Pemakaman Jenazah Pasien Covid Belu dibawah Guyuran Hujan dan Penuh Keharuan

0
2011
Pemakaman Jenazah Pasien Covid ke 9 di Masmae Tukuneno Belu.

Goberita.id. Sejak malam Tadi hujan deras mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Belu membuat sejumlah aktivitas warga terutama di Pasar dan jalan agak sepi. Namun tidaklah sepi di Pekuburan Umum Masmae, Desa Tukuneno, Belu. Operator sebuah Excavator mini, menggerakan maju mundur sembari menancapkan kukunya membentuk lubang atau liang kubur. Sepertinya akan menerima tamu baru di pemakaman itu.

Ya, memang benar pagi ini senin (01/02) di makamkan lagi Jenazah pasien yang meninggal akibat Covid-19 di RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD, Atambua. Sebab tak berselang lama pekuburan tersebut dipersiapkan datanglah mobil Ambulance pembawa Jenazah tiba di Masmae. Jenazah Pasien ke 9 tersebut adalah warga Tukuneno.

Suasana sangat haru, pasalnya ketika peti jenazah akan diturunkan oleh petugas kedalam lubang kubur dibantu excavator, ratap tangis dari anak kandung dan seantero keluarga dari kejauhan. Hanya bisa menatap kepergian orang yang dicintai dari jauh tanpa bisa melihat langsung fisiknya atau menyentuh yang terakhir kali seperti biasanya disemayamkan dirumah terlebih dahulu. Covid tidak saja mematikan tetapi mengambil semua kebahagiaan dan menambah derita di saat terakhir sekalipun.

Pria bermantel hujan warna hijau mondar mandir dibawah guyuran hujan seraya memberi aba-aba dan menyemangati pria-pria lain setimnya yang lengkap menggunakan Alat Perlindungan Diri. Dia adalah Koordinator Bidang Penanganan Jenazah Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu, Vincent K. Laka akrabnya di panggil En bersama tim pemakaman pasien Covid-19 Belu.

” Awas Licin ! Awas Licin, ! Teriak En berulang-ulang mengingatkan Tim ketika Mengusung peti Jenazah menuju liang kubur. Memang, kondisi tanah becek dan tergenangnya air cukup beresiko tergelincir apabila tidak berhati-hati. Lagi pula, tidak ada tempat berteduh yang cukup aman. En sesekali mengingatkan sanak keluarga Almarhum agar tidak mendekat demi kesehatan dan keselamatan mereka. Tapi situasi itu bisa dikendalikan dan Pasien tersebut dapat dimakamkan sesuai protokol covid.

Baca Juga:  PDI Perjuangan Salurkan 10 Hand Traktor Bantuan Ansy Lema di Kecamatan Tasifeto Barat

“Kendalanya hanya hujan saja, yang lain aman terkendali,” ujar En yang juga Kadis PUPR Belu ini.

Video amatir nampak keluarga almarhum terisak sedih dari kejauhan menatap pemakaman tersebut.
Ini pasien ke Sembilan yang dimakamkan di Masmae kata Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Belu selaku Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu, Christoforus M. Loe Mau. Rupanya Tamu ke Sembilan akibat Covid di pekuburan Masmae, Tukuneno, hari ini ini adalah tuan rumah sendiri.

” Untuk sementara 9 yang meninggal. termasuk satu pasien yang meninggal tadi malam. Pasien yang meninggal berinisial HL, umur 75 tahun, Jenis Kelamin Laki-laki, Alamat Tukuneno, Tasbar, ” Jelas Jubir Covid yang akrab disebut Melly Loe ketika dikonfirmasi pagi tadi.

Catatan Redaksi

Covid tidak mengenal siapa saja dan dimana saja. Semuanya berpeluang tertular. Berita sebelumnya, Wakil Gubernur NTT, Josef Nai Soi dinyatakan positif Covid pada Jumad (8/01/2021), hasil pemeriksaan menyebutkan Josef bersama sopir dan ajudannya positif. Setelah Wagub, 4 hari kemudian (12/01/2021) Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) terkonfirmasi Positif Covid-19.

Dalam konteks sebagai pejabat Negara tentunya mereka (Gubernur dan Wagub) memiliki security dan Proteksi yang sangat baik dalam kehidupan sehari-hari. Soal penguatan imun tubuh tidak perlu dipertanyakan, baik itu makanan-minuman, multivitamin, pola hidup sehat dan pengontrolan medis secara intens sesuai protokol kenegaraan. Tapi mengapa masih terkena Virus Korona? Jawaban paling lugas dan sederhana adalah, Virus ini tidak mengenal siapa saja dan dimana saja. Cara penyebaran Virus ini pun sangat mudah dan melalui media yang sering kita gunakan. Seperti, berjabat tangan atau bersentuhan dengan orang yang terkonfirmasi Covid, memakai atau menyentuh benda bekas pakai penderita Covid, berbicara dengan jarak lebih dekat satu meter. Nah, Kita semua bisa berpotensi terkena Covid, salah satu contoh sederhana, kita tidak tahu di bandara, di pasar, supermarker, warung dan lainnya yang saat kita datangi telah terinfeksi lebih dahulu. maka langkah pencegahan wajib dimulai dari diri masing-masing.

Baca Juga:  Juli-Agustus Parpol Tetapkan Paslon Yang Didukung Maju Pilkada Belu

Pemerintah Kabupaten Belu terus menghimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada dengan terus menjalankan pola hidup sehat, menjaga jarak fisik dalam beraktivitas, menghindari kerumunan dan selalu membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan sabun di air mengalir/menggunakan Hand Sanitizer dan wajib menggunakan masker jika beraktivitas di luar rumah serta menjaga imun tubuh. YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here