Bronjong Rusak Diterjal Banjir, Peternakan Keuskupan Atambua dan Lahan Pertanian Warga Terancam Tergerus Habis

0
488
Rusaknya Bronjong Penahan Banjir, Akibatnya Longsor di Bantaran Sungai Talau dekat Peternakan Keuskupan dan Lahan pertanian Warga Desa Kabuna.

Goberita.id. Luapan banjir dari Sungai Talau akibat curah hujan deras dan extrim dua pekan lalu membuat sebagian besar tanah di bantaran Sungai di Weutu, batas antara Desa Kabuna dan Umaklaran, terkikis longsor. Longsor ini sebabnya Bronjong penahan gerak air dan longsor rusak total. Dekat longsor tersebut terdapat tanah Keuskupan Atambua yang selama ini menjalankan usaha pengembangan ternak Babi pedaging dan lahan pertanian padi dan sayur-sayuran warga setempat.

Pengelola peternakan Babi Keuskupan Atambua, Romo Aje Afat, Pr, kepada media ini, Jumad (09/04) mengatakan bahwa patahan longsor akibat rusaknya bronjong penahan banjir sudah mulai mengkuatirkan. Pasalnya, jarak longsor itu sudah semakin dekat, sisa 5 Meter dari tanah Keuskupan seluas 3 hektar yang diatasnya dibangun kandang Babi permanen sejak tahun 2014.

” Jaraknya sisa 5 meter, dari longsoran dengan lahan kami, kalau tidak diatasi, apabila longsor lagi maka pasti kami kena dampak langsung, Luas lahan tanah Keuskupan 3 hektar lebih yang terancam kena,” Ungkap Romo Aje.

Katanya lagi, “Longsor saat ini 70 an meter, 70 meter itu diukur dari ujung bronjong sampe batas tanah keuskupan, belum terhitung ke atasnya lagi yaitu tanah milik warga kita.”

Romo Aje mengharapkan perhatian Pemerintah dalam hal ini dinas atau badan teknis yang menangani infrastruktur wilayah sungai.

Ose Dasi, Salah satu Warga Dusun Weraihenek, Kabuna, yang lahan pertaniannya di pinggir sungai tersebut juga mengeluhkan hal yang sama. Katanya, sebagian lahan sudah terkikis terbawa sