Social Distancing vs Love Distancing

1200
Polisi bersama Muspika Sumberbaru Kabupaten Jember saat membubarkan pesta pernikahan (KOMPAS.com/Dokumentasi Polsek Sumberbaru)

Tim Goberita.Id – Di bawah tingkat tekanan pandemi Covid-19, rasa humor masih tetap ada. Ketegangan karena pandemi yang sangat serius bisa terlepas sejenak dengan adanya humor. Salah satu humornya “bagi yang sudah berpasangan silakan menaati social distancing, bagi jomblo silakan menaati love distancing”. Hal love distancing, apabila bukan suatu humor, maka siap berhadapan dengan instruksi social distancing.

Satu pasang suami-istri di Dusun Manggungan Desa Karangbayat Kecamatan Sumberbaru Kabupaten Jember Jawa Timur nekat menggelar pesta perkawinan di kampungnya pada (28/03) dengan dihadiri oleh banyak orang pada saat pemerintah Provinsi Surabaya sedang memberlakukan social distancing.

Baca Juga:  Setelah Deklarasi FRESH, Cawabup Amandus: Tantangan Mendewasakan Pemimpin. Go -PDIP-BELU

Pasangan cinta itu menggelar perkawinannya karena berpikir bahwa pandemi Covid-19 tidak sampai ke desanya.

Kata Kapolsek Sumberbaru, AKP. Subagio, seperti dilaporkan oleh Bagus Supriadi, kontributor Kompas.com dari Jember, “Mereka menganggap remeh, karena informasi yang didapat dari pemerintah sangat minim, mengira tidak terjadi di desanya”.

Warga setempat yang melaporkannya kepada pihak polisis setelah mendengar suara musik, hingga anggota polisi bersama Muspika Sumberbaru pun mendatangi tempat acara pada malam dini hari sekitar pukul 02.00 WIB dan langsung membubarkannya.

Baca Juga:  Covid-19 Bisa Sembuh Sendiri

Cerita Subagio, ketika polisi tiba di lokasi, semua perlengkapan sudah disiapkan oleh pihak penyelenggara resepsi, mulai dari tenda, kursi, makanan, dan lainnya.

Ketika pembubaran, tidak ada perlawanan dari penyelenggara acara maupun keluarganya. “Polisi membuat pernyataan dengan pihak keluarga untuk tidak resepsi, kalau tidak diindahkan kami jemput karena melanggar hukum,” kata Subagio seperti yang dilansir di Kompas.com dengan judul “Cerita Polisi Bubarkan Pesta Pernikahan di Tengah Perkebunan: Harus Naik Turun Gunung”.

Baca Juga:  BANTE FC bankNTT Atambua Juara 1 Piala BeTA Bupati Cup, Denny Dethan : Kita Bersyukur.

Link terkait:
https://regional.kompas.com/read/2020/03/28/12533641/cerita-polisi-bubarkan-pesta-pernikahan-di-tengah-perkebunan-harus-naik?page=all#page3.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

Comments

comments