Janji 7,5 Juta Tak Kunjung Diberikan, Warga Maudemu Ancam Lapor dan Pindah Ke Sahabat

0
4892
Hendrikus Koli, warga maudemu yang juga ketua Kelompok dari bantuan 7,5 juta yang di janjikan.

Goberita.id. Sejumlah Warga Maudemu, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, menagih janji bantuan 7,5 juta perkelompok yang katanya akan dicairkan pada awal bulan November ini. Pasalnya, Sampai dengan saat ini, bantuan tersebut tidak memberikan tanda-tanda akan cair. Warga mengakui bahwa yang menjanjikan Oknum Timsus Paslon Pilkada Belu Nomor 2 (Sehati). Kesal dengan janji muluk tersebut, Warga putuskan tidak lagi mendukung Paslon Sehati dan akan dukung Sahabat serta laporkan ke Bawaslu dan Polisi.

Hendrikus Koli (33) Warga RT 04 Dusun Maedemu, Desa Maudemu mengungkapkan kekecewaannya bersama sejumlah warga lainnya ketika ditemui Media ini (13/11).

Mulanya menurut Hendrik, pada bulan Oktober seorang Oknum Timsus Sehati di Maudemu berinisial PM menemuinya dan mengatakan bahwa mereka yang mendukung Sehati akan diberikan bantuan Kelompok. Bantuan tersebut kata Hendrik dijanjikan akan dicairkan pada bulan November ini dengan jumlah 1 orang mendapatkan 1,5 juta atau totalnya 7,5 juta bagi satu kelompok yang terdiri dari 5 orang.

Karena dasarnya sudah mendukung paslon 02, HK bersama warga lainnya merasa sangat senang akan ada bantuan. Mereka, kata HK dalam waktu singkat mengurus dokumen seperti Foto Kopi KTP, Kartu Keluarga, Surat keterangan Tidak Mampu, Meterai 6 ribu dan Uang tunai 70 ribu per kelompok.

Setelah itu HK bersama PM langsung membawa dokumen dan uang yang katanya untuk buka rekening ke rumah salah satu warga di Tenukiik dekat Kodim 1605 Belu. Mereka tiba ditempat itu dari jam 10 pagi. Banyak orang ditempat tersebut, hingga jam 11 malam baru HK dilayani oleh dua wanita yang berpenampilan layaknya Pegawai Bank. HK sebagai ketua kelompok menandatangani sebuah buku mirip rekening Bank.

Baca Juga:  Jenasah Pasien Covid ke 13, Warga Tulamalae Atambua Malam Ini Dimakamkan

” Saya ketua kelompok, saya punya uang dari maudemu 200ribu, kami dari jam 10 pagi, orang banyak sekali yang mau urus dapat bantuan disitu, jam 11 malam baru sampai giliran kami. Saya pulang rumah hanya bawa pulang uang 50 ribu, karena isi bensin, Fotocopi dan makan,” ungkap Hendrik

Katanya lagi, ” uang yang kami kasih keluar berharga bagi kami, bisa beli beras 7 Kilo, Uang 70 ribu kami harus bawa tomat 7 ember datang Atambua baru bisa dapat.”

Hendrik mengatakan bahwa dirinya adalah salah satu pendukung paslon Sehati, namun apabila bantuan 1,5 juta perorang itu tidak ada maka dirinya dan seluruh pendukung sehati lainnya di Maudemu akan beralih pilihan ke Paslon nomor urut 1, Sahabat (Willybrodus Lay dan J.T Ose Luan).

” Kalau tidak ada bantuan kami minta kembalikan uang kami, kami cape, buang kerja, kalau hanya ditipu, saya Sehati tapi kalau begini maka kami kembali ke Sahabat,” tandas Hendrik.

Hingga berita ini diturunkan, Ketua Tim Pemenangan Sehati Belu, Anton Tisera, ketika dikonfirmasi melalui pesan Whatsapnya belum membalas terkait ada bantuan dan oknum tim Sehati yang disebutkan mengumpulkan KTP tersebut.YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here