Urbanus Ola Hurek: Pengobatan Gratis Tidak Semudah Hanya Gunakan KTP dan Kartu Keluarga

741

Goberita.id. Kampanye Paslon Pilkada untuk mendapat simpati publik dilakukan dengan berbagai cara. Antara lainnya adalah menawarkan program yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat. Di Kabupaten Belu, Paslon dengan sandi Sehati menjual program Pengobatan gratis sebagai program andalan. Yang menarik adalah paslon ini membuat formula pengobatan gratis hanya dengan menggunakan KTP dan akhir-akhir ini malah juga dikampanyekan menggunakan Kartu Keluarga. Para Akademisi angkat bicara terhadap fenomena dan isu politik ini. Salah satunya Drs. Urbanus Ola Hurek, M.Si, Ahli Ilmu Pemerintahan dari Unika Widya Mandira Kupang.

Baca Juga:  Genderang Perang Pencopotan Lima Pejabat di Belu Mulai Ditabuh, Maktaen: "Kami Tantang Bupati Buktikan Kesalahan !

Menurut Urbanus, KTP dan Kartu Keluarga (KK) hanyalah sebatas sebagai dokumen identitas diri. Apabila daerah punya APBD yang kuat maka Selain dari JKN-KIS dan Jamkesda, dapat dibuat Formula lainnya.

” Boleh menggunakan KTP dan KK itu sebagai indentitas dasar supaya masyarakat mendapatkan pelayanan tapi kalau dijadikan sebuah program tidak hanya menggunakan KTP dan KK. Lebih kreatiflah menjadikan sebagai asuransi kesehatan daerah atau apalah supaya formula itu menjadi alat bantu bagi masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan dengan catatan layanan kesehatan itu diluar dari tanggungan JKN-KIS dan Jamkesda supaya masyarakat daerah ini semakin terjangkau pelayanan kesehatan,” jelas Urbanus melalui telponnya (01/10/2020).

Baca Juga:  Kuasa Hukum Waty Lopes Sebut Tuduhan Ke Kliennya Mengada ada dan Bisa Korbankan Anak

Kandidat Doktor yang sementara melanjutkan studi S3 Ilmu Pemerintahan di Universitas Padjadjaran Bandung ini meragukan Paslon Pilkada dalam merealisasikan Pengobatan Gratis tersebut.

” Yang jadi soal bagi kita adalah kesungguhan dari pasangan calon itu mencover program ini masuk dalam Apbd menjadi prioritas kesehatan daerah kuatirnya kita adalah tidak bisa ditindaklanjuti secara baik dan itu hanya gagasan untuk menarik simpati dari pemilih saja, itu yang tidak baik,” kritik Urbanus.

Baca Juga:  Program Sahabat Sentuh Langsung Kebutuhan Masyarakat dan Pesan Jurkam

Lebih lanjut Urbanus mengatakan, “Jangan mengampangkan seolah-olah hanya dengan KTP dan KK sudah tuntas semua. Ini butuh kerja yang serius, kerja cerdas sehingga bisa menggolkan program ini ke APBD kalau ini tidak sampai maka ini hanya program untuk menarik simpatik pemilih tapi tidak terealisir dan terimplementasi bisa saja ditagih oleh publik.”YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

Comments

comments