Cara Israel: Rumah Makan Buka, Tapi Pengunjung Tidak Boleh Datang

478
Polisi Israel patroli di atas trotor pantai Tel Aviv pada (25/03), Photo by Avshalom Sassoni/Flash90

Goberita.id. Israel selalu punya cara unik menghadapi pandemi Covid-19, dari melacak warga dengan teknologi pengintai digital hingga pelayanan rumah makan tetap buka, tetapi pengunjung tidak boleh datang.

Pemerintah Israel mengakui telah melakukan aktivitas pelacakan atas warga. Pengakuan mana sempat mendapat kritikan dari banyak pihak, termasuk menghadapi gugatan keabsahannya di pengadilan.

Kementerian Kesehatan menginformasikan, pelacakan bertujuan untuk mengingatkan dan memberikan pesan ke orang yang dalam dua minggu sebelumnya berada dalam jarak dua meter selama 10 menit atau lebih dari seseorang yang diduga terinfeksi virus Korona. Hingga Rabu (18/03), Kementerian Kesehatan telah mengirimkan pesan teks kepada 400 orang.

Baca Juga:  DPC PDI Perjuangan Kabupaten Belu Mengukur Loyalitas, Dedikasi Dan Komitmen Calon Struktur Pengurus Anak Cabang Periode 2020 - 2024. GO - PDIP BELU

Sebagaimana pemberitaan Goberita (20/03) “Israel Mengintai Warga Terduga Korona Virus Dengan Teknologi Digital”, seorang warga, Marina, mengaku telah menerima suatu pesan teks, “Yang Terhormat Marina. Menurut penelitian epidemiologis, Anda dekat dengan pembawa virus Corona pada tanggal 6 Maret 2020. Anda harus pergi ke isolasi sampai 20 Maret 2020 untuk melindungi kerabat Anda dan publik”. Pesan teks itu masuk ke telepon Marina secara tiba-tiba.

Sejauh ini, Israel mulai melakukan test Covid-19 kepada warga dengan kebijakan pembatasan sosial secara ketat. Kementerian Kesehatan telah melakukan test terhadap 5.240 orang dalam 24 jam terakhir, antara Rabu kemarin hingga Kamis hari ini, dan sebanyak 59.493 orang diwajibkan menjalani karantina di rumah dengan status ODP; seperti yang dilansir The Times Of Israel (26/03) hari ini, seiring kebijakan pemerintah Israel semakin memperketat pengawasan karantina dengan ancaman hukuman denda dan kurungan 6 bulan penjara bagi pelanggar.

Baca Juga:  Israel Mengintai Warga Terduga Korona Virus Dengan Teknologi Digital

Peraturan darurat, yang mulai berlaku untuk satu minggu ke depan, telah melarang warga meninggalkan rumahnya lebih dari 100 meter, menutup Sinagoge, dan warga hanya bisa meninggalkan rumah untuk keperluan membeli obat dan kebutuhan penting, mengurangi layanan transportasi umum hingga hanya 25%, taksi hanya boleh memuat satu orang penumpang, kecuali penumpang kedua adalah petugas medis atau pendamping bagi orang sakit, dan setiap penumpang harus duduk di jok belakang dengan kaca pintu mobil terbuka.

Baca Juga:  Obat Penyakit Virus Korona-19

Hal yang menarik, Israel tetap membuka layanan rumah makannya, tetapi pengunjung tidak boleh datang membeli. Semua pesanan makanan diantar oleh pihak restoran ke rumah, dan pemesanan barang lain secara online pun boleh diantar ke rumah, dengan ketentuan makanan dan barang-barang itu hanya ditaruh dan ditinggalkan di depan pintu rumah, demikian seperti yang dilansir oleh The Times Of Israel (26/03) hari ini. YP.

Link terkait berita ini:
https://www.timesofisrael.com/3-more-die-from-virus-as-israel-death-toll-reaches-8-number-of-cases-hits-2666/

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

Comments

comments