Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Belu Sampaikan Pemandangan Umum Dalam Rapat Paripurna. GO-PDIP BELU

1884

GO – PDIP BELU – Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kabupaten Belu hari ini selasa 14 juli 2020 menyampaikan pemandangan umum fraksi pada rapat paripurna dengan agenda penyampaian pemandangan umum fraksi – fraksi DPRD Kabupaten Belu terhadap Ranperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun Anggaran 2019 dan dua Ranperda yang di ajukan pemerintah daerah kabupaten Belu.

Pemandangan Umum Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Belu yang di sampaikan Langsung oleh Ketua Fraksi PDI Perjuangan Irmina Dwi Puspita Sari Bere, S.A.B ini menyampaikan beberapa point yang terdiri dari Catatan, usul /saran pertanyaan yang copyannya telah di terima oleh redaksi GO. PDIP. BELU

Point – Point yang di muat dalam Pemadangan Umum Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Belu adalah :

1. Secara Keseluruhan Fraksi PDI Perjuangan memberikan apresiasi terhadap capaian pelaksanaan pembangunan sebagaimana tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Pelaksanaan BPK RI perwakilan NTT, Kabupatrn Belu mendapat  opini ” Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ” Untuk kedua kalinya, hal ini merupakan capaian yang harus di pertahankan.

2. Mencermati laporan realisasi  anggaran, fraksi PDI Perjuangan meminta kepada pemerintah untuk memperhatikan secara serius target PAD untuk tahun 2019 yang tidak tercapai, atau hanya 93,19%, sedangkan posisi APBD terus meningkat. Terhadap hal ini Fraksi PDI Perjuangan meminta penjelasan.

Berkenaan dengan hal tersebut di atas, fraksi mendesak pemerintah untuk lebih serius menata kinerja pemerintah dan Birokrasi, karena laporan ini berkaitan dengan pelaksanaan di tahun 2019,selanjutnya menjadi pedoman untuk perbaikan di tahun 2020.

Baca Juga:  Kebakaran Di Gudang Yohanes Juang

3.Fraksi PDI Perjuangan juga meminta kepada pemerintah untuk mencermati APBD yang di anggarkan defisit, mengalami kenaikan dalam dua tahun terkahir. Tahun 2018 sebesar Rp 79.974.768.955.00 (tujuh puluh sembilan miliar, sembilan ratus  tujuh puluh empat juta, tujuh ratus enam puluh delapan ribu, sembilan ratus lima puluh lima rupiah) yang di realisasi di tahun 2019 yaitu Rp 19.634.529.015,76 ( sembilan belas miliar, enam ratus tiga puluh empat, lima ratus dua puluh sembilan ribu, lima belas rupiah, tujuh puluh enam sen) Di tambah Rp 21.240.455.785,02 (Dua puluh satu miliar, Dua ratus empat puluh juta, empat ratus lima puluh lima ribu, tujuh ratus delapan puluh lima rupiah, dua sen)  menjadi Rp 81.580.695.724,26 (Delapan puluh satu miliar, lima ratus delapan puluh juta, enam ratus sembilan puluh lima ribu, tujuh ratus dua puluh empat rupiah, dua puluh enam sen)

4. Mengingat, di tahun 2020 kita sedang menghadapi tantangan covid-19 jika tidak hati – hati, maka bisa di perkirakan target capaian PAD lebih menurun dan berimplikasi terhadap defisit anggaran.

5. Sesuai dengan Instruksi Presiden (INPRES)  Nomor 4 Tahun 2020, Fraksi PDI Perjuangan mempertanyakan sejauh mana tindakan Pemerintah Daerah terhadap refokusing APBD terutama yang berkaitan dengan Belanja Modal, Barang dan Jasa. Fraksi PDI Perjuangan meminta detail sebaran sektor dan besaran alokasi anggaran di maksud.

Pada Kesempatan itu Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Belu juga menyampaikan beberapa Catatan yakni :

1. Fraksi PDI Perjuangan meminta kepada Pemerintah Daerah untuk memperhatikan Unit Transfusi Darah (UTD) Pemerintah Daerah yang ada di Rumah Sakit  Umum Atambua agar segera di lengkapi persyaratan bahwa UTD tersebut  milik pemerintah dan di kelola oleh pemerintah.

