Israel Mengintai Warga Terduga Korona Virus Dengan Teknologi Digital

444

Go Berita. id. Atambua. Tanpa Marina menyadarinya, sebuah pesan masuk ke teleponnya. “Yang Terhormat Marina. Menurut penelitian epidemiologis, Anda dekat dengan pembawa virus corona pada tanggal 6 Maret 2020. Anda harus pergi ke isolasi sampai 20 Maret 2020 untuk melindungi kerabat Anda dan publik”. Demikian pesan teks seperti yang dilansir oleh Kan Broadcaster dan dimuat The Times Of Israel edisi (18/03) dengan judul “Israel Starts Surveilling Virus Carriers, Sends 400 Who Were Nearby To Isolation”.

Baca Juga:  Timor Leste: Pasien 02 Covid-19 Adalah Mahasiswa Di Indonesia. Ini Rute Perjalanannya.

Kementerian Kesehatan Israel mengumumkan telah menggunakan alat pengawasan massal untuk melacak pergerakan pembawa virus corona. Pelacakan dilakukan oleh dinas keamanan Shin Bet untuk Kementerian Kesehatan itu.

Pelacakan bertujuan untuk mengingatkan dan memberikan pesan ke orang yang dalam dua minggu sebelumnya berada dalam jarak dua meter selama 10 menit atau lebih dari seseorang yang diduga terinfeksi virus Korona. Karantina ini berlangsung secara mandiri untuk jangka waktu selama 14 hari. Sesuai kebijakan pelacakan warga tersebut, Kementerian Kesehatan Israel, hingga Rabu kemarin, telah memberitahukan kepada 400 orang yang punya kontak dengan pembawa virus bahwa mereka harus mengkarantinakan diri, seperti yang diberitakan The Times Of Israel.

Baca Juga:  Bom Bunuh Diri Terjadi Di Depan Gereja Katedral Makasar

Program pelacakan elektronik telah menghadapi kritik keras. Di antaranya oleh anggota pemerintah, bahkan keabsahannya sedang digugat di pengadilan Israel.

Namun demikian, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan pejabat lainnya mengatakan langkah itu diperlukan untuk mengekang penyebaran penyakit ini. “Untuk membuat proses melakukan penyelidikan epidemiologis lebih efisien, untuk mempersingkat proses dan secara akurat menjangkau mereka yang berhubungan dengan pembawa virus Korona, kami mulai menggunakan alat teknologi,” kata Kementerian Kesehatan dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga:  Lagi, 2 Warga Timor Leste Positif Korona, Ternyata Satu Rombongan Dari Indonesia

Atas penjelasan Kementerian Kesehatan, banyak pihak menuding, pemerintah Israel menggunakan eufemisme (penghalusan bahasa) untuk sebuah program yang sebetulnya adalah pengawasan pergerakan warga secara ketat. YP

Link terkait beritaini:
https://www.timesofisrael.com/health-ministry-begins-controversial-tracking-of-coronavirus-patients/

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

Comments

comments