AS Mulai Menggunakan Obat Malaria Untuk Virus Korona

370
The U.S. Food and Drug Administration building. | Jacquelyn Martin/AP Photo sebagaimana dimuat di POLITICO.com

Tim Goberita.Id – BPOM AS pada hari Minggu (29/03) kemarin telah mengeluarkan izin penggunaan hydroxychloroquine dan chloroquine untuk pengobatan pasien Covid-19 dalam situasi darurat sebagaimana dilansir oleh POLITICO.com (29/03). Hydroxychloroquine dan Chloroquine adalah obat malaria yang sudah berusia puluhan tahun.

Gedung Putih telah mendukung langkah itu. Bagian dari upaya Donald Trump dalam hal ini lebih kepada percepatan penggunaan obat anti-malaria sebagai obat terapi untuk pasien Covid-19 di AS, tulis POLITICO.com.

Trump telah mengambil langkah penggunaan obat malaria ini meskipun belum ada bukti yang memadai bahwa hal ini akan efektif karena obat malaria telah diidentifikasi sebagai obat yang potensial untuk terapi Covid-19. “Para ilmuwan di Amerika dan di seluruh dunia telah mengidentifikasi beberapa terapi potensial untuk COVID-19, termasuk chloroquine dan hydroxychloroquine,” tulis Sekretaris Departemen Kesehatan AS, Alex Azar, di laman Twitter miliknya pada Minggu (29/03) malam sambil memuji langkah Trump.

Baca Juga:  Paulus Adi Adu Dan Ferdi Maktaen Pimpin Banteng Muda Indonesia Cabang Belu.

Sehubungan dengan langkah pemerintah AS tersebut, agen penyedia obat-obatan, yang memperoduksi kedua jenis obat malaria, dibolehkan untuk mendonasikan obatnya dan selanjutnya didistribusikan kepada rumah sakit sehingga para dokter dapat meresepkannya bagi pasien penderita virus Korona yang berusia belasan hingga dewasa.

Departemen Kesehatan dan Pelayanan Kemanusiaan AS, dalam suatu pernyataan kepda pers, mangatakan bahwa perusahaan obat-obatan Sandoz telah menyumbangkan 30 juta dos hydroxychloroquine dan Bayer telah menyumbangkan 1 juta dos chloroquine kepada badan logistik strategis nasional AS.

Baca Juga:  Final Copa America, Pertaruhan Gengsi Argentina VS Brasil, Messi VS Neymar

Selanjutnya, BPOM AS telah mengizinkan Negara Bagian New York untuk melakukan uji pemberian obat malaria bagi pasien Covid-19 yang sakit parah, dan beberapa rumah sakit di sana telah menambahkannya dalam prosedur tetap pengobatannya.

“Mari kita lihat, bagaimana hasilnya”, kata Trump dalam suatu kesempatan kepada pers, “Bisa ya. Bisa tidak” terkait upaya negara bagian New York tersebut sebagamana dilansir oleh POLITICO (29/03) dengan judul “FDA issues emergency authorization of anti-malaria drug for coronavirus care”.

Baca Juga:  PDI Perjuangan Salurkan 10 Hand Traktor Bantuan Ansy Lema di Kecamatan Tasifeto Barat

Link terkait:
https://www.politico.com/news/2020/03/29/fda-emergency-authorization-anti-malaria-drug-155095;

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

Comments

comments