Petani Fohoeka Kabupaten Belu Semakin Gencar Budi Daya Maek Bako. Terimakasih Bupati dan Wabup

544
Foto Ist. Budidaya Maek Bako Carlos Teles

Goberita.id. Nilai jual Tanaman Porang (Maek Bako) yang menjadi program pertanian unggulan Paket Sahabat (Willybrodus Lay dan J.T Ose Luan) merangsang masyarakat Fohoeka semakin gencar menanam Maek Bako di lahan Pertanian warga masing-masing.

Dikatakan Adrianus Hale, Kaur Desa setempat Di kantor Desa Fohoeka (12/08) bahwa dari data yang dihimpun Pemerintah Desa Fohoeka, 80% dari 382 KK sudah menanam maek bako di lahannya.

” sejak Program maek kami dengar dari dinas pertanian lalu kami sampaikan ke Masyarakat, hampir semua sudah tanam, data kami 80% masyarakat disini (Fohoeka) menanam maek di kebunnya, harganya sangat bagus di pasaran, tiap KK paling sedikit tanam 2000an anakan maek,” jelas Ady Hale.

Baca Juga:  Perkara Sengketa Tanah Haliwen, Gubernur NTT Tanggapi Pernyataan Penggugat

Petronela Bui, Warga Fohoeka menuturkan bahwa mereka mencari bibit maek hingga ke dalam hutan.

” anakan maek yang kami tanam lain sudah ada dilahan, tapi sekarang kami cari di hutan di bukit sanabesi dan sekitarnya. Anakan maek yang kecil-kecil yang tumbuh dari pohon maek dewasa kami jual ke tetangga dengan harga 500 perpohon, semuanya dibeli sampai habis”, tutur Petronela.

Baca Juga:  Survey Membuktikan Bahwa PDI Perjuangan Masih Menempati Urutan Pertama. GO. PDIP BELU

” Maek ini dulu tumbuhan liar, siapa yang mau, tidak ada yang peduli, terimakasih Pak Bupati Willy Lay dan Pa Ose Luan sudah jadikan maek program dan sudah kenalkan kami tentang maek, sekali lagi kami berterimakasih pa bupati dan pa wakil.

Untuk diketahui, Maek Bako (Porang) adalah proggram andalan Paket Sahabat (Willy lay dan Ose Luan ) Sewaktu memaparkan Visi Misi semasa Kampanye Pilkada tahun 2015. Lalu maek bako masuk menjadi salah satu program pemerintahan Sahabat sejak 2016 hingga saat ini (2020) dan menjadi prioritas di Dinas Pertanian Belu. YP.

Comments

comments