Dengan Air Mata Mencari Keadilan Hukum Bagi Paulus Tanmenu

1352
Theodorus Manehitu Djuang/DPRD Belu-PDIP. Saat menyampaikan pendapat di RDP.

Goberita.id. Putusan Mahkamah Agung menolak kasasi Paulus Tanmenu. Dengan demikian proses Hukum normatif telah selesai. Paulus Tanmenu harus menjalani masa Pemenjaraan selama 1 tahun sesuai Vonis Hakim karena dikenakan Undang-Undang Kepabeanan. DPRD Belu menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) mendengar aduan dan keluhan istri Paulus Tanmenu. Suasana sempat menjadi Haru.

Pantauan media, RDP Lintas Komisi DPRD Belu yang dilaksanakan di Ruang Komisi 1, Jumat (15/05/2020) dihadiri isteri Paulus Tanmenu, Maria Bernadete Nese , keluarga lainnya.

Nampak Maria Bernadete Nese, Isteri Paulus Tanmenu duduk tak sepatah katapun hingga selesai sambil memangku anaknya dengan terus berlinang air mata.

Adalah Theodorus Manehitu Djuang , Anggota DPRD Belu dari PDIP saat menyampaikan pendapatnya terbawa dengan situasi haru tersebut. Sempat terhenti satu menit sebelum melanjutkan pendapatnya lagi karena kesedihan dan air mata yang terus menetes.

Baca Juga:  Pemdes dan Kelurahan Perlu Perhatikan Data Penerima BLT Sesuai Yang butuhkan

“Siapa bisa tahan kesedihan ini, didepan ada isteri Paulus dan anak-anaknya yang masih kecil menderita kehilangan sandaran hidup, lalu seorang sopir yang jadi tulang punggung keluarga malah harus memikul beban dari permainan kotor ini, seorang rakyat kecil yang sama sekali tidak tahu kesalahannya hingga dipenjarakan, diluar sana semua orang mengalami masalah ekonomi keluarga yang serius karena korona, kasihan isteri dan anak-anak Paulus Tanmenu, selain kena dampak korona ditambah kehilangan tulang punggung keluarga, ini sangat memilukan,” Ungkap Manehitu.

Baca Juga:  Anggota DPRD PDIP Belu Saran Pemerintah Atasi Keluhan Sesuai Kebutuhan di Lapangan

Sama halnya dengan Manehitu, Orang Tua Paulus Tanmenu, Januario Lopes de Araujo, dengan penuh kesedihan dan air mata mencurahkan isi hati keluarga. Katanya, “anak kami hanya seorang sopir. Dia disuruh mengambil dan mengantar. Sebagai seorang sopir anak kami hanya bekerja demi menafkahi keluarga dan tidak pernah terbayang masuk dalam kasus seperti ini.” ujar lelaki Tua itu.

RDP itu menghasilkan sebuah titik terang baru untuk mencari keadilan hukum bagi Paulus Tanmenu. Langkah Hukum yang tersisa adalah mengajukan Peninjauan Kembali (PK) perkara Paulus Tanmenu.

Diberita sebelumnya, terhadap rencana PK nanti Kuasa Hukum Paulus Tanmenu, Silvester Nahak, mengatakan bahwa selain mempelajari dokumen dirinya juga sementara membangun koordinasi dengan semua rekan pengacaranya agar sama-sama mengawal kasus ini karena menurutnya Kasus Motor Gede Harley Davidson di Belu tahun 2017 adalah mega kasus atau kasus terbesar di seluruh Indonesia.

Baca Juga:  Theodorus Manehitu Juang : Willy Lay dan Ose Luan masih Layak Memimpin Kabupaten Belu.

Hadir Kepala Beacukai, Tribuana Wetangterah, penyidik Beacukai dan sejumlah staf, Plt. Administrator BNPP PLBN Mota’ain, Engelberthus Klau, Thalib dari Imigrasi Atambua. DPRD Belu yang hadir, Ketua Komisi 1, Benedictus Manek, Anggota DPRD Belu Lainnya, Manuel Do Carmo, Edmundus Tita, Aquilina Ili, Yakobus Nahak, Theodorus Manehitu Djuang dan pimpinan sidang Ketua Komisi 2 , Theodorus Frederikus Seran Tefa.YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

Comments

comments