Panen Maek Bako di Desa Kewar Belu NTT, Lahan Setengah Hektar Raup Puluhan Juta

0
1457
Porang (Maek Bako) yang di panen. Lokasi di Kediaman Bapak Matheus Bere, Desa Kewar Belu.

Goberita.id. Fantastis, dari lahan setengah Hektar yang dilakukan panen tanaman Porang ( Maek Bako) pemilik lahan berhasil meraup Puluhan juta rupiah. Tanaman liar yang menjadi program Primadona Pertanian Paket Sahabat (Willybrodus Lay dan J.T Ose Luan) pada Pemerintahannya ini telah memberikan dampak luar biasa bagi perekonomian Petani. Maek menjadi komoditi pertanian dengan prospek yang menjanjikan.

Maek Bako yang di tanam dan dikembangkan oleh Yan Asa Bere dan ayahnya Matheus Bere terletak di Desa Kewar, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu. Yan Asa menyampaikan kepada Goberita bahwa panenan Maek pada Jumat (14/08) ini cuma setengah hektar dari luas lahan yang ditanam belasan hektar.

” Kemarin kami panen hanya setengah hektar, kami hasilkan 6 ton. Pembelinya langsung datang dilokasi kami dan kami jual mentah saja dengan harga 7500 per kilo, sehingga hasil penjualan sekitar 45 jutaan,” urai Yan Asa

Terkait dengan tahun total luas lahan dan bibitnya Yan Asa mengatakan bahwa selain didapat dari Pemda Belu juga dicari dari hutan sekitarnya.

” ini panen perdana kami, Maek ini kami tanam tahun 2017 dengan luas lahan tanam 5 hektar, dan tahun 2018 dengan luas lahan 8 hektar. Bibitnya kami dapatkan dari Dinas Pertanian Kabupaten Belu dan swadaya atau kami cari sendiri di hutan, ” jelas Yan Asa yang juga seorang ASN di Dinas Pariwisata Belu ini.

Untuk pemberdayaan Masyarakat Petani sekitar, Yan Asa dan ayahnya Matheus memberikan upah seperti HOK kepada masyarakat sewaktu menanam dan panen kemarin.

” Para petani yang membantu kita bayar per harian, kalau kita prediksi masih sekitar 12 hektar ini kita panen semua maka bisa menghasilkan miliaran rupiah dalam 2 tahun saja, ” Tutup Yan Asa.

Baca Juga:  DPD Golkar Belu Serahkan APD Bagi Tenaga Medis RSUD Atambua

Selain di Desa Kewar, banyak Desa lainnya yang telah tertarik menanam Maek Bako sejak tahun 2016-2020. Bahkan ada Pemerintah Desa telah mengalokasikan ADD untuk mendukung program tanam maek ini. Seperti berita sebelumnya, Desa Dafala Kecamatan Tasifeto Timur, telah menganggarkan pembelian bibit anakan Maek sebesar 50 Juta selain berharap dari Dinas pertanian. Sementara Desa Fohoeka kecamatan Nanaet Dubesi, 80 % Warganya telah menanam Maek di lahannya, bahkan pemerintah Desa setempat telah bertekad menjadikan Maek sebagai produk pertanian Unggulan.YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here