Kepala BNI Atambua Nyatakan Pencairkan Bantuan UMKM Tidak Ada Kepentingan Pilkada. Lantas Apakah Ada Penumpang Gelap Yang Ingin Nebeng?

0
465
Pelaku UMKM menerima Banpres di BNI Capem Atambua.

Goberita. Id. Sebanyak 6.503 Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah(UMKM) di kabupaten Belu menerima Bantuan Presiden RI. Bantuan yang dikucurkan lewat BNI ini, terjadi diseluruh wilayah di Indonesia. Adapun beberapa hari lalu sebelum bantuan UMKM ini dicairkan, muncul rumor bahwa akan ada pemberian bantuan dari salah satu Paslon Pilkada Belu. Katanya juga, beberapa oknum membantu menguruskan dokumen kelengkapan sebagai syarat penerima bahkan mengantarkan penerima ke Bank BNI. Oknum-oknum tersebut katanya, tidak memiliki kapasitas langsung dalam bantuan ini. Apakah mereka adalah Penumpang Gelap di proses penerimaan bantuan ini yang diduga kuat menjalankan Misi Politik Pilkada Belu?

Kepala BNI Capem Atambua, Yosepha M. Angi yang dikonfirmasi terkait bantuan untuk UMKM dari PNM (18/11) hari ini, membenarkan adanya penyaluran bantuan BUMN tersebut kepada nasabah penerima.

Diakuinya, bantuan tersebut disalurkan melalui rekening masing-masing penerima sebesar Rp 2,4 juta.

“Sekarang sudah mulai pembayaran. Karena sekarang masa pandemi, maka kami bayar berdasarkan kelompok dan jadwal diatur barsama kantor PNM,” ungkap Yossy Angi seperti dilansir Kilas Timor.com.

Terkait isu yang beredar bahwa bantuan tersebut dari salah satu Paslon Pilkada Belu, Yossy Angi mengatakan, penerima dana ini pasti tahu dari mana bantuan tersebut, karena mereka langsung dikoordinir oleh tim PNM di Atambua.

Bantuan ini merupakan bantuan Presiden (Banpres) sehingga klaim tersebut tidak benar. “Ini bantuan Presiden untuk seluruh Indonesia termasuk Belu. Jadi tidak benar kalau diklaim pihak tertentu terkait Pilkada Belu,” Papar Yossy

Terpisah, para penerima bantuan Presiden yang ditemui awak media ini mengakui sangat senang dan berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo karena melalui kelompok Koperasi,para pelaku usaha kecil sudah diberi bantuan stimulan untuk pengembangan usaha.

Baca Juga:  J. T. Ose Luan Di Undang PDIP Mengikuti Sekolah Partai Gelombang Ke Dua.

Mama Florinda Soi, salah satu pelaku Usaha Tenun Ikat dari Kelurahan Fatubenao yang selama ini bersama sembilan orang anggota kelompok lainnya tekun menenun, menyampaikan apresiasi kepada Presiden Jokowi.

“Terima kasih bapak Presiden karena kami sebagai kelompok tenun ikat sudah diberi bantuan modal karena corona,usaha tenun kami juga terhambat. Dari kelurahan Fatubenao kabupaten Belu,kami ucapkan limpah terima kasih kepada Bapak Jokowi atas perhatian dan bantuannya sehingga kami tetap semangat untuk mengerjakan kerajinan tangan tenun ikat,” Ungkap Polos Florinda

Hal senada disampaikan mama Yohana Luan, pelaku usaha batu bata dari dusun Baukoek kelurahan Fatubanao,Belu.

Yohana menuturkan selama pandemi covid 19, penjualan batu bata miliknya mengalami penurunan sehingga perputaran modal menjadi lambat.

Karena itu, denngan mendapat bantuan stimulan dari Presiden, Yohana sangat berterima kasih karena dengan bantuan yang diperoleh ia bisa manfaatkan untuk berjualan BBM.

“Terima Kasih Bapak Presiden karena sudah mau membantu kami. Walaupun nilainya tidak besar tapi bantuan ini kami bisa manfaatkan untuk usaha lain karena selama corona orang jarang beli batu merah,” ungkap Yohana.

Para penerima mengakui bahwa bantuan yang mereka peroleh sama sekali tidak ada kaitan dengan hajatan pilkada.

“Kami dapat bantuan ini karena kami ada usaha dan untuk urus mau terima bantuan ini kami urus sendiri dengan orang Koperasi karena selama ini kami sudah bentuk kelompok,” tegas Yohana saat ditanya terkait informasi bahwa bantuan Presiden yang diperoleh ada kaitan dengan paket tertentu dalam hajatan Pilkada Belu 2020.

Pantauan media ini, masyarakat pelaku usaha sangat antusias untuk mencairkan bantuan yang diperoleh dari Presiden melalui BUMN PNM. Para pelaku usaha penerima bantuan Presiden merupakan nasabah PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) sebagai salah satu BUMN. Bantuan tersebut disalurkan melalui BNI cabang Atambua dimana bantuan Presiden tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dan PNM untuk mengatasi dampak Covid-19 yang dirasakan oleh para pelaku UMKM di kabupaten Belu yang adalah daerah perbatasan RI-RDTL. YP.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here