Paulus Tanmenu Akan Mengajukan PK dan Gugatan Perdata. MOGE Belu Mega Kasus di Indonesia

1094
Kuasa Hukum Paulus/Silvester Nahak,SH saat memberi pendapat Hukum untuk PK di DPRD Belu.

Goberita. Id. Dari kesaksian dan alat bukti hukum baru (Novum) akan menjadi dasar pengajuan Peninjauan Kembali (PK). Selain PK pihak Paulus Tanmenu akan melakukan gugatan perdata. Adapun kasus Motor Gede (Moge) Harley Davidson di Belu adalah kasus terbesar atau mega kasus di Indonesia.

Demikian disampaikan kuasa hukum Paulus Tanmenu, Silvester Nahak, SH ketika dihubungi melalui teleponnya (17/05) Malam.

Sil Nahak, mengatakan hal ini karena dari dokumen yang ada serta fakta baru dirinya meyakini bahwa PK bagi Paulus Tanmenu sangat memungkinkan. Selain itu juga ada beberapa lembaga yang dalam melaksanakan tugas saat itu telah melakukan kesalahan yang berakibat Paulus Tanmenu dikorbankan.

” Selain PK Ketika kita mendalami kasus ini kita temukan adanya Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang dilakukan oleh pihak Beacukai pada saat penyidikan perkara ini cuma ini masih didalami, tetapi tentunya hak-hak keperdataan juga akan kita tempuh melalui jalur perdata entah nanti gugatan dilayangkan kepada pihak mana tapi tentu tidak terlepas dari keterkaitan dengan kasus ini. Alat bukti juga rekaman bisa menjadi novum selain itu ada hal lain dalam hukum perdata yang bisa kita tempuh, ” Urai Sil Nahak.

Baca Juga:  Terima Usulan Jurnalisme Berkualitas, Menkominfo: Penting Jaga Koeksistensi Media

Menurut Sil Nahak, untuk saat ini dirinya masih fokus mempelajari perkara dan putusan pengadilan tersebut untuk ditemukan dimana letak PMH nya.

” Langkah langkah yang yang dilakukan saat ini adalah yang pertama mempelajari dokumen untuk melakukan pengajuan peninjauan kembali, lalu seiring itu juga pihak kita akan selalu berkoordinasi dengan pihak beacukai selaku penyidik perkara waktu itu untuk bisa memanggil atau mencari atau menemukan orang yang status DPO dalam berkas waktu itu,” terang Sil Nahak.

Katanya lagi,” Harapan kita selalu berkoordinasi dan bekerjasama dengan pihak terkait dalam hal ini beacukai yang kemarin terungkap dalam hearing dengan DPRD. Kita akan bekerjasama dengan beacukai, imigrasi dan polres belu untuk bekerja mengungkap kasus ini secara menyeluruh dan komprehensif.”

Baca Juga:  Ada Jenis Pemenjaraan Terpidana Yang Tidak Ditentukan Waktunya Di Inggris

Soal DPO yang menurut beacukai belum ditemukan menurut Sil Nahak sebetulnya mudah untuk ditemukan sejauh ada kemauan dari lembaga terkait

” Orang alamatnya jelas sehingga bagi saya tidak terlalu berat untuk menemukan mereka. Apabila ada kekuatiran untuk mereka pergi keluar negeri ada imigrasi yang bisa melakukan pencekalan di batas negara. Tinggal apakah ada kemauan baik untuk mengungkap kasus ini atau tidak, saya yakin mereka punya kemauan baik,” Kata Sil Nahak

Kasus Harley Davidson di Belu yang memenjarakan Paulus Tanmenu adalah mega kasus atau bisa dikatakan kasus Harley Davidson terbesar di Indonesia. Sehingga menurut Sil Nahak dirinya akan berkomunikasi dengan semua rekan lain pengacara di semua level.

Katanya, ” saya kira terkait kasus harley davidson dimana Paulus Tanmenu menjadi terpidana kalau disimak secara mendalam tentunya pasti kita prihatin, saya dan teman teman advokat pasti prihatin mulai ditingkat Daerah, Propinsi dan Nasional kalau telah mempelajari ini secara baik pasti keprihatinan ini itu muncul apalagi Harley Davidson di Belu adalah kasus terbesar di Indonesia, kemarin hanya satu unit yang lewat Garuda itu sangat heboh, itu satu unit bahkan ada pilot yang dipecat dan lain lain apalagi di belu yang ada 23 unit itu pasti akan menjadi perhatian nasional. Dalam perjalanan pasti ada penambahan dari Advokat yang mau bergabung.”

Baca Juga:  Raih WTP Berturut-Turut, Pemkab Belu Terima Penghargaan Kemenkeu

Diberitakan sebelumnya, isteri dan keluarga Paulus Tanmenu mendatangi DPRD Belu untuk mencari keadilan. Hal ini karena mereka meyakini Paulus Tanmenu adalah seorang sopir yang hanya disuruh dan menjadi korban oknum tertentu. Keluarga bersepakat untuk menggunakan langkah hukum terakhir yaitu Peninjauan Kembali. YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

Comments

comments