Jelang Pilkada Belu, Spekulasi dan Nama Paslon Mulai Beredar Ramaikan Medsos

1294

Goberita.id. Menjelang Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah serentak 09 Desember tahun ini, para calon Bupati dan Wakil Bupati Belu mulai ramai dipromosi tim Pemenang di Media Sosial (Facebook). Banyak pernyataan spekulasi mulai kuat beredar soal kemungkinan jumlah paket dan paslon tetap.

Beberapa Grup diskusi Publik diantaranya Belu Memilih 2020, Kotak Ketik, Belu News dan Belu Bebas Bicara menjadi ramai pergunjingan Politik. Dari diskusi Grup tersebut muncul beberapa nama yang telah paten menjadi Pasangan Calon (Paslon) ada yang masih dalam tahap penjajakan.

Goberita menghimpun informasi dan nama Paslon-Paslon tersebut dari medsos. Mereka adalah: dr. Agus Taolin dan Aloysius Haleserens yang dikenal dengan Paket Sehati dengan Tagline Perubahan, Vinsen Loe dan Arnaldo Dasilva Tavares dikenal dengan Paket Viva Mateke yang maju melalui Jalur perseorangan/Indenpenden, Marsi Loe dan Apolinari Da Silva dengan nama Paket Belu Memanggil, Willybrodus Lay dan Drs. J.T Ose Luan yang dikenal nama Paket Sahabat dengan tagline Lanjutkan dan akhir-akhir ini mencuat nama Gregorius Mau Bili dan Yohaneta Mesak.

Baca Juga:  PMKRI Atambua Gandeng Kita Punk, Peduli Pasien DBD

Informasi dan spekulasi yang beredar, dua Partai Besar telah mengunci pintunya dan telah memastikan Paslonnya. NasDem semenjak awal tidak membuka pendaftaran. Seperti yang diberitakan Kilas Timor (29/09/2019) Sekretaris DPW NasDem NTT, Alex Ofong mengatakan NasDem Belu, Manggarai Barat, dan Ngada telah mengantongi paslonnya. Adapun paket balon yang langsung direkomendasikan antara lain,
dr. Agustinus Taolin dan Dr. Antonius Bele sebagai balon bupati dan wabup di Kabupaten Belu, Helmut Waso dan Kornelis Soi untuk Kabupaten Ngada dan Edistasius Endi dan dr. Yulianus Weng di Kabupaten Manggarai Barat

Baca Juga:  Kerumunan di Pekuburan Jenazah Pasien Covid Mulai Meresahkan

Demikian pula DPC Demokrat Belu dalam rapat Plenonya (22/05/2020) telah menetapkan paket Sahabat untuk maju lagi ke kontestasi pilkada 2020.

Walau demikian kalangan politisi mengatakan bahwa selama Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat Partai maka segala kemungkinan bisa saja terjadi.

” Jangan Partai, Pasangan Calon saja bisa berubah lagi, contoh dulu NasDem NTT sudah rekomendasikan Paslon Agus Taolin dan Anton Bele (kilas timor 29/09/19), tapi sekarang berubah wakilnya ke aloysius Haleserens, jadi semua paket belum pasti, kita tunggu saja kedepannya tergantung bagaimana komunikasi politik dibangun,” ujar seorang Politisi yang enggan disebut nama.

Baca Juga:  Setelah Wagub, Gubernur NTT Terkonfirmasi Positif Covid-19

Untuk diketahui bahwa komposisi perolehan kursi di DPRD sangat menentukan untuk syarat pencalonan. Karena Undang-undang nomor 10 tahun 2016 tentang pemilihan Gubernur/wakil Gubernur, Bupati/Walikota, pasal 40 ayat 1 masih mengamanatkan bahwa partai politik atau gabungan partai politik dalam mengusung calon memperhatikan ambang batas yaitu sedikitnya 20% jumlah kursi di DPRD. Dalam konteks Belu dari jumlah 30 kursi DPRD maka setiap paslon wajib minimal memiliki/ mandapatkan rekomendasi dari partai sejumlah 6 kursi. YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

Comments

comments