Puluhan Warga Maudemu Datangi Rumah MLL, Tanya Kepastian 7,5 Juta dan Bantuan Kelompok Tenun

0
2827
Puluhan warga Maudemu yang dijanjikan akan menerima bantuan uang 7,5 juta datangi rumah MLL di tenukiik atambua.

Goberita.id. Puluhan Warga Desa Maudemu Kecamatan Lamaknen kembali menanyakan kejelasan janji bantuan kelompok sebesar 7,5 juta. Warga tersebut langsung menuju ke rumah salah satu warga Tenukiik , Ibu Mera Luan Laka. Ternyata bukan saja janji 7,5 juta perkelompok tetapi juga warga diminta bentuk kelompok tenun ikat agar mendapatkan bantuan. Janji-janji tersebut menurut Warga Maudemu, bermula dari kampanye Paslon Pilkada nomor 2 dengan sandi Sehati (Agus Taolin dan Aloysius Haleserens).

Finsen Bau (44) Salah satu ketua Kelompok penerima bantuan dari dusun Beisurik, Desa Maudemu, hari ini (19/11) didampingi puluhan warga lainnya mengatakan hal tersebut kepada media ini.

Finsen menceritakan bahwa, informasi terkait bantuan tersebut didengar awalnya pada kampanye Paslon Sehati pada bulan Oktober di dusun Laloro, Desa Maudemu yang dihadiri isteri cawabup Sehati, Aloysius Haleserens. Waktu itu sekelompok ibu yang mendampingi Ibu Aloysius mengatakan kepada peserta kampanye tidak jauh dari lokasi kampanye bahwa akan ada bantuan kepada kelompok masyarakat. Ajakan inilah yang menjadi informasi mulut ke mulut dan memulai pergerakan warga Maudemu mengumpulkan KTP hingga 65 kelompok terbentuk.

” dong panggil kami kebelakang, ibu-ibu tidak kami kenal, yang kami kenal bu Mera Luan yang bilang kumpulkan KTP dan lain lalu antar ke Tenukiik. Katanya harus 5 orang setiap kelompok,” Tutur Finsen.

Lanjut Finus dengan polos dan dialek khas Bunaq ” Informasi cepat sekali di Maudemu akhirnya kami semua kumpul dokumen, uang 70 ribu dan antar. Kami masyarakat kecil percaya saja, namanya orang besar dong yang janji.”

Tak lama dari waktu kampanye Finsen dan sejumlah warga maudemu mengurus dokumen dan menuju Tenukiik mengantar beserta dengan uang buka rekening 70 ribu per Kelompok. Tidak hanya 70 ribu Finus menguraikan bahwa mereka harus membeli meterai, biaya transportasi dan makan-minum selama di Atambua.

Baca Juga:  Mama Maria Rosamunda Berek Tepis Bantuan 7,5 Juta Dari Sehati

Menurut Finus, di Tenukiik, mereka dilayani dua ibu, mereka diminta mengisi formulir lalu menandatangi sebuah buku layaknya rekening Bank namun buku tersebut tidak diberikan.

Setelah sekian lama dari waktu itu, tidak ada info lanjutan hingga bulan November. Karena mulai ragu dengan janji tersebut, Finsen bersama puluhan warga Maudemu putuskan mendatangi rumah Ibu Mera Luan hari ini. Ketika tiba di Tenukiik, Beberapa kerabat Ibu Mera mengatakan bahwa Ibu Mera sedang ke Kupang. Lantas, Finsen diberikan nomor HP anak Mama Mera yang bernama Jeklin Luan Laka.

Finsen sempat melakukan komunikasi dengan Jecklin yang katanya lagi di Kupang. Kepada Finsen, Jecklin mengatakan dirinya sedang berada di Kupang dengan tujuan mengurus bantuan yang dimaksudkan.

Puluhan warga tersebut malam tadi (19/11) langsung kembali ke Maudemu dan akan datang lagi beberapa hari kedepan. Jeklin ketika dikonfirmasi membalas Whatsapp beberapa jam kemudian menyampaikan maaf dan katanya akan menghubungi kembali hari ini. Sementara itu karena Paslon Sehati disebut, Ketua Tim Pemenangan Sehati Belu, Anton Tisera, juga sudah ditanyakan melalui WA sudah dibaca namun belum membalas. YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here