Mendagri Jelaskan Mengapa Pilkada Tetap Tahun Ini

527
Menkopolhukam,mahmud MD dan Mendagri Tito Karnavian melakukan penanaman anakan di pos lintas batas motaain.

Goberita.id. Pilkada pada 270 kabupaten/ kota serentak di Indonesia akan tetap dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2020. Analisis perkembangan pandemi Covid tidak memiliki kepastian kapan selesai, sehingga pertimbangan bahwa Pilkada baru akan dimulai setelah Covid tidak bisa menjadi alasan mendasar.

Demikian disampaikan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Mohamad Tito Karnavian , di halaman Kantor Bupati Belu saat kunjungan kerja bersama Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Mahmud MD dan sejumlah pejabat Negara lainnya (18/06) hari ini.

Alasan dari Tito Pilkada serentak tetap dilaksanakan karena dirinya telah berkoordinasi dengan kementrian lainnya dan tidak ada kepastian meredahnya Covid di tahun ini.

” Kita tahu bahwa pilkada itu ada 15 tahap, 5 tahap sudah berlangsung sejak 2019 tapi maret kemarin karena ada covid 19 KPU menunda seluruh tahapan. Saat itu kita punya 3 skenario yaitu desember 2019, maret dan september 2021 setelah covid ini kita jalani. Bulan mei mulai ada pertanyaan 2021 covid ini akan selesai tidak, kita punya skenario tapi sampai dengan saat ini tidak ada satupun ahli yang meyakinkan bahwa 2021 itu akan selesai baik dalam negeri maupun luar negeri dan kalaupun selesai skenarionya yaitu vaksin. Ahli ahli mengatakan vaksinnya baru akan ditemukan di pertengahan 2021,” urai Tito.

Baca Juga:  Jarak Sosial Cegah Korona. Pasar Baru Atambua Belu NTT Sepi, Pedagang dan Pengojek Keluhkan Pendapatan

Tito lantas menguraikan tentang berapa kemungkinan jumlah vaksin yang diperlukan Indonesia. Kata dia, Indonesia sendiri setidaknya membutuhkan jutaan vaksin.

“Pak Airlangga Hartarto (Menko Perekonomian) menyampaikan paling tidak 170 juta penduduk Indonesia harus divaksin. Ini kira- kira hampir 2/3 penduduk untuk divaksin. Sehingga, jika satu orang perlu dua ampul vaksin, berarti dibutuhkan sekitar 340 juta vaksin,” jelas Tito

Baca Juga:  Anak Isteri Naibuti Terpukul dan Menangis Dengar Rekaman Diduga Suara Agus Taolin

Katanya lagi, ” oleh karena itu, butuh waktu lama untuk memproduksi dan distribusi vaksin Covid-19 di Indonesia. Sehingga skenarionya kalau vaksin ini paling cepat ditemukan pertengahan 2021, artinya akhir 2022 atau pertengahan 2022 masalah Covid-19 ini bisa selesai. Itu skenario paling cepat.”

Menurut Tito, apabila tidak dilaksanakan tahun ini maka dengan jeda waktu 2020 sampai dengan pelaksanaan Pilkada nanti dirinya bisa saja mengangkat Plt. Bupati, hanya saja karena tidak ada kepastian kapam Covid berakhir dan Plt. Bupati memiliki kewenangan yang terbatas, maka sebaiknya semua aktivitas termasuk Pilkada tetap dilaksanakan dalam situasi kenormalan baru (New Normal) dengan tetap memperhatikan protokoler kesehatan.

Baca Juga:  PNS Boleh Kerja Dari Rumah Hingga 21 April 2020

Berkaitan dengan anggaran Pilkada Tito mengatakan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan menteri keuangan, Sri Mulyani, terkait dana Pilkada. Pemerintah telah mengalokasikan total anggaran 14 triliun lebih untuk menyelenggarakan Pilkada serentak ini. Namun demikian menurut Tito pelaksanaan Pilkada tahun ini tetap mengikuti protokoler pencegahan Covid 19 baik saat proses kampanye maupun pelaksanaan pemungutan suara.

Sebelum di kantor Bupati Belu, Mendagri dan Menkopolhukam ke perbatasan Motaain. Keduanya menanam anakan pohon di batas dan dilanjutkan dengan pertemuan terbatas. Mendampingi keduanya, Wakil Gubernur NTT, Josef Naisoi dan Bupati Belu, Willybrodus Lay.YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

Comments

comments