Pemerintahan Bersih Dari Korupsi, Pendukung Serukan Sahabat Lanjutkan

583
Kampanye Sahabat di Tulamalae, Ose Luan, Cawabup Sahabat tampil dengan Orasi memukau patahkan klaim gagal oleh penantang.

Goberita.id. Kampanye Paslon Pilkada Belu Paket Sahabat ( Willybrodus Lay dan J.T Ose Luan) masih berlangsung di Zona dua. Dihadapan Massa 50 orang dalam tenda dan yang membludak mengitari area kampanye, Cawabup Sahabat, Ose Luan, Jurkam lainnya menyajikan capaian keberhasilan semasa kepemimpinan Willy Lay dan Ose Luan diperiode sebelumnya. Secara terperinci dipaparkan keberhasilan dalam pengelolaan keuangan Daerah dan pertanggungjawabannya, keberhasilan dalam Upaya pencegahan Korupsi serta pembangunan Infrastruktur selama ini.

Hal ini tersampaikan ke Publik Tulamalae tepatnya Gang Potlot (23/10) sewaktu dilakukan pertemuan terbatas Kampanye Sahabat.

Ose Luan, menepis tegas pernyataan miring yang menyebutkan Pemerintahan Sahabat gagal dan bahkan di stigma dengan bahasa yang kurang pantas yaitu ” Bupati Willy Lay Bodoh dan Ose Luan tua renta”.

Tampil dengan Orasi yang memukau, Ose Luan Memapari sejumlah keberhasilan yang merupakan karyanya bersama Willy Lay.Diantaranya upaya di bidang pengelolaan keuangan dan pencegahan korupsi. Nampak geliat antusias peserta kampanye dan meneriakan, ” Sahabat Lanjutkan!

Baca Juga:  Tampil Percaya Diri di Debat Terbuka Pertama, Sahabat Optimis Atasi Persoalan Strategis

Opini WTP. Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) diraih secara berturut-turut selama dua tahun yaitu 2018 dan 2019. Terkait WTP Ketua BPK Perwakilan NTT, Ir. Adi Sudibyo MM mengumumkan melalui Video Conference bersama Pemerintah Kabupaten Belu yang dihadiri oleh Bupati Belu, Willybrodus Lay dan Wakil Bupati Belu, J.T Ose Luan di Ruang Kerja Bupati Belu (30/6/2020). Menurut BPK Raihan Opini WTP karena bukti-bukti audit yang dikumpulkan oleh BPK dimana pemerintah Kabupaten Belu dianggap telah menyelenggarakan prinsip akuntansi yang berlaku umum dengan baik. Karena meraih WTP Belu mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID) sebesar 42 Miliar dan sangat membantu keuangan daerah disaat pandemi Covid-19.

Kabupaten Bebas Korupsi. Delapan indikator terkait penyelenggaraan Pemerintahan dan pelayanan publik yang di nilai oleh Komisi Pemberantasan Korupsi membawa Kabupaten Belu NTT menduduki peringkat satu pencapaian Monitoring Centre for Prevention (MCP)/ Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi di Provinsi NTT. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan hal ini saat rapat koordinasi tentang Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Tahun 2020 yang dilakukan melalui vidio teleconference/Vicon (14/5/2020).

Baca Juga:  Talisuma: Mau Ubah Apa di Masa 3,5 Tahun? Sahabat Sudah Berbuat Tapi Tidak Puji Diri

Adapun 8 indikator serta presentase dimasing-masing indikator diantaranya, Perencanaan dan Penganggaran APBD 82 persen, Pengadaan Barang dan Jasa 64 persen, Pelayanan Terpadu Satu Pintu 87 persen, Kapabilitas Aparat Pengawasan Internal Pemerintah 75 persen, Manajemen ASN 57 persen, Optimalisasi Pendapatan Daerah 60 persen, Manajemen Aset Daerah 66 persen, dan Tata Kelola Dana Desa 61 persen. Sehingga akumulasi 8 indikator ini atau capaian MCP nya adalah 70 persen. Prosentase 70 persen ini menjadi tertinggi atau urutan satu dari 23 Kabupaten/Kota se NTT. Di urutan kedua Pemprov NTT dengan prosentase capaian 58 persen dan Pemkab Manggarai di urutan ke tiga dengan capaian 51 persen.

Ratusan Milenial Tulamalae, Menghadang untuk Berswafoto
Ose Luan dengan bangga mengatakan bahwa dirinya bersama Willy Lay serta kabinet Sahabat diperiode sebelumnya tidak pernah berurusan dengan KPK, BPK atau kepolisian terkait penyalahgunaan anggaran. Ini alasan Ose mematahkan klaim yang disampaikan pihak penantang. Ose mengungkapkan bahwa apabila gagal maka sudah pasti ada penyalahgunaan anggaran, namun kondisi ini terbalik dari klaim penantang tersebut. Belu justru meraih prestasi atas penilaian KPK dan BPK.

Baca Juga:  Gerindra Belu Siap Dukung Pemerintahan AT-AHS

Terkait terpaan hoax kepada sahabat selama ini yang dihembuskan pihak yang tidak bertanggungjawab salah satunya ” Jangan Pilih Bupati Willy Lay karena Bodoh dan Ose Luan karena Tua Renta” Ose menanggapi dengan bijak. Katanya ” Kami dihina tidak akan menjadi Sampah, disanjung pun takkan menjadi rembulan.” lebih lanjut katanya biarlah masyarakat Belu menilai sendiri, siapa yang sudah melakukan dan siapa yang belum, mana yang beretika dan beradab dan mana yang tidak. Kampanye meriah tersebut hadir juga pengurus Partai pengusung, Jhon Leki dari Gerindra, Feby Djuang dan Idus Kali dari PDIP. YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

Comments

comments