Meja Pimpinan Sidang Parlemen Timor Leste Dihancurkan, Taur Akan Tetap Perdana Menteri?

2179
Ricuh Sidang Parlemen Timor Leste (19/05)

Goberita.id – Sidang pergantian Ketua Parlemen Timor Leste gaduh di Gedung Parlemen Nasional Timor Leste hari ini (19/05). Kelompok penentang sidang pergantian ketua di bawah Partai CNRT (Konsili Nasional Rekonstruksi Timor Leste) pimpinan Xanana Gusmao berhadapan dengan pihak penggagas diadakannya sidang di bawah Partai Fretilin (Front Revolusioner Kemerdekaan Timor Leste) pimpinan Lu Olo, Presiden Republik Timor Leste saat ini dan PLP (Partai Pembebasan Rakyat) pimpinan Taur Matan Ruak, Perdana Menteri aktif saat ini.

Pantauan Goberita.Id, pembukaan sidang diawali dengan Anggota Parlemen dari Fraksi CNRT maju dan menguasai meja dan kursi pimpinan sidang. Seorang pemuda berpostur tinggi dan tegap, Virgilio Pereira, lebih dikenal sebagai Agio Pereira, anggota Pemuda CNRT yang terpilih menjadi salah satu anggota parlemen, langsung berdiri tepat di belakang kursi pimpinan sidang sambil menaruh kedua tangan di atasnya.

Baca Juga:  Fraksi Gerindra dan Demokrat Belu Soroti Pengurangan Uang JPS Dari 6.577 KPM

Tidak bisa menerima tingkah Agio, anggota dari Fraksi PLP dan Khunto maju dan berusaha menyeret Agio. Baku pukul hampir terjadi. Seorang perempuan melayangkan pukulan ke wajah Agio, tetapi Agio mengelak dan mendorong sang ibu kembali ke belakang. Sang bapak yang berusaha menyeret Agio bantu meleraikan perkelahian antara sang Ibu dengan Agio. Setelah sang ibu mundur, sang bapak kembali menyeret Agio, hingga Agio menghancurkan meja dan membalikkan kursi pimpinan sidang.

Maksud dari aksi Fraksi CNRT sudah jelas, ingin menggagalkan sidang. Pihak CNRT menilai, kegiatan sidang yang digagas oleh tiga Partai Koalisi baru yaitu Partai Fretilin, PLP, dan Partai Khunto, yang baru dibentuk setelah Partai Khunto meninggalkan koalisinya bersama Partai CNRT adalah kudeta kekuasaan.

Baca Juga:  F. X. Saka: Rindu Festival Fulan Fehan

Partai Khunto sebelumnya membentuk koalisi bersama CNRT dan mengakhiri kepemimpinan Kabinet VII Timor Leste pimpinan Perdana Menteri Tar Mata Ruak dengan menunjuk Xanana Gusmao membentuk Kabinet VIII sekaligus menjabat Perdana Menteri baru. Namun, Xanana bersama Kabinet VIII belum sempat dilantik, Partai Khunto telah menarik diri duluan, menyeberang ke pihak Tau Mata Ruak yang baru jatuh, sehingga Taur kembali mendapatkan dukungan mayoritas di Parlemen Nasional, yang akan memuluskan jalannya mempertahankan kursi Perdana Menteri.

Atas upaya Fraksi CNRT menggalkan sidang tersebut, Angelina Sarmento, Wakil Ketua Parlemen dari Fraksi PLP, tidak hilang akal. Dirinya tetap memimpin sidang meskipun hanya melalui microphone dari meja belakang. Anggota Fraksi CNRT pun terus berusaha menggangu jalannya sidang. Mereka memukul-mukul meja menggunakan kotak kertas dan benda-benda lain, hingga nyaris tak terdengar suara pimpinan sidang.

Baca Juga:  Sahabat Daftar ke KPU, Miquel: Ini Massa Terbanyak Sepanjang Sejarah Pilkada

Pada akhirnya, sidang menghasilkan keputusan, jabatan Ketua Parlemen  di tangan Arao Noe dari Fraksi CNRT harus jatuh kepada Aniceto Guterres sebagai Ketua Parlemen terpilih dari Frkasi Partai Fretilin. Dengan demikian, Parlemen dapat mengadakan sidang untuk membentuk Kabinet Baru dan menunjuk Perdana Menteri.

Banyak pihak menilai, kursi Perdana Menteri akan tetap dipegang oleh Taur yang baru saja nyaris kehilangan kekuasaan. Hal itu dinilai dari jabatan Ketua Parlemen sudah diberikan kepada Aniceto Guterres dari Partai Fretilin sebagai konsensus bahwa jabatan Perdana Menteri akan tetap dipegang oleh Taur Mata Ruak.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

Comments

comments