Covid-19/Korona. PEKAN SUCI PASKAH, Uskup Atambua Belu NTT Keluarkan Petunjuk

983
Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr

Goberita. id. Sepekan lagi Perayaan Paskah akan dirayakan Umat Katolik seluruh dunia. Mengikuti perkembangan merebaknya Covid-19 di dunia Internasional, Nasional dan Wilayah Provinsi NTT. Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr, mengeluarkan petunjuk praktis pastoral tentang Tata cara Pelaksanaan Perayaan Misa pada Pekan Suci, untuk Minggu ke V Prapaskah, Minggu Palem, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci, Minggu Paskah dan Minggu minggu dalam masa paskah selama masa Social/Phsycal Distancing penyebaran Covid -19.

Berikut Petunjuk praktis tersebut yang dikirimkan melalui Pesan Whatsapp Pribadinya dan diterima media Go Berita, Kamis, 26/03/2020 Siang.

Berdasarkan penetapan WHO tentang social Distancing yang ditegaskan lagi dengan Pshycal distancing yang telah diberlakukan pemerintah Indonesia juga Dekrit Conggregatio De Culta Divino et Disciplina Sakramentorum nomor Prot. 153/20 dan petunjuk praktis pastoral uskup atambua tentang perang melawan Virus Korona maka disampaikan petunjuk dan himbauan sebagai berikut:

Baca Juga:  Dekranasda dan PKK Belu Bantu Makanan Tambahan Serta APD Bagi Petugas

Satu, Jalan salib setiap jumat dalam masa prapaskah hingga pecan suci, minggu palem, jumat agung, sabtu suci, minggu paskah dan minggu minggu dalam masa paskah tetap dirayakan di gereja pusat paroki tanpa kehadiran umat. Untuk menjawab kerinduan umat rangkaian perayaan difasilitasi dengan siaran online atau live streaming. Para petugas dibatasi dengan tetap menjaga jarak 3-4 meter antar orang. Umat Allah dapat mengikuti perayaan melalui media sosial atau berdoa dengan tekun dirumah masing masing. Para pastor atau imam tidak diperkenankan melaksanakan perayaan misa di kapela stasi, lingkungan atau KUB.

Dua, Sebagai bagian dari gereja kristus kita tetap didesak untuk rela berderma APP yang nantinya akan digunakan bagi kepentingan pelayanan pastoral gereja bagi semua pihak yang terdampak Covid-19.

Baca Juga:  Tanggapan Warga Setempat Terkait Postingan Hoax Akun Sipry Tentang Sumber Air Motamoru

Tiga, Selama masa pemberlakuan social distancing segala aktifitas pastoral dan pelayanan sacramental yang berpotensi mengumpulkan banyak orang secara mutlak ditiadakan. Ijinan untuk menerimakan sakramen pengurapan orang sakit sangat dibatasi hanya diperkenan bagi pasien rumah saklit non ODP atau PDP Covid-19. Pelayanan harus dengan ijin otoritas medis rumah sakit. Pelayanan pemakaman jenasah dibatasi untuk pemberkatan jenasah dan pemberkatan kubur kosong untuk orang mati non Covid-19.

Empat, Tidak diperkenankan pelayanan sacramental dan pastoral untuk ODP, PDP korban Covid 19 selama pemberlakuan Social distancing para imam dan umat Allah tidak diperkenankan berkumpul dan berkerumun saling mengunjungi atau kontak fisik sebagai tanggung jawab dalam upaya pencegahan penyebarluasaan Covid 19 yang kini mengancam nyawa banyak orang.

Baca Juga:  Misa Online Minggu Palma di Katedral Atambua: Raja Damai di Jalan Derita

Lima, Mari tetap menjaga sistem imunitas secara rohanio dan jasamani dengan tetap beriman dan pasrah kepada tuhan,a berdoa lebih rajin agar kerohanian dann kesalehan pribadi tetap dikukuhkan.

Enam, Bersama bapak suci Paus Fransisikus kita berdoa untuk keselamatan jiwa para korban Covid yang telah meningal dunia, mereka yang sedang dirawat dan semua mereka yang sedang menanggung beban hidup.

Petunjuk tersebut dikeluarkan di Lalian Tolu, Emaus, 26/03/2020 dan ditanda tangani Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr, yang ditujukan kepada para Biarawan/Biarawati dan umat Sekeuskupan Atambua sebagai pedoman dan untuk diikuti. YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

Comments

comments