Baca Juga:  Politisi PDI Perjuangan Apresiasi Willy Lay dan Ose Luan. GO. PDIP BELU.

2. Fraksi PDI Perjuangan meminta kepada Pemerintah Daerah untuk memfasilitasi Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Belu agar bisa menempati lahan dan kantor serta fasilitas pendukung UTD.

3. Fraksi PDI Perjuangan meminta kepada Pemerintah Daerah agar mempersiapkan ketetapan perda tentang nama Rumah Sakit Mgr Gabriel Manek Atambua.

4. Fraksi PDI Perjuangan meminta kepada Pemerintah Daerah agar pedagang – pedagang yang ada di pasar baru segera di pindahkan ke pasar Lolowa dengan memperhatikan rehap dan pemagaran agar tidak terjadi penumpukan pedagang di pinggir jalan dan fraksi meminta agar Pemerintah Daerah membangun kembali pasar di bekas Pasar Lama.

5. Fraksi PDI Perjuangan meminta kepada Pemerintah Daerah untuk menyedot tinja yang ada di perumahan Desa Dualaus dan juga memperhatikan kebutuhan air bersih dengan membagi viber kepada setiap warga masyarakat yang membutuhkan dan memaksimalkan mobil tangki air yang ada juga tangki tinja yang ada sebagai fungsi pelayanan sosial kepada masyarakat.

6.Usulan kepada Pemerintah Daerah agar pasar baru Atambua di jadikan pasar modern penjualan bahan kering dan klontong serta mengembalikan lahan Dinas Perhubungan untuk di jadikan parkir truck serta mobil ojek yang selama ini parkir tidak beraturan dan menghalangi ruas jalan.

7. Fraksi PDI Perjuangan meminta kepada Pemerintah Daerah khusus Dinas Perhubungan, demi meningkatkan target pendapatan pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Fraksi melihat perlu di aktifkan kembali terminal Naresa, terminal fatubenao, terminal umanen dan pembangunan gedung uji kendaraan.

Baca Juga:  Update Info Covid-19 di Belu NTT Dilakukan Setiap Hari

8.Fraksi PDI Perjuangan meminta kepada Pemerintah Daerah untuk menaikan target pendapatan pada Dinas Pariwisata.

9. Fraksi PDI Perjuangan meminta kepada Pemerintah khusus Dinas terkait (PUPR)

– Fraksi melihat perlu menambah program Kegiatan pembangunan jembatan di Desa Lookeu Dusun Klau Halek dan Desa Tukuneno Dusun Tabean A kecamatan Tasifeto Barat dan meningkatkan jalan _+ 1300 meter di Desa Nananoe kecamatan Nanaet Duabesi.

– Fraksi Meminta kepada Pemerintah Daerah untuk memperhatikan pembangunan Drainase di depan kantor BRI Unit Tulamalae Kelurahan Bardao kecamatan Atambua Barat.

– Fraksi Meminta kepada Pemerintah Daerah untuk  memperhatikan pembangunan jembatan di Bobalakoren Dusun Lesuaben Desa Maumutin Kecamatan Raihat.

– Fraksi Meminta kepada Pemerintah Daerah untuk peningkatan jaringan listrik di Kecamatan Lamaknen dan Kecamatan Raihat.

– Fraksi Meminta penambahan ruas jalan di dusun Lamasi Desa Manleten Kecamatan Tasifeto Timur.

10. Fraksi Meminta kepada Pemerintah Khusus Dinas terkait (Dinas Perdagangan) dalam upaya meningkatkan PAD dan penataan pasar di Kota Atambua.

Pada Akhir dari penyampaian Pemandangan Umum Fraksi  PDI Perjuangan terhadap Ranperda Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2019 dan 2 (dua) Ranperda yang di ajukan Pemerintah Daerah Kabupaten Belu , Fraksi PDI Perjuangan menyatakan MENERIMA untuk di bahas lebih lanjut dalam mekanisme sidang selanjutnya.

Penulis : R- FAN

 

 

 

 

DPC PDIP BELU
Author: DPC PDIP BELU

Comments

comments