bersifat sementara. “753 ekor yang mati itu data sementara terhitung Januari sampai dengan Februari 2020. Petugas kami sedang di lapangan melakukan pendataan” Papar Umbu.

Berkaitan dengan informasi masyarakat umbu mengatakan kesulitan memasukan ke data DISNAK. “Kalau dari informasi masyarakat sudah 2000an babi yang mati tapi kami kesulitan memasukan dalam data karena babi warga matinya di hutan dan sudah dipotong dijadikan daging untuk dikonsumsi dan dijual, laporan ke kami hanya bilang di tempat kami banyak babi mati, kami butuh juga info jumlah babi yang pasti dan pemiliknya” Jelas Umbu.

Masih Berkaitan dengan pendataan ternak babi yang mati kedepan Kadis Umbu mengatakan pihaknya mengharapkan kerjasama dengan semua pihak. “Petugas kami disetiap kecamatan 4 orang bahkan ada yang cuma 3 orang karena itu kami minta bantuan dari para Kepala Desa, lurah dan perangkatnya untuk membantu mendata ternak warga yang mati” Urai mantan Kasat POL PP ini.

Baca Juga:  Bantuan Uang 7,5 Juta Tidak Diketahui Sumbernya, Warga Belu Sedang Ditipu?

Menurut Umbu dengan pendataan DISNAK Belu bisa mengambil langkah selanjutnya. “Dengan data dan informasi yang benar maka kami (DISNAK) dapat mengambil langkah yaitu desinfektisidan diwilayah ternak yang sudah terserang Virus dan Biosekuriti untuk daerah diwilayah yang babi masih bebas virus demam babi afrika tersebut” pungkasnya.

Sebelumnya, pada Rakor Penanggulangan ASF, Kadis Peternakan Kabupaten Belu, Nikolaus Umbu Birri, menyampaikan bahwa data babi mati terserang ASF sebanyak 753 ekor. Rakor tersebut dibuka Wakil Bupati Belu, Drs. J. T Ose Luan dan dihadiri Forkopimda plus, Dandramil, Camat, Kepala Desa dan Lurah. YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here