Pelintas Batas Ilegal Bisa Sebar Covid-19. Manehitu: Mari Kita Belajar Dari Kasus Demam Babi Afrika

0
746

Foto: Theodorus Manehitu Djuang/Anggota DPRD Belu bersama Ruhut Sitompul pada kegiatan Nasional PDIP.

Goberita.id. Walau Provinsi NTT dan terkhusus Kabupaten Belu masih negatif Covid-19 namun keberadaan Belu tepat di Perbatasan Negara Republica Demokratia Timor Leste (RDTL) cukup beresiko. Karena itu perlu diperketat daerah perbatasan RI-RDTL untuk pelintasan orang terutama perlintasan keluar masuk secara ilegal.

Demikian disampaikan Anggota DPRD Belu Theodorus Manehitu Djuang melalui telpon, Rabu (08/04).

“Kita masih negatif Covid-19 tapi kita jangan lengah, ingat kita di tapal batas. Daerah perbatasan cukup beresiko” Kata Manehitu sapaan Akrabnya.

Alasan Manehitu mengatakan hal ini karena mencermati kasus African Swine Fever (ASF)/Demam Babi Afrika yang semulanya di Timor Leste, sangat cepat menjangkiti ternak babi di Belu sejak awal tahun ini.

“Mari kita belajar bersama dari kasus demam babi Afrika, begitu cepat menyebar di belu padahal virus itu awalnya di Timor Leste, cepat sekali jangkiti ternak babi di Belu dan kerugian luar biasa bagi peternak, jangan sampai kasusnya sama dengan Covid-19″Jelas Manehitu.

Tambahnya “Walau perbatasan ditutup bisa saja ada pelintas ilegal atau tanpa dokumen”. Katanya lagi” kalau pelintas ilegal pasti tidak dilakukan test medis karena tidak lewat jalur resmi”

Oleh karena itu lebih lanjut DPRD terpilih dari Dapil 1 Belu ini mengatakan bahwa karena kewenangan perbatasan pada pemerintah pusat maka pemerintah daerah mengkoordinasi dan satgas terkait perlu memperketat area tertentu yang selama ini dilewati secara ilegal.

“Pemda perlu berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan Satgas terkait di perbatasan untuk memperketat wilayah perbatasan terkhusus keluar masuk orang di daerah perlintasan ilegal. Pemerintah desa juga kita harapkan memantau warganya dan masyarakat juga harus sadar agar jangan pergi ke timor leste atau menerima keluarga yang datang secara ilegal”Demikian kata Politisi PDIP ini.

Baca Juga:  Laporkan! Keluarga Sekalipun

Untuk diketahui, Demam babi afrika (ASF) yang menyerang ternak babi di Belu bermula dari Timor Leste. Virus ini mengakibatkan kematian ternak babi secara massal di belu. Saat kegiatan Rapat Koordinasi Penanggulangan Penyakit ASF Tingkat Kabupaten Belu Tahun 2020 di Gedung Betelalenok, Rabu, 11/03/2020 Kadis Peternakan Belu menyampaikan bahwa ternak babi yang mati mencapai 2000an ekor per maret 2020.

Sementara Covid-19, dilansir dari Liputan6.com, Timor Leste pada 21/03 mengumumkan pasien pertama Virus Corona. Pasien merupakan warga negara yang baru kembali dari luar negeri. YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here