Vicky Nahak: Jhon Tannur Jangan Bawa-Bawa Nama Mendagri

0
1974
Vicky Nahak (Foto: Koleksi Pribadi)

Goberita.Id—Jelang Pilkada Kabupaten Belu NTT muncul berbagai pernyataan dari para tim suksesi yang bisa jadi mengatasnamakan pihak tertentu. Hal itu pun mendapat tanggapan balik dari tim suksesi lainnya. Sebagaimana sebelumnya, Vicky Nahak, warga Kelurahan Umanen Kecamatan Atambua Barat Kabupaten Belu, telah menyampaikan keberatannya terhadap pernyataan Johanes Ailiuk (Jhon Aliuk) melalui siaran langsung Facebook pada (03/08) yang dapat diakses oleh publik bahwa masyarakat Desa Fulur telah menyampaikan laporan perihal pekerjaan fiktif yang menelan anggaran ratusan juta, hingga pihak yang merasa namanya telah dicemarkan kepada publik dan merasa masyarakat Desa Fulur tidak pernah melaporkan dirinya terkait pekerjaan fiktif, telah melaporkan akun Jonal Jonal milik Jhon Aliuk tersebut ke Polres Belu.

Kali ini, Vicky Nahak, pendukung Paket SAHABAT, kembali keberatan atas pernyataan Ketua Partai Nasdem Kabupaten Belu, Johanes Tannur, sebagaimana rekaman video yang beredar di grup-grup Facebook, yang membawa-bawa nama Menteri Dalam Negeri seolah-olah Menteri Dalam Negeri mendukung salah satu paket calon yang berprofesi sebagai dokter pada waktu kunjungannya di Kabupaten Belu pada (18/06/20).

Vicky, kepada Goberita.Id di Atambua, mengatakan “Pak Jhon Tannur adalah seorang ketua partai besar. Beliau harus menjadi contoh, teladan, untuk itu harus memberikan informasi yang benar dan akurat. Jangan beri informasi angkataro (asal-asalan) di hadapan masyarakat. Apalagi membaginya melalui Facebook. Demokrasi adalah kebebasan, bukan pembodohan,” kata Vicky.

Vicky diminta keterangannya atas pernyataan Jhon Tannur dalam rekaman video berdurasi 47 detik melalui Facebook yang sering dipertanyakan olehnya di Facebook. Pernyataan Jhon Tannur di hadapan masyarakat sebagaimana dalam video tersebut adalah “Hau hanoin hikar Menteri Dalam Negeri datang di sini, dia bilang, imi nee, Belu nee, paling sotir onan tan no calon mak dokter, tan penyakit nee la bele lakon satu dua bulan nee. Jadi, Menteri Dalam Negeri niakan, nia katak, kamu ini sangat beruntung karena ada calon yang dokter, supaya bele hadia kalo ita moras. Ita sotir, Nai Maromak sei tulun ita tan Covid nee sei la tama ita hia namai. Tama ita hia namai, kalo ita rombongan ida moras hotu, okan uma moras nee bele tahan? Nee ita toba hia lapangan umum hotu, mate kobu.”

Baca Juga:  Kepergian Romo Maxi, Umat Paroki Stella Maris Atapupu Sangat Kehilangan

Terjemahan bebasnya:

“Saya teringat kembali, Menteri Dalam Negeri datang di sini, dia bilang, kalian ini, Belu ini, paling beruntung karena ada calon yang dokter, karena penyakit ini tidak bisa hilang satu dua bulan ini. Jadi, Menteri Dalam Negeri mengatakan kamu ini sangat beruntung karena ada calon yang dokter, supaya bisa menyehatkan kalau kita sakit. Kita beruntung, Tuhan masih tolong kita, karena Covid ini belum sampai ke kita di sini. Kalau kita segerombongan terpapar semua, apa rumah sakitmu bisa menampung? Ini kita semua tidur di lapangan umum, mati telungkup.”

Vicky memprotes hal itu dan menudingnya sebagai cara mencatut nama pejabat nasional dengan tujuan semata-mata untuk meningkatkan nilai jual calon tertentu, “Saya pikir, Pak Jhon Tannur membawa-bawa nama orang besar di Jakarta yang kebetulan berkunjung di Belu sini, supaya calon yang dia dukung, yang kebetulan seorang dokter dan ada wabah Covid, nama calonnya bisa terangkat.” Kemudian, pada bagian lain, Vicky menambahkan lagi, “Menteri Dalam Negeri jauh-jauh datang ke Belu bukan untuk mengomentari Pilkada di sini, tetapi dalam rangka tugas negara. Buat apa urus calon di sini, karena Beliau mantan Kapolri, bukan orang partai. Menteri Dalam Negeri tidak urus calon A, B, C, D, dan lain-lain, mungkin kenal saja belum. Saya sudah nonton video sambutan Bapak Menteri secara lengkap, tidak ada kata-kata seperti itu,” kata Vicky dengan mimik agak marah.

“Saya tekankan, kita kalau mau menang, bukan berarti harus bawa-bawa nama A, B, dan lain-lain, tetapi tunjukkan saja kualitas diri dan calon masing-masing. Pak Jhon Tannur jangan bawa-bawa nama Menteri Dalam Negeri. Lama-lama, hal ini bisa jadi masalah hukum baru jika ada pihak yang mengadukannya. Jadi, mari kita hati-hati dalam memberikan pendapat, apalagi tokoh penting dalam partai. Kita bicara yang jujur-jujur saja, dan pikir dulu sebelum bicara,” kata Vicky di bagian akhir wawancaranya. Tim Goberita.Id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here