Terlanjur rusaki Kawasan Adat Fulan Fehan, Kontraktor Siap Laksanakan Ritual Sasoka

670
Penggalian tanah di Lokasi pekerjaan Proyek yang diduga merusak Tanah Ulayat dan Adat 37 suku setempat.

Goberita.id. Pengeboran Air di padang Fulan Fehan yang merupakan kawasan adat serta Savana Wisata dihentikan oleh masyarakat Adat Dirun. Karena sudah terlanjur membuat lubang sirkulasi seluas 2×1 meter di area tersebut maka Pelaksana kontraktor, Vinsen Saka, diwajibkan membuat kembali acara Sasoka atau acara mengsakralkan kembali tanah adat tersebut.

Nai Adat Dirun, Alfons Bere Mali, atau sering dikenal dengan nama Jecki Bere, mengatakan bahwa Pelaksana Kontraktor ( Vinsen Saka) sudah bertemu dengan dirinya.

Baca Juga:  HCM: Kalau Mata Saja Dikhianati, Maka Sudah Pasti Janji Diingkari

” Alat alat sudah dibawah kembali, Kontraktor sudah ketemu saya, kami sudah bicara, kalau tidak ada halangan rencananya hari sabtu ini kita jalankan acara pengsakralan kembali kawasan adat tersebut, ” ungkap Jecki.

Soal pemindahan Jecki menjelaskan bahwa silahkan Pihak Dinas Pertambangan menentukan titik lain selain kawasan adat dan wisata Fulan Fehan.

Baca Juga:  Anak Isteri Naibuti Terpukul dan Menangis Dengar Rekaman Diduga Suara Agus Taolin

” Diluar tempat pemali atau sakral itu boleh, tapi itu juga harus mulai dengan acara adat baru mulai kerja,” tandas Jecki Bere.

Diberita sebelumnya, Masyarakat Adat Dirun memberhentikan pekerjaan proyek Pengeboran air di Padang Fulan Fehan. Pemberhentian tersebut dilakukan oleh 37 suku dibawah Kenaian Dirun. Proyek Pengeboran tersebut, selain tanpa koordinasi dengan Pemda dan Pemilik ulayat setempat, juga berlokasi di tempat yang dianggap sakral dan merupakan icon Wisata di Belu yang sudah dikenal hingga dunia luar. YP.

Comments

comments