Tersisa 13% Belum Tercover Jamkesda, Tahun 2021 di Belu NTT Semua Warga Nikmati Kesehatan Gratis

0
449
Wabup Belu, J.T Ose Luan, setelah melakukan penyerahan simbolis KIS penerima Jamkesda.

Goberita.id. Layanan Kesehatan gratis menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah. Hal ini sebagai perwujudan Pasal 34 UUD 1945 dan UU Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) Nomor 40 Tahun 2004. Namun yang perlu diketahui, Kesehatan gratis harus terintegrasi ke Program Jaringan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Penyelarasan program Kesehatan Nasional dan Daerah maka masyarakat bisa menikmati Kesehatan Gratis dengan intervensi dana daerah atau APBD berupa Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Jumlah masyarakat yang belum mendapatkan layanan kesehatan gratis di Kabupaten Belu NTT atau tercover ke Jamkesda sebesar 30 ribu orang atau 13% dari jumlah penduduk. Dari besaran jumlah tersebut apabila APBD tahun 2021 mengakomodir lagi dalam Jamkesda maka dipastikan semua warga Belu dapat menikmati layanan Kesehatan gratis tanpa terkecuali.

Keberpihakan Pemerintah Daerah dibawah pemerintahan Sahabat (Willybrodus Lay dan J.T Ose Luan) yaitu dengan kembali mengakomodir 11.000 masyarakat Belu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis dengan Jamkesda yang terintegrasi KIS dan BPJS Kesehatan.

Penyerahan Kartu Indonesia Sehat (KIS) bagi masyarakat penerima bantuan iuran Jamkesda Kabupaten Belu tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Belu, JT Ose Luan di aula gedung Betelalenok Atambua (17/09/2020).

Wakil Bupati Belu, JT. Ose Luan dalam sambutannya mengatakan hari ini merupakan satu kebanggaan dan patut disyukuri karena pemerintah menyerahkan secara simbolis kartu Indonesia sehat bagi masyarakat penerima iuran Jamkesda.

Menurut Wabup Ose Luan, sesuai data peserta Jamkesda terdapat 16.000 dan posisi bulan Agustus menjadi 27.000, yang belum menerima itu sekitar 30.000 jiwa.

“Dengan demikian bila kita menganggarkan lagi pada tahun 2021, maka 30.000 ini dengan sendirinya seluruh masyarakat sudah menjadi peserta Jamkesda,” Papar Ose Luan

Baca Juga:  Update Data Covid Belu Terbaru, Jumlah Pasien Sembuh Bertambah

Pada Kesempatan itu, Wabup Ose Luan menyampaikan apresiasi kepada jajaran BPJS dan Petugas medis di RSUD maupun di Puskesmas yang sudah melaksanakan tugas-tugas di bidang pelayanan kesehatan yang merupakan pelayanan dasar kemanusiaan.

Pjs Kepala Cabang BPJS Atambua, Bernardino RNCF Rodriquez mengemukakan bahwa masyarakat Kabupaten Belu sudah mendapat jaminan sosial dasar yaitu kesehatan. Saat ini kata Rodriques, jumlah peserta sudah mencapai 87,59 persen atau tersisa 13 persen lagi untuk dapat mencapai Universal Health Coverage (UHC).

“Tentu ini tidak terlepas dari komitmen Pemda Belu serta dukungan seluruh pihak dalam memdorong suksesnya penyelenggaraan program jaminan kesehatan di Kabupaten Belu,” Katanya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Belu untuk komitmennya selalu mendukung program JKN-KIS sehingga boleh dinikmati oleh warga kurang mampu di Kabupaten Belu.

“Semoga Kabupaten Belu bisa segera mencapai Universal Health Coverage-UHC (jaminan kesehatan semesta ),” Papar Bernardino

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, dr. Joice Manek, Para Kepala Desa, Lurah, Kepala Puskesmas, masyarakat penerima bantuan iuran Jamkesda dan undangan lainnya.

Diberita sebelumnya, Akademisi Darius Mauritsius seperti yang dikutip dari delegasi.com (17/09) mengatakan, beberapa daerah di NTT yang akan menjalankan Pilkada serentak terdapat paslonnya mengkampanyekan Kesehatan gratis sebagai bagian dari program Pemda ketika terpilih. Terkait hal itu Darius menegaskan bahwa Kampanye tersebut adalah sebuah kebohongan atau hanyalah janji manis. Menurutnya, kesehatan gratis adalah kewajiban Pemda namun harus terintegrasikan ke JKN-KIS. Layanan Kesehatan gratis dengan hanya menggunakan KTP adalah Janji Manis Politik Pilkada karena selain berbenturan dengan Regulasi yang lebih tinggi juga akan mempersulit Pemerintah Pusat melakukan pengawasan terhadap pengelolaan keuangan daerah yang berkaitan dengan Kesehatan Masyarakat. YP.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here