Manehitu: Pengobatan Gratis Dengan KTP, Sakit Dulu Baru Rasakan Programnya

0
626
Cawabup Ose Luan dan Manehitu Djuang saat diterima secara adat di Manumutin.

Goberita.id. Theodorus Manehitu Djuang, DPRD Belu dari PDIP menyampaikan kritikannya berkaitan dengan program pengobatan Gratis. Pengobatan Gratis menggunakan KTP menurutnya secara aturan tidak sesuai dengan Regulasi, juga dari asas Manfaat bagi masyarakat dan Pemerintah Daerah. Masyarakat baru akan merasakan manfaat program ketika sakit. Karena menggunakan KTP maka semua orang tanpa perbedaan status dan pekerjaan dapat berobat, tidak ada lagi perbedaan masyarakat miskin dan mampu, maka dapat dikatakan hal ini tidak masuk akal.

Manehitu menyampaikan ini dalam orasi Politik mewakili partainya PDIP pada Kampanye Sahabat ( Willybrodus Lay dan J.T Ose Luan) di Kelurahan Manumutin (09/10) hari ini.

Menurut Manehitu, soal pengobatan Gratis dirinya bersama partai lainnya membahas sewaktu menyusun Visi-Misi Paslon Sahabat. Namun katanya setelah dibahas Pengobatan Gratis menggunakan KTP menjadi sebuah program yang tidak masuk di akal dan hanya berlaku ketika masyarakat Sakit.

” Kenapa kami tidak sepakat membuat program pengobatan gratis karena itu kita berbicara soal orang sakit, artinya kita sakit dulu baru dapat programnya. Kesimpulannya kalau pengobatan gratis tentunya kita tetapkan ke APBD, nilainya puluhan Miliar nanti tetapi hanya akan dinikmati ketika masyarakat itu sakit, kalau masyarakat tidak sakit berarti masyarakat tidak dapat program ini, ” Ungkap Manehitu.

Manehitu menguraikan juga bahwa seharusnya APBD nanti bermanfaat bagi kepentingan dasar dan langsung Masyarakat.

” Seharusnya uang yang banyak itu tidak perlu mengharapkan masyarakat sakit tetapi untuk menciptakan masyarakat yang sehat, menciptakan lapangan kerjaan tambahan terutama bagi ibu-ibu, menambah insentif bagi kader posyandu dan tutor PAUD, menyediakan seragam gratis bagi anak sekolah, memberikan insentif bagi ketua suku dan lembaga adat. Maka di Sahabat beberapa program inilah yang menjadi andalan karena sesuai kebutuhan masyarakat dan sesuai aturan,” papar Manehitu

Baca Juga:  Pimpin Forkoma PMKRI NTT, Alo Min Tekad Jalankan Program Strategis di Masanya

Menyentil aturan Manehitu mengatakan, “Negara menjamin kesehatan setiap warga negara dan diatur dalam Undang Undang, lalu negara membentuk satu lembaga yaitu BPJS dan turun sampai ke Kabupaten namanya Jamkesda. Tadi Saya baru lihat APBD nya, bagi masyarakat yang belum mendapat BPJS dan Jamkesda ternyata bisa menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari pemerintah Desa atau Kelurahan setempat. SKTM buktikan bahwa masyarakat tidak mampu karena pakai KTP yang mampu bisa bilang tidak mampu biar gratis.”

Hadir di Kampanye Cawabup Sahabat, Ose Luan, Marthen Naibuti dari Gerindra dan Theodorus Manehitu Djuang dari PDIP. Di salah satu titik tepatnya Raimaten Manumutin, kedatangan Sahabat disambut dengan pengalungan selendang dan sapaan adat yang dikenal dengan Hase Hawaka. YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here