Polemik Excavator, Bupati Lay Jadwalkan Bertemu Kelompok Penerima Bantuan

507
Penandatanganan Nota Kesepakatan APBD 2021.

Goberita.id. Polemik Excavator yang akhir-akhir ini diperbicangkan Publik Belu mencuat saat Sidang ke 3 Anggaran tentang penandatanganan nota kesepakatan KUA-PPAS tahun 2021 dan perubahan 2020 antara DPRD Belu dan Pemerintah telah mendapat jawaban Bupati Belu, Willybrodus Lay. Bupati Lay mengagendakan akan bertemu dengan Kelompok penerima dari desa Jenilu senin (21/09) nanti.

Demikian yang terjadi Pada sidang tersebut (15/09) malam di ruang paripurna DPRD Belu. Anggota DPRD dari Fraksi NasDem mengusulkan agar ada agenda klarifikasi Bupati Lay terkait polemik Excavator.

Sempat terjadi perbedaan pendapat terkait permintaan klarifikasi Bupati tersebut. Januaria Awalde Berek dari Gerindra tidak menyetujui usulan DPRD NasDem tersebut. Menurut Walde, Agenda utama adalah penandatanganan nota Kesepakatan APBD dan tidak tepat Bupati mengklarifikasi tanpa kehadiran kelompok penerima bantuan.
Sama halnya dengan Walde, Marthen Nai Buti DPRD dari Gerindra menegaskan bahwa persoalan ini sebaiknya diklarifikasi bersama. Bahkan Marthen menyarankan agar Bupati Lay langsung bertemu dengan kelompok penerima bantuan tersebut di Atapupu, Jenilu.

Baca Juga:  Rencana Kerjasama Antara PDAM Dan PT Bima Sakti Altera, Komisi II DPRD Belu Tegaskan Ini

” Sejak polemik exca ini menjadi diskusi publik, Bupati sudah jelaskan lewat media Massa dan disebarkan di media sosial. Tapi itu pun kelompok penerima bantuan belum puas, karena itu kalau kita klarifikasi saat ini tanpa mereka apa mereka bisa terima? Saya malah lebih menyarankan Bupati ke Atapupu untuk berbicara dengan mereka secara langsung sehingga polemik ini tidak berkepanjangan lagi,” tandas Marthen.

Bupati Lay ketika diberikan kesempatan oleh DPRD, dirinya pada dasarnya setuju dengan klarifikasi bersama.

” Saya bisa klarifikasi saat ini juga, hanya saya rasa ini saya sepihak saja nanti. Baiknya kita bersama dengan kelompok penerima bantuan sehingga kalau ada yang saya sampaikan tidak benar silahkan dari kelompok mengcounter,” Papar Willy Lay.

Baca Juga:  Covid-19/Korona. Uskup Atambua Belu NTT: Video Uji Klinis Para Ahli Penting Untuk Kesadaran Sosial

Diberita sebelumya, Polemik Exca ini bermula pada tanggal 1 september 2020, Akun Jonas Beremau memposting di Grup diskusi Facebook dan mengatakan bahwa dirinya mendapat kiriman dari seseorang Foto Excavator dan dokumen Hibah. Pada saat itu juga Akun Theo Aty dan Yos Mau turut membagikan sehingga mulai mengundang Reaksi Netizen. Baik akun asli dan Palsu berkomentar dengan sinis dan menyerang Bupati Belu dan Willy Lay secara Pribadi dengan kata dan kalimat yang kasar. Willy Lay dituding menggelapkan Excavator tersebut, dicaci rakus dan cercaan lainnya. Lanjutannya, pada beberapa jam kemudian setelah Postingan Jonas Beremau, Akun Helio Caetanu Moniz memberikan tanggapan atau Klarifikasi. Nama Almarhum Romo Maxi Alo Bria juga termuat dalam dokumen serah terimah Exca tersebut. Diskusi di Media semakin panas. Karena tidak puas maka tanggal 3/09 Romo Yoris bersama beberapa pengurus DPP Paroki Atapupu datang menemui komisi II DPRD Belu. Romo menyampaikan tuntutannya secara tegas kepada Pemda Belu.

Baca Juga:  Cegah ASF Serang Babi Dengan Biosekuriti, Begini Caranya

Senin 14/09 lalu, DPRD agendakan RDP antara Pemerintah dan Kelompok penerima. Namun pada waktu yang sama bupati Lay sedang melaksanakan pencanangan program unggulan Gubernur NTT yaitu Tanam Jagung Panen Sapi sehingga Bupati tidak sempat hadir.YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

Comments

comments