Angka dan Proyeksi Pandemi Korona-19 di Indonesia

432
Grafik pandemi Korona-19 per minggu secara nasional.

Goberita.Id – Data perkembangan kasus penyakit virus Korona-19 di Indonesia terus meningkat sejak minggu pertama sampai minggu keenam.

Goberita.Id menghimpun data per minggu berdasarkan pengumuman resmi pemerintah terhitung sejak (02/03), saat pertama kali Presiden Jokowi mengumumkan pandemi Korona-19, hingga Senin (13/04) kemarin dan menyajikannya dalam angka dan grafik serta proyeksinya ke depan.

Penyajian dalam angka dan grafik ini karena bisa menunjukkan kecenderungan pandemi Korona-19 di Indonesia apakah masih akan terus bertambah dan bergerak naik pada minggu-minggu mendatang selama April atau mengalami penurunan.

Catatan Goberita.Id menunjukkan, minggu pertama 02-09 Maret ada 17 kasus dengan rata-rata 2.4 orang per hari, minggu kedua 09-16 Maret bertambah 115 kasus dengan rata-rata 16.4 orang per hari, minggu ketiga 16-23 Maret  bertambah 445 kasus dengan rata-rata 63.57 orang per hari, minggu keempat 23-30 Maret bertambah 835 kasus dengan rata-rata 119.28 orang per hari, minggu kelima 30 Maret – 06 April bertambah 1.077 kasus dengan rata-rata 153.85 orang per hari, minggu keenam 06-13 April kemarin bertambah 1.752 orang dengan rata-rata 250.28 orang per hari.

Baca Juga:  Luar Biasa ! Jokowi Respon Surat Bupati Lay, Listrik 59 Dusun di Belu Akan Ditangani

Angka-angka di atas terus bertambah secara kuantitatif per minggu, akan tetapi dihitung perkembangannya dalam persentase dibandingkan minggu sebelumnya akan terlihat pergerakan naik-turunya. Kasus yang terjadi pada minggu kedua meningkat 576% dibanding minggu pertama. Pada minggu ketiga, walau pun kasusnya masih bentambah, tetapi mengalami sedikit penurunan menjadi 386% dibanding minggu kedua. Minggu keempat jumlah kasus bertambah sebesar 187.64%, mengalami penurunan cukup signifikan dibanding minggu ketiga. Minggu kelima jumlah kasus bertambah 128.98%, angka ini pun masih mengalami penurunan dibanding minggu sebelumnya.

Kecenderungan yang terus menurun dari minggu ketiga, keempat, dan kelima tersebut kembali mengalami kenaikan pada minggu keenam dengan bertambahnya kasus baru sebesar 162.67%, lebih tinggi dari 128.98% pada minggu sebelumnya. Hal ini artinya kurva pandemi Korona-19 masih berfluktuasi, belum menunjukkan penurunan secara konstan.

Baca Juga:  Setelah Wagub, Gubernur NTT Terkonfirmasi Positif Covid-19

Jumlah kasus yang terjadi sampai hari kemarin (13/04) sudah 4.241 kasus. Peningkatan paling besar terjadi selama minggu keenam, yaitu kasus baru yang terjadi pada Minggu (12/04) bertambah sebanyak 399 orang. Angka ini yang tertinggi dalam sehari sejak pandemi Korona-19 diumumkan.

Adanya penambahan angka tertinggi itu bisa jadi merupakan titik puncaknya. Tim ahli dari Pusat Pemodelan Matematika dan Simulasi (PPMS) ITB, sejak bulan lalu, telah memproyeksikan bahwa puncak pandemi Korona-19 akan bergeser sekitar bulan April antara pekan kedua dan ketiga, dan akan berakhir sekitar akhir Mei atau awal Juni, sebagaimana telah diberitakan Goberita.Id sebelumnya.

Baca Juga:  Diduga Buruknya Layanan Kesehatan RSUD Atambua, Perbatasan RI-RDTL, PMKRI Unjuk Rasa

Jika pencapaian angka 399 kasus pada Minggu (12/04) adalah yang tertinggi, tidak akan ada lagi angka penambahan selanjutnya yang lebih tinggi dari itu, maka secara teori, itulah puncak kurva yang selanjutnya akan mulai bergerak menurun sampai berakhir sama sekali. Maka, proyeksi Tim PPMS-ITB bahwa pandemi Korona-19 akan mulai bergeser pada minggu kedua April tersebut benar adanya.

Biasanya, sesudah puncak kurva, 50% kasus akan terjadi berikutnya, artinya masih ada 4000-an kasus baru ke depan sebelum berakhir sama sekali. Dengan membandingkan waktu mulai adanya kasus (02/03) hingga jumlahnya mencapai 4000-an dan puncaknya telah terjadi pada (12/04),  maka pandemi Korona-19 kemungkinan akan berakhir pada pertengahan Mei mendatang dengan asumsi bahwa angka 399 pada Minggu (12/04) tersebut adalah puncaknya. (Tim).

 

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

Comments

comments