Kabar Gembira! Tujuh Mesin Cuci Darah di RSUD Atambua Segera Digunakan

0
428
Bupati, Wabup Belu, Plt Sekda, Anggota DPRD Belu dan Dir RSUD saat memantau langsung Mesin Cuci darah.

Goberita.id. Upaya peningkatan kualitas layanan Kesehatan di Masa Pemerintahan Bupati Belu dan Wabup Belu ( Willybrodus Lay dan J.T Ose Luan) terus dilakukan. Upaya tersebut berupa pembangunan Infrastruktur seperti bangunan RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD yang semakin representatif juga penyediaan Fasilitas Kesehatan yang menunjang pelayanan medis bagi pasien di RSUD Atambua. Salah satu Kabar Gembira adalah tersedianya tujuh mesin cuci darah. Hal ini karena selama ini pasien Cuci darah selalu dirujuk ke Kupang.

Manajemen RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD menggelar Soft Opening Mesin Cuci Darah atau Haemodialisa (HD), Rabu (16/9/2020) yang dihadiri Bupati lay, Wabup Ose Luan, Plt. Sekda, Marsel Mau Meta, bersama Anggota DPRD Belu yaitu Marthen Naibuti, Yohanes Juang dan Apin Zaka.

Direktur RSUD Atambua, dr. Elena Corpputy kepada awak media usai kegiatan soft opening mengatakan, Saat ini sudah ada tujuh mesin HD yang siap untuk dioperasikan. Selanjutnya, akan ditambahkan mesin HD di RSUD Atambua apabila kebutuhannya terus meningkat.

Pemanfaatkan mesin cuci darah ini menjawabi kebutuhan masyarakat Kabupaten Belu dalam pelayanan kesehatan khusunya untuk layanan cuci darah. dr. Elena menyampaikan, berdasarkan data, terdapat banyak pasien yang membutuhkan layanan cuci darah dan selama ini dirujuk ke Kupang.

“Untuk Atambua sendiri terdata sekira 60 orang yang butuhkan HD,” paparnya.

Sebagai rumah sakit rujukan timpalnya, pihaknya tidak hanya melayani masyarakat Kabupaten Belu, tetapi juga melayani pasien dari TTU, Malaka, Alor bahkan pasien dari Timor Leste.

Disebutkan, mulai pekan depan, pasien cuci darah dari beberapa kabupaten sudah bisa dilayani di RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD Atambua.

“Kita lagi tunggu hasil uji air di laboratorium di Jakarta, dan saat ini tenaga teknis sedang menginstalasi IPAL sehingga saat dilakukan grand opening pekan depan, semua sistim HD sudah siap dimanfaatkan,” Kata Elena.

Baca Juga:  Diberitakan Sebut Masyarakat Curi Porang, Plt. Sekda Belu Minta Maaf

Untuk layanan cuci darah, RSUD sudah bekerjasama dengan BPJS sebagai penyelenggaran jaminan kesehatan nasional yang berlaku di seluruh Indonesia. Artinya apabila ada pasien dari kabupaten lain yang hendak melakukan cuci darah maka tinggal membawa kartu BPJS.

“Untuk layanan cuci darah,kami bekerjasama dengan BPJS sehingga pasien bisa mendapatkan layanan secara gratis,” jelas Elena.

Sementara itu, Bupati Belu, Wilybrodus Lay mengatakan kehadiran mesin cuci darah di RSUD Atambua adalah kabar gembira bagi masyarakat kabupaten Belu, bahkan masyarakat kabupaten lain, seperti Malaka, TTU bahkan Alor dan Timor Leste.

“Kabar gembira karena hari ini RSUD Atambua sudah bisa mulai memanfaatkan tujuh unit mesin cuci darah. Kedepan akan ditambah lagi apabila dibutuhkan,” Ungkap Willy Lay.

Untuk diketahui, Selain infrastruktur dan Faskes, Pemda Belu melalui Pemerintahan Sahabat ini terus berupaya membebaskan masyarakat dari biaya pengobatan. Kedepan masyarakat kabupaten Belu dan dari kabupaten lain bisa mendapat layanan cuci darah secara gratis di RSUD Atambua dengan mengunakan kartu BPJS. YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here