Hoax Terjang Keras Paslon Sahabat, Dari Air Motamoru Hingga Dibilang Bodok dan Tua Renta

718
ilustrasi.

Goberita.id. Kejamnya Berita Bohong (Hoax) menjadikan kontestasi Pilkada menjadi keras. Hoax menjadi realitas politik saat ini di Kabupaten Belu NTT. Hoax yang diciptakan menyerang Petahana atau Paket Sahabat (Willybrodus Lay dan J.T Ose Luan) bagai badai keras yang menerjang berhari-hari lamanya dimulai dari isu Air Motamoru hingga WL disebut bodok dan OL disebut Tua renta.

Apa itu Hoax? Hoax adalah informasi yang sesungguhnya tidak benar, tetapi dibuat seolah-olah benar adanya. Menurut Silverman (2015), Hoax adalah sebagai rangkaian informasi yang memang sengaja disesatkan, namun ‘dijual’ sebagai kebenaran.

Anita Wahid dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) di Web Bawaslu.go.id (15/09/2020) mengatakan bahwa dalam sejarah Kepemiluan berita bohong atau hoax pasti ada dan terjadi hanya saja bentuknya berbeda-beda. Lebih lanjut ia menjelaskan penyebaran hoax pada Pilkada digunakan oleh oknum sebagai senjata konflik dan kontestasi politik.

Goberita merangkum semua dalam beberapa bulan terakhir menjelang Pemilihan yang direncanakan 9 Desember nanti. Berikut daftar Hoax yang menyerang secara masiif ke Paket Sahabat.

Hoax Air Motamoru Oleh Sipri Maneikun

Berita Bohong yang disebarkan Akun Facebook Sipri Maneikun yang mengatakan bahwa Bupati Willy Lay dan Dirut PDAM Yun Koi Asa mendistribusikan air kotor dari motamoru ke Kota Atambua menimbulkan keresahan dan kepanikan para pelanggan PDAM. Pasalnya, Motamoru adalah sumber mata air yang belum di operasikan karena belum layak. Postingan Sipri yang dari jejak digitalnya tersebut secara langsung menyerang hal Vital yang menjadi kebutuhan dasar. Namun belakangan diketahui Hoax tersebut memiliki rantai dan skenario untuk menjatuhkan Paket Sahabat. Postingan tersebut bermuatan kepentingan Politik yang mengabaikan Fakta lapangan sebenarnya. Akun Sipry secara resmi dilaporkan oleh Dirut PDAM, Ke Polres Belu dengan aduan penyebaran berita bohong.

Baca Juga:  Permukaan Jembatan Fatubenao Retak, Ini Penjelasan Kadis PUPR Belu

Bupati Belu, Willy Lay, pada suatu kesempatan ketika menjelaskan Hoax tersebut menjawab sederhana ” Sampaikan Kepada Mereka, Bupati Belu tidak Gila memberi minum warganya air Kotor.” Karena menurut Willy Lay ada berbagai mekanisme dan pengolahan teknologi terhadap Sumber air sampai dikatakan layak dikonsumsi baru akan dialirkan ke Pelanggan. Sampai hari ini, pantauan media, Hoax ini masih saja meresahkan warga, Kepolisian masih terus mengungkap akun Sipry Maneikun tersebut.

Gelapkan Exca KKP

Isu Excavator bantuan Kementrian Kelautan dan Perikanan menjadi Trending Topik di awal bulan September 2020 ini. Media Goberita mengikuti benar geliat media sosial yang berisikan Postingan terkait Exca KKP. Bermula dari postingan Akun Jonas Beremau pada tanggal 1 September 2020 di grup diskusi Publik Face Book yang mengatakan bahwa dirinya mendapatkan telpon dari seseorang dan dikirimkan dokumen hibah Exca KKP. Postingan ini di share oleh akun lain yaitu Theo Aty dan Yos Mau. Berselang satu jam Akun Helio Caetanu Moniz menanggapi Postingan tersebut dan mulailah Romo Yoris serta beberapa pengurus DPP Paroki Stella Maris Atapupu bersuara keras. Hal ini karena di dokumen yang dimuat tersebut berisikan nama Almarhum Romo Maxi Alo Bria yang saat itu (2016) menjadi pastor Paroki Atapupu. Isu ini bergulir cepat dan menyebabkan keriuhan publik.

