FPPH Belu Nilai Penanganan Kasus Akulina Lamban dan Merusak Citra Demokrasi

0
1161

Goberita.id. Forum Peduli Penegakkan Hukum (FPPH) Belu, menilai bahwa penanganan kasus Tindak Pidana Pemilu dengan tersangka Akulina Dahu dan dua anggota KPPS yaitu YM dan VS lamban dan merusak citra demokrasi sebab apabila pelaku tindak pidana Pemilu tidak diberikan hukuman maka akan menjadi momok buruk bagi penyelenggara dan pelaksanaan pesta Demokrasi di Kabupaten Belu. Dengan demikian, Pihak FPPH meminta agar ada kepastian hukum bagi mereka yang dengan sengaja menciderai demokrasi Pilkada 2020 dengan melanggar aturan.

Demikian disampaikan Viktor Motaain Nahak saat aksi damai dan berorasi didepan Kantor Kejaksaan Negeri Atambua (12/01) hari ini.

Viki yang adalah ketua FPPH ini menandaskan agar kasus dugaan tindak pidana Pilkada Belu 9 Desember 2020 harus dituntaskan, terutama segera di P-21-kan atau dinyatakan lengkap berkas perkara ketiga tersangka oleh Kejari Belu, untuk dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Atambua.

“Kami minta Kejari Belu segera nyatakan berkas perkara tindak pidana Pilkada Belu lengkap atau P-21,” tandasnya.

Katanya lagi, sesuai sesuai pasal 178 C ayat 1 dan 2 Peraturan Bersama yang ditandatangani Kapolri, Kajagung dan Ketua Bawaslu Nomor 5 Tahun 2020, Nomor 1 Tahun 2020 dan Nomor 14 Tahun 2020 tentang Sentra Gakumdu pada pemilihan kepala daerah, berkas hanya diserahkan satu kali. Namun kini entah apa alasan Kejari Belu telah mengembalikan berkas sebanyak dua kali.

Lebih dari itu, dia menambahkan, Gakumdu ada perwakilan Kejaksaan Negeri Belu, bagaimana mungkin penelitian berkas begitu lama? Dia meminta Kajari dan jajarannya tidak mendiamkan kasus ini, karena merusak demokrasi.

FPPH Belu lalu membacakan tuntutannya sebagai berikut, Pada tanggal 18 Desember 2020 Sentra Gakumdu menemukan ada unsur tindak pidana Pilkada Belu yang dilakukan oleh Aquilina Dahu dan kedua anggota KPPS di TPS 02 Desa
Nanaenoe, Kecamatan Nanaet Dubesi Kabupaten Belu, sehingga Sentra Gakumdu melaporkan kasus tindak pidana pemilu tersebut ke Polres Belu untuk dilakukan proses
penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.
Maka Forum Peduli Penegakkan Hukum (FPPH) Kabupaten Belu menyampaikan sejumlah pernyataan sikap:

Baca Juga:  Pembatasan Sosial Membatasi Pelantikan DPP PAN dan Demokrat

1. Mendukung laporan yang disampaikan oleh Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakumdu) Kabupaten Belu terkait dugaan tindak pidana Pilkada 2020 yang melibatkan Akulina Dahu dan dua anggota KPPS masing-masing YM dan VS.

2. Mendukung penuh penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan Polres Belu atas laporan yang disampaikan Sentra Gakumdu Belu.

3. Meminta Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Belu untuk segera menuntaskan berkas perkara yang telah dilimpahkan Polres Belu, terkait dugaan tindak pidana Pilkada Belu 2020. Hal ini sesuai pasal 178 C ayat 1 dan 2 Peraturan Bersama yang ditandatangani Kapolri, Kajagung dan Ketua Bawaslu Nomor 5 Tahun 2020, Nomor 1 Tahun 2020 dan Nomor 14 Tahun 2020 tentang Sentra Gakumdu pada pemilihan kepala daerah.

4. Meminta Kejari Belu, segera men-P21-kan berkas perkara tindak pidana Pilkada Belu atas nama Akulina Dahu dan dua anggota KPPS TPS 02, Desa Nanaenoe, Kecamatan Nanaet Duabesi, Kabupaten Belu. Hal ini perlu, mengingat waktu
dalam proses tindak pidana pemilu tersisa dua hari untuk dinyatakan kadaluarsa dan ditutup.

5. Jika tuntutan ini tidak dijawab dengan segera, maka FPPH Belu akan melakukan aksi lanjutan dengan melibatkan peserta lebih besar lagi.
6. Meminta kepada Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk mencopot Kepala Kejaksaan Negeri Atambua.

Usai pembacaan tuntutan, perwakilan FPPH Belu kemudian bertemu dengan Kajari Belu, Alfons Loe Mau. Kajari dalam perjelasannya, berkas perkara kasus tersebut, masih mengalami kekurangan alat bukti, yang perlu dilengkapi pihak penyidik Polres Belu. Namun, Kajari tidak menyebutkan apa saja kekurangan alat bukti itu karena bersifat rahasia. YP.

 

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here