Bantuan Uang 7,5 Juta Tidak Diketahui Sumbernya, Warga Belu Sedang Ditipu?

874
ilustrasi

Goberita.id. Maraknya pengumpulan KTP dan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) oleh sekelompok orang dan Warga secara mandiri dirumah salah satu warga tenukiik, Kecamatan Kota Atambua mulai menampakan kegelisahan publik. Pasalnya, bantuan tersebut tidak memiliki sumber pemberi bantuan yang jelas. Apakah warga Belu sedang ditipu oleh oknum yang ingin mengais keuntungan dengan memanfaatkan moment saat ini? Beberapa warga mengatakan bahwa mereka dijanjikan bantuan uang tunai tersebut dari Paslon Sehati. Ada informasi beredar bahwa bantuan uang tunai tersebut akan diambil di Bank NTT. Berikut pernyataan pihak-pihak yang santer disebutkan warga bahwa akan memberikan bantuan tersebut.

Kepala Bank NTT Cabang Atambua, Fridolina M. M. Faturene yang dikonfirmasi belum lama ini, soal maraknya pengumpulan KTP untuk dimasukan ke Bank NTT terkait penyaluran KUR menyebutkan, untuk saat ini tidak ada pelayanan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Untuk kredit KUR sementara belum dilayani Bank NTT,” tegas Fridolina dilansir dari Kilas Timor.

Baca Juga:  Program Sahabat Sentuh Langsung Kebutuhan Masyarakat dan Pesan Jurkam

Pihak lain yang disebutkan Warga pengumpul KTP bahwa bantuan tersebut dari paslon Sehati. Atas isu itu Ketua Pemenangan Paslon Pilkada Belu, Sehati (Agus Taolin dan Aloysius Haleserens), Anton Tisera dilansir dari Kilas Timor.com (26/10) mengatakan bahwa Sehati tidak pernah memberikan bantuan atau menjanjikan bantuan uang bagi warga Belu.

“Kita tidak ada kegiatan kumpul KTP,” Tandas Anton.

Ketua Partai NasDem Belu, Jhon Tanur, mengatakan kepada NTT Post, ketika dikonfirmasi melalui telpon selulernya, Jhon Tanur mengakui bahwa ia tidak tahu soal adanya program dari partai Nasdem.

Baca Juga:  Dewi Arimbi Ballo: " Dukung Sahabat, Kita Tuntaskan Pekerjaan Yang Tertunda"

“Saya sudah lama di Lembata dan saya tidak tahu. Kalau ada bantuan dari Nasdem, tentu mereka beritahu saya sebagai ketua. Kalau ada namanya bantuan tentu baik,tapi selaku ketua saya belum tahu,” jelas Jhon Tanur dikutip dari NTT Post (27/10).

Diberita sebelumnya, Warga Weliurai Desa Kabuna, AG, mengatakan bahwa dirinya sebagai ketua kelompok mengumpulkan KTP, SKTM dan uang buka rekening di rumah salah satu warga di Tenukiik. Kata AG dirinya juga menandatangani buku rekening, namun buku tersebut tidak diberikan. Dua ibu yang melayani AG dan kelompoknya menjanjikan akan memberikan buku rekening pada saat pencairan dana bantuan tersebut. Adapun janjinya adalah setiap orang akan menerima bantuan sebesar 1,5 juta atau totalnya 7,5 juta karena tiap kelompok terdiri atas 5 orang.

Baca Juga:  Naibuti: Penjelasan Wabup Adalah Kewajiban Pemerintah, Kesehatan Gratis Ya Jamkesda!!

Semua sumber telah membantah bantuan tersebut, lantas ini bantuan apa dan untuk apa? Apakah masyarakat Belu sedang ditipu sekelompok orang dengan memanfaatkan moment Pilkada dengan mengatasnamakan Paslon? Sampai saat ini masih belum diketahui dari sumber resmi yang bertanggungjawab. Semoga Warga Belu tidak terkecoh dengan modus penipuan ini. YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

Comments

comments