Bere Mali: Lempar Kesalahan Ke Propinsi Itu Kontraktor Tidak Tahu Diri

0
867
Savana Bersejarah dan Sakral Fulan Fehan.

Goberita.id. Nai Adat Dirun, Alfons Bere Mali, Merespon keras pernyataan pelaksana Kontraktor Vinsen Saka yang melakukan proyek pengeboran air di Padang bersejarah dan Icon Wisata Fulan Fehan. Tanggapan Bere Mali ini karena Vinsen dianggap melempar tanggungjawab ke Dinas Pertambangan Propinsi NTT. Bahkan Bere Mali mengatakan pernyataan itu menunjukan bahwa kontraktornya tidak tahu diri.

Bere Mali terdengar menyampaikan kekesalannya saat menelpon ke Media ini (05/10) malam. Menurut Bere Mali yang adalah mantan Kepala Desa Maudemu dua periode ini, seharusnya ketika seorang kontraktor menang tender proyek, urusan teknis dilapangan dilaksanakan, bangun kerjasama dan komunikasi.

” Itu adalah termasuk kontraktor yang termasuk tidak tahu diri, itu bukan dengan orang propinsi, yang harusnya kontraktor itu seperti apa dia bekerja di lapangan, tanya dulu, ketemu pemilik lahan, kalau orang bilang titik koordinat dirumah orang terus kontraktor tidak tanya tidak permisi langsung bor? ” Ujar Bere Mali.

Bere Mali mengatakan Lembaga Kenaian Dirun yang isinya 37 suku sudah menghentikan pekerjaan pengeboran tersebut. Namun kata Bere Mali yang sudah terlanjur dirusaki kontraktor wajib bertanggungjawab.

” Sekali lagi saya tegaskan nilai satu Sumur Bor tidak akan bisa sampai pada Nilai kesakralan Fulan Fehan. Jadi tegas kita Tolak pengeboran sumur di Fulan Fehan. Saya sudah hentikan pekerjaan tetapi kontraktor harus bertanggungjawab tidak sekedar kita hentikan, saat ini kita menunggu Dinas Pertambangan Propinsi NTT dan kontraktor, kontraktor harus bertanggungjawab, ” Ujar Bere Mali.

Nai Adat Dirun Bere Mali mengatakan bahwa pihaknya serius dengan penggurasakan tanah ulayatnya.

” Kami sampaikan bahwa masalah ini tidak main-main jadi alat semua saya tahan Kontraktor tidak menghargai nilai adat dan budaya kami, saya sudah telpon orang propinsi juga mereka bilang itu pelecehan terhadap nilai kearifan lokal apalagi Fulan Fehan adalah tempat bersejarah dan tempat yang sangat sakral, ” Kata Bere Mali.

Baca Juga:  Animo Tanam Maek Bako meningkat, Pemdes Dafala Bantu Dana Desa

Penggalian tanah di Lokasi padang Fulan Fehan yang ditentang pemilik Ulaya Selain tidak memberitahu Kepemilik Ulayat setempat, Proyek ini tidak sebanding dengan nilai kesakralan dan sejarah yang terkandung didalamnya.

“Soal bor air itu mau jadi atau tidaknya nilainya tidak seberapa dengan nilai adat dan budaya kami. Sebenarnya sumur bor bisa dijawab dengan ADD, tapi kalau mau merusak obyek Wisata dan budaya yang ada maka dengan tegas kita Tolak, ” tandas Bere Mali.YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here