Tidak Ada Bantuan 7,5 Juta dari Koperasi, Balthasar: Kasihan Masyarakat Sudah Susah Ditipu dan Dibuat Tambah Susah

1204
Plt. Kadis Koperasi dan UMKM, Balthasar Bouk.

Goberita.id. Pengumpulan KTP, Surat Keterangan Tidak Mampu, Meterai dan uang buka rekening tidak memiliki sumber yang jelas dan terpercaya. Diduga ini merupakan perbuatan oknum tertentu mencari keuntungan di moment Politik. Akibatnya, masyarakat yang sedang susah akibat pandemi global Corona tergiur, tapi pada akhirnya bantuan tersebut tidak ada atau tidak sesuai yang dijanjikan.

Plt. Kadis Koperasi dan UMKM Kabupaten Belu, Balthasar Bouk, mengatakan hal yang ini ketika ditemui (03/11) diruang kerjanya. Menurut Balthasar, untuk bantuan tunai UMKM dinas Koperasi menyalurkan dana 2,4 juta per pelaku usaha dan sudah selesai dibagikan.

” Informasi ini cukup meresahkan Masyarakat, bahwa akan ada bantuan usaha 7,5 juta perkelompok, tetapi mau kami sampaikan bahwa kalau ada bantuan seperti itu maka melalui Pemerintah melalui Dinas teknis yaitu Koperasi dan UMKM, pastinya ada surat resmi dan tidak lanjuti surat itu. Tetapi sampai dengan saat ini kami tidak tahu bantuan itu sumbernya darimana, yang kami tahu bantuan dari Presiden melalui Koperasi yang sebesar 2,4 juta,” Urai Balthasar.

Baca Juga:  Uskup Agung Kupang Membuka Musda Forkoma PMKRI NTT

Lebih lanjut Balthasar menegaskan bahwa sampai dengan saat ini Dinas Koperasi dan staf lapangan tidak ada yang melakukan pemungutan KTP dan menjanjikan bantuan kelompok.

” Mari kita sama-sama meyakinkan masyarakat bahwa bantuan ini tidak ada, jangan-jangan ada oknum yang tidak bertanggungjawab mencari keuntungan di moment politik saat ini,” tegas Balthasar.

Lebih lanjut Balthasar mengatakan bahwa oknum yang melakukan penipuan ini memanfaatkan kesusahan masyarakat.

” Kasihan masyarakat karena mendengar akan ada bantuan uang Tunai seperti ini mereka langsung tindak lanjuti kumpul KTP, Meterai, urus SKTM, fotocopy, jadi kasihan mereka sudah susah malah dibuat susah lagi,” ujar Balthasar yang juga Kepala BNPB Kabupaten Belu ini.

Baca Juga:  Sahabat Daftar ke KPU, Miquel: Ini Massa Terbanyak Sepanjang Sejarah Pilkada

Dirinya juga menghimbau kepada para Kepala Desa dan Lurah agar cermat dan teliti sebelum mengeluarkan surat keterangan tidak mampu kepada masyarakat. Sebab katanya, bantuan dengan sumber tidak jelas seperti ini hanya akan merugikan dan menyusahkan Masyarakat kecil.

Sebagai salah satu Tokoh Masyarakat di Raimanuk, Balthasar menceritakan bahwa di kampungnya juga terjadi pengumpulan KTP oleh Oknum tertentu dengan janji yang sama, namun dirinya telah memberikan pencerahan sehingga saat ini masyarakat telah meminta kembali dokumen dan sejumlah uang yang dikumpulkan untuk buka rekening.

Diberita sebelumnya, warga menyampaikan bahwa mereka mengumpulkan dokumen dan sejumlah uang ke rumah salah satu Warga di Tenukiik. Disana, mereka dipanggil nama dan menandatangani spesimen di buku Rekening. Sampai dengan saat ini belum diketahui Bank mana karena buku tersebut tidak ditunjukan. Warga dijanjikan akan menerima uang tunai sebesar 1,5 juta perorang di pertengahan bulan Nopember dan tanggal 6 Desember tahun ini.

Baca Juga:  NasDem Belum Keluarkan SK Penetapan Paslon Pilkada Belu dan TTU

Janji bantuan yang tidak jelas sumber dananya ini nampak sudah tidak terlalu heboh lagi, namun menurut bebarapa warga secara diam-diam masih ada aktivitas pengumpulan KTP dan mengantar ke Tenukiik. Kita Berharap, dokumen warga tidak ditipu untuk kepentingan lain dan uang yang dikumpulkan dapat dikembalikan kepada warga yang saat ini sedang susah akibat Korona.YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

Comments

comments