F. X. Saka: Rindu Festival Fulan Fehan

437
Frans Xaver Saka di rumahnya (22/04/2020). Foto: Goberita.Id

Tim Goberit.Id – Dalam bahasa Tetun; bahasa masyarakat Belu pada umumnya, Fulan Fehan artinya “padang bulan”. Konon, pada jaman dahulu kala, bulan purnama pernah jatuh di atas padang rumput yang luas itu, jadilah namanya Fulan Fehan seperti yang ada sekarang.

Fulan Fehan sendiri adalah hamparan rumput luas bagai bukit-bukit sabana di atas pegunungan. Pemandangannya terbentang hingga ke kaki gunung Lakaan yang selalu diselimuti kabut senja di sebelah baratnya dan benteng Tujuh Lapis yang sangat historis di utaranya. Seperti itulah gambaran kehijauan alam dan nilai historis Fulan Fehan yang berada pada ketinggian 800 meter di atas permukaan laut di wilayah Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, NTT.

Pemerintah Kabupaten Belu, pada masa kepemimpinan Wilibrodus Lay dan J. T. Ose Luan sekarang ini, mulai menangkap arti penting di balik keberadaan Fulan Fehan. Sebuah festival bercirikan kebudayaan mulai diselenggarakan sejak tahun 2017 lalu sebagai agenda tahunan dan dinamakan Festival Fulan Fehan.

Baca Juga:  Manehitu: Pengobatan Gratis Dengan KTP, Sakit Dulu Baru Rasakan Programnya

Frans Xaver Saka, anggota DPRD Belu dari Fraksi Demokrat, salah satu figur yang lahir dan besar di Desa Dirun, lokasi Fulan Fehan terletak, mengatakan kepada Goberita, “Festival Fulan Fehan adalah momen kebangkitan budaya”, ketika diwawancarai di rumahnya pada Rabu (22/04).

Apin, sapaan akrab Frans Xaver Saka, yang saat itu mengenakan kaos santai dan mengajak Goberita duduk di atas bangku kayu depan rumahnya menuturkan, “Festival ini mencetak prestasi yang sangat membanggakan”, ucapnya sambil menyebutkan catatannya tentang rekor Festival Fulan Fehan dengan peserta Tarian Likurai sebanyak 6 ribu orang yang dicatat oleh Muri sebagai rekor dunia pertama tahun 2017, setahun kemudian Tarian Likurai dipilih menjadi salah satu tarian pada Acara Pembukaan Asian Games 2018 di Jakarta, tahun berikutnya lagi dipilih sebagai tarian puncak pada Acara Perayaan Kemerdekaan RI 2019, hingga seniman tari berkelas internasional, Eko Supriyanto, mengemasnya menjadi karya pentas dunia dengan thema: Ibu-Ibu Belu, Bodies of Borders, “Saya ikut menyaksikan pentas perdana Ibu-Ibu Belu. Saya merasa dibawa ke ruang gelap. Di sana, saya tidak melihat orang lain, tidak ada satu pun suara. Lalu, air mata saya menetes dengar lagu-lagu Tetun dan Bunak di tempat yang jauh”, kenangnya.

Baca Juga:  Covid-19/Korona. Bupati Belu NTT Surat Pimpinan Parpol dan Alokasikan Anggaran

Setelah menceritakan kenangan indahnya tentang pentas seni Ibu-Ibu Belu karya Eko Supriyanto, Apin meminta waktu sejenak untuk masuk ke dalam rumahnya. Beberapa saat kemudian, Apin keluar membawa buah tangan, “Ini kopi Lakmaras. Kopi kebanggaan kami di atas (Kecamatan Lamaknen)”, kata Apin sambil mengulas pesan Gubernur NTT dalam kesempatan kunjungan kerjanya ke Belu pada Februari lalu bahwa Pemkab Belu harus mengemas Festival Fulan Fehan dengan lebih baik lagi guna meningkatkan ekonomi masyarakat lokal, termasuk kopi Lakmaras, “Oh ya. Festival Fulan Fehan sudah mengangkat industri tenun Tais dan sudah dapat penghargaan dunia. Jika bisa, ke depan, lebih banyak lagi yang bisa diangkat”, oleh karena itu, sambung Apin, “Makanya saya dukung ajakan Pak Gubernur”.

Baca Juga:  Hingga Hari Ini Dua OTG Masih Jalani Perawatan di RSUD Atambua

Namun demikian, pandemi penyakit virus Korona-19 yang belum selesai diduga akan menimbulkan titik “bolong” tahun ini, “Sayang sekali. Kita sudah bikin Festival setiap tahun, sudah ada jadwal tahun ini dibuat bulan Juni, tapi keadaan ini jadi berubah gara-gara wabah Korona, sudah tidak kedengaran lagi, mungkin sudah dibatalkan”, ujarnya dengan mimik sedih sambil mengungkapkan harapannya, “Semoga hanya ditunda. Saya sudah rindu dengan Festival ini”.

Frans Xaver Saka adalah figur yang cukup dikenal di Dapil III Kabupaten Belu. Ia baru maju mencalonkan diri tahun 2019 dan terpilih menjadi anggota legislatif kabupaten untuk pertama kalinya. Dari beberapa informasi, ia banyak berbuat untuk kepentingan sosial kemasyarakatan selama ini. Hal itu diyakini sebagai sebab dirinya meraih suara tertinggi di Dapilnya hingga Partai Demokrat memperoleh dua kursi dari Dapil III. Tim-Goberita.Id.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

Comments

comments