Banyak pihak memberikan komentar bahwa kasus Exca Pastor Paroki Nela, Pater Irenius, telah menjelaskan bahwa benar Paroki Nela pernah menggunakan Exca tersebut. Di postingan beberapa akun, Willy Lay bahkan di tuduh berniat menyembunyikan Exca dan ingin menjual ke salah satu pengusaha di Belu. Hoax ini cukup mengerikan karena Willy Lay sejak dahulu adalah seorang pengusaha yang memiliki armada proyek termasuk Exca dengan jumlah yang banyak. Semenjak dahulu, Willy Lay dan keluarganya memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Gereja.

Baca Juga:  574 Babi di Belu NTT terserang Virus Afrika

WL mintah Jatah 25 % Fee Proyek Patung Bunda Maria

Postingan salah satu Akun bernama Markus Moruk di Grup Belu Bebas Bicara (19/09/2020) menuliskan Bupati meminta jatah 25% dari total anggaran pembangunan proyek tersebut. Postingan ini lalu dishare dan menjadi bahan diskusi yang sangat ramai. Publik diyakinkan para pegiat medsos ini bahwa hal ini benar terjadi. Anggaran pembangunan Patung Bunda Segala Bangsa tersebut Rp.15.867.000.000 jadi logikanya kalau Willy Lay meminta 25 % maka jumlahnya Rp. 3,966,750,000 atau hampir 4 Miliaran.

Menurut beberapa pihak, Hoax seperti ini kelewatan Fantastis dan mengada-ada dan upaya pembunuhan karakter dengan Fitnah. Perlu diketahui, Setelah dua tahun berturut-turut yaitu 2018-2019 menduduki peringkat satu pencapaian Monitoring Centre for Prevention (MCP)/ Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi di Provinsi NTT tahun ini pula kedua kalinya Belu meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Hasil pemeriksaan (LHP) Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Belu Tahun Anggaran 2019. Bahkan untuk pencegahan Korupsi, KPK merekomendasikan agar setiap Kabupaten di NTT boleh melakukan studi bandung di Belu.

Willy Lay Bodok dan Ose Luan Tua Renta

Baca Juga:  Warga Salala Kakuluk Mesak Tagih Janji Listrik Timsus Vic-Joss di Pilgub 2018

Akhir-akhir ini politik di Belu semakin panas. Argumentasi yang dibuat sudah diluar batas kewajaran. Nilai etis dan budaya semakin terabaikan, tidak peduli orang baik atau lebih tua, intinya dia lawan maka akan dicerca dan di caci maki. Akun FB bernama Nona Hati-Hati, (04/10/2020) menulis di beberapa Grup diskusi katanya, ” Jangan Pilih Willy Lay karena Bodok dan Ose Luan karena Tua Renta”. Akun ini pantauan media memang cukup aktif menyerang Sahabat sampai ke Privasi calon. Netizen berkomentar merespon karena dinilai sudah keluar dari Adat Istiadat Belu untuk saling menghargai dan menghormati.

Salah satu Jurkam Sahabat, Helio Caetanu Moniz, (04/10) hari ini ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa Paslon Sahabat konsen menawarkan Program melalui Kampanye baik secara langsung atau media sosial. Berkaitan dengan Hoax yang menyerang Sahabat kata Helio, ” masing-masing Paslon punya strategi, mungkin itu strategi mereka, tapi saya pastikan Sahabat tidak akan Melakukan hal tersebut karena Tagline kami Sahabat, baik kawan maupun lawan adalah Sahabat.”

Kementrian Kominfo memberikan petunjuk kepada Masyarakat agar terhindar dari Hoax. Apabila menjumpai informasi hoax, lalu bagaimana cara untuk mencegah agar tidak tersebar. Pengguna internet bisa melaporkan hoax tersebut melalui sarana yang tersedia di masing-masing media. Untuk media sosial Facebook, gunakan fitur Report Status dan kategorikan informasi hoax sebagai hatespeech/harrasment/rude/threatening, atau kategori lain yang sesuai. Jika ada banyak aduan dari netizen, biasanya Facebook akan menghapus status tersebut.YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

Comments

comments