Hentikan Pekerjaan Jalan Raya Oleh Warga Fatubenao, Begini Penjelasan Kadis PUPR Belu

3519
screenshot Video Amatir, Kadis PUPR Belu/ Vincent Laka menyampaikan kepada warga agar menghentikan Pekerjaan swadaya di Ruas Jalan Fatubenao yang berstatus Jalan Kabupaten.

Goberita.id. Hal pekerjaan jalan adalah tanggungjawab Pemerintah dan secara teknis di Kabupaten, dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dalam aturan, masyarakat wajib berpartisipasi tetapi sesuai porsi yang diatur sesuai ketentuan yang berlaku. Pekerjaan jalan yang berstatus seperti jalan Negara, Propinsi maupun Kabupaten, PUPR dalam melaksanakan pekerjaan disesuaikan dengan standar, metodenya dan peralatan yang sesuai. Hal ini karena jalan raya adalah fasilitas umum yang akan digunakan pengguna jalan dan tidak bisa dikerjakan sesuai keinginan pribadi. Posisi Kepala Dinas PUPR adalah pembina Jasa Konstruksi juga bertanggungjawab dan tanggung gugat dikemudian hari apabila ada masalah berkaitan dengan jalan yang telah berstatus dan terdaftar.

Demikian disampaikan Kadis PUPR Kabupaten Belu, Vincent K. Laka kepada media ini (22/09) hari ini. Eng Laka nama akrabnya mengatakan pihaknya (PUPR Belu) turun ke lokasi di ruas jalan Fatubenao B menuju Ainaren dan berusaha menghentikan pekerjaan swadaya yang dilakukan oleh warga karena tidak sesuai ketentuan pekerjaan jalan yang berstatus.

Baca Juga:  Korban Akibat Covid Terus Bertambah, 2 Jenazah Dimakamkan Lagi

” Hari ini saya mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa ada pekerjaan di lokasi yang tidak sesuai standar, sehingga sebagai penanggungjawab terkait infrastruktur di kabupaten belu saya turun ke lapangan dan melihat kondisi di lapangan sehingga saya meminta masyarakat untuk menghentikan kita mengapresiasi tetapi untuk jalan kabupaten ini ada standar, ada prosedur ada pengawasan ketat sehingga ini tidak bisa dilakukan oleh warga, ” Jelas Eng Laka.

Menurut Eng, dalam aturan keterlibatan masyarakat pada pembangunan jalan penting tetapi ada batasannya. Sebab katanya, pekerjaan jalan memiliki kajian, cara kerja dan
Peralatan yang memadai. Apabila ada masyarakat yang mau berpartisipasi maka wajib bekerjasama dengan Pemerintah dan dinas teknis.

” Kalau memang warga berkenan warga bisa menghibahkan dana ke pemerintah atau berkoordinasi dengan pemerintah sehingga kita bisa melakukan perbaikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, jadi pada hari ini kita meminta warga untuk stop dulu tetapi sepertinya tidak diindahkan maka saya menyampaikan pada warga, lurah dan perangkat kelurahan yang ada di lokasi bahwa PU tidak bertanggungjawab dengan kondisi yang akan terjadi di kemudian hari,” Kata Eng Tegas.

Baca Juga:  Atasi Masalah Air Bersih PUPR Belu Kerahkan Armada Tangki

Lanjutnya lagi, ” Kita tidak berharap, tetapi jalan ini akan dilewati tonase-tonase besar kendaraan, harus ada standar standar dan kaidah yang harus dilalui dan harus ada supervisi ketat karena kondisi jalan itu bukan lagi kita tambal tapi harus kita rehabilitasi total. Kita sudah menghentikan tetapi terus dilakukan jadi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bukan lagi tanggungjawab pemerintah tetapi tanggungjawab pribadi atau yang menginisiasi. Karena kita lihat ukuran batu pecah tidak sesuai dengan standar yang berlaku kita kuatirkan menimbulkan masalah di kemudian hari.”

Sebelumnya Eng mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kelurahan soal rencana tersebut.

” Beberapa hari lalu dan tadi pagi kami melakukan koordinasi dengan Pa Lurah dan beberapa warga Fatubenao terkait rencana perbaikan jalan di Fatubenao yang mana jalan ini adalah jalan kabupaten. Pada dasarnya kita mengapresiasi masyarakat untuk memperbaiki hanya jalan yang berstatus tidak sembarang dikerjakan, kalau pembukaan Ruas jalan baru yang tidak berstatus silahkan saja, tapi yang berstatus itu tanggungjawab negara, ” Papar Eng Laka.

Baca Juga:  Pemda Belu Akan Tindak Tegas Pendata Penerima Bantuan Tunai Covid Yang Tidak Sesuai Juknis

Terkait pembangunan di lintasan atau ruas jalan tersebut Eng mengakui sudah dianggarkan hanya saja akibat pandemi Global, Korona, maka anggaran dipangkas untuk pembiayaan Covid-19.

” Sebetulnya kita sudah menganggarkan ruas jalan itu dan ruas jalan menuju kantor lurah fatubenao di tahun ini tetapi karena kena refocusing anggaran covid-19 sehingga pekerjaan ini yang kita rencanakan 4 ruas menjadi dua ruas saja yaitu yang di cabang Pom Bensin Fatubenao menuju debubot dan juga didepan paroki fatubenao dan itu sudah selesai. Perbaikan jalan yang lintas Ainaren kita sudah lakukan perencanaan, kita sudah lakukan perhitungan-perhitungan kalau memang tidak ada masalah atau tidak ada kendala di tahun depan kemungkinan kita sudah akan mengerjakan dan lelang awal di januari atau pebruari (2021)” Tutup Eng.YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

Comments

comments