Kesaksian Pasien Virus Corona Yang Sembuh Pertama

0
484

Go Berita. id. Atambua. Seorang pria bernama Huang adalah pasien Virus Corona yang pertama sembuh. Huang tinggal di Wuhan Provinsi Hubei RRC, tempat asal Virus Corona, dan bekerja di Stasiun Kereta Hankou.“Saya sembuh paling cepat karena saya masih muda. Saya baru berusia 23 tahun”, demikian kata Huang dalam wawancara yang dilansir Daily Mail (Selasa 28/1/2020) dan telah dimuat kembali oleh Warta Ekonomi.Co.Id.

Huang menceritakan, ia merasakan badan demam berulang kali pada 28/12/2019 sampai 02/01/2020. Ia memutuskan mengambil cuti dan memeriksakan diri ke Rumah Sakit Union di Wuhan. Perawatan selama 3 hari belum membawa hasil. Selanjutnya ia dipindahkan ke Rumah Sakit Jiyintan, tempat sebagian besar pasien Virus Corona menjalani perawatan hingga ia dinyatakan sebagai orang pertama yang sembuh.

Di Indonesia, tiga penderita Virus Corona dinyatakan sebagai pasien pertama yang sembuh. Ketiganya sudah tampil memberikan keterangan di televisi dan viral di media sosial. Mereka adalah warga Depok Jawa Barat, masing-masing Sita Tyasutami (pasien 01), Maria Dharmaningsih(pasien 02), dan Ratri Anindyajati (pasien 03). Sita Tyasutami dan Maria Dharmaningsih adalah ibu dan anak.

Mereka sembuh setelah menjalani perawatan di RSPI Sulianti Saroso Jakarta. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Korona, Achmad Yurianto, mengatakan pasien 01, 02 dan 03 sudah menjalani pemeriksaan laboratorium dua kali sesuai protokol kesehatan. Hasilnya mereka kini telah negatif korona”.

Kepada CNN Indonesia, yang mewawancarai ketiganya secara langsung melalui sambungan Skype, Maria Dharma menceritakan, gejala awal yang dirasakannya batuk-batuk dan demam hingga muntah. Ia minum obat selama 2 minggu. Hasilnya demam turun dan naik lagi berulang-ulang dan pingsan terus setiap hari. Di antara mereka, Maria menjelaskan dirinya yang menderita gejala paling berat. “Saya sembuh setelah dirawat selama 13 hari”, kata Maria. Sementara, Sitardiah mengatakan, “Kita yang sudah berumur 60 tahun memang harus hati-hati, tetapi kita harus menjaga kebahagiaan hati, karena kebahagiaan hati yang mengangkat imune”. YP.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here