Menyebarkan Hoax Kemiskinan Masyarakat Kenebibi Belu NTT, Akun Instagram Melaniesubono Dipolisikan

0
976
Pemdes kenebibi saat melapor Akun Melaniesubono ke polres belu.

Goberita.id. Melaniesubono telah di laporkan ke pihak yang berwajib Polres Belu karena telah melakukan pencemaran nama baik dan berita bohong. Hoax yang dimaksud adalah memuat berita tentang kemiskinan masyarakat Kenebibi.

Kepala Desa Kenebibi, Kecamatan Kakukuk Mesak, Kabupaten Belu, Provinsi NTT, Petrus Kapir, mengatakan hal ini usai melaporkan Melaniesubono di Polres Belu (18/05) hari ini.

Kades Kenebibi mengatasnamakan masyarakat melaporkan hal ini karena postingan Akun Instagram Melaniesubono dari yayasan Rumah Harapan dianggap tidak sesuai dengan kenyataan yang dialami.

Dalam akun Instagramnya #Melaniesubono mengatakan bahwa di desa Kenebibi terjadi kelaparan yang mengakibatkan masyarakat terpaksa makan sagu.

” 61 KK dengan 34 bayi KELAPARAN…gak punya lauk jadi makan sagu DENGAN LAUK SAGU…gak pernah terbayangkan.” Tulis Melaniesubono di instagram yang telah di screen shot dan di print.

Lanjutnya lagi, ” Mama-mama ini sudah hampir sebulan TIDAK PUNYA LAUK…dan terpaksa makan sagu…dan saat ditanya LAUKNYA APA MA?- ya sagu padahal mereka BUKAN pemakan sagu. Ini tepatnya di desa Kenebibi Kecamatan Kakuluk Mesak Utaranya Kabupaten Belu…”

Tulisnya lagi,” Ekonomi mereka hidup dari Jagung tapi di masa COVID ini pasar di Kota-kota besar TUTUP. Dan kalaupun mau bawa kepasar yang lebih jauh tidak ada orang mau memodali MINYAK nya (bensin). Jadilah RUMAHHARAPAN membantu 3000 masker dan SEMBAKO untuk 61 KK termasuk mi, beras dan gula TERMASUK JUGA SUSU bayi dan bubur bayi untuk bayi/balita disana. Donasi dapat dilakukan di WA 08174122584.

Terhadap postingan yang viral dan menuai banyak komentar tersebut menyebabkan kemarahan dan ketidakpuasan masyarakat Kenebibi. Petrus Kapir menyatakan hal itu tidak benar atau tidak sesuai dengan fakta lapangan.

Baca Juga:  Tampil Percaya Diri di Debat Terbuka Pertama, Sahabat Optimis Atasi Persoalan Strategis

” itu sama sekali hoax, tidak benar, mana ada bantuan dari RUMAHHARAPAN di desa kami. Tidak ada 61 KK miskin atau 34 bayi kelaparan,” tandas Petrus Kapir.

Katanya lagi, ” selama ini ada program PKH bagi masyarakat, bantuan BLT dari ADD dan ada pemberian makanan tambahan bagi balita, tidak ada lagi yang makan sagu di desa kami kok tiba-tiba si melaniesubono tulis begitu, kami sudah laporkan ke Polisi.”

Sama halnya dengan Kades Kenebibi, Ketua BPD Kenebibi, David L Lau Serang, mengatakan bahwa pihaknya sudah menelusuri warganya dan tidak satupun yang menerima bantuan seperti yang dituliskan akun Melaniesubono.

” Kami sudah tanya ke tiap warga Kenebibi, tidak ada yang terima bantuan dari RUMAHHARAPAN, lalu foto yang dia muat di instagramnya itu bukan warga Kenebibi kami sudah cek semua, ini pencemaran nama baik bagi kami,” urai David.

Atas laporan tersebut pihak penyidik Polres Belu mengatakan akan memproses lebih lanjut. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Polda NTT untuk mengecek lebih lanjut akun melaniesubono tersebut.

Pemdes Kenebibi didampingi Camat Kakuluk Mesak, Amandus Linci dan Sekretaris SOSPOL Belu sewaktu melaporkan ke Polres Belu. YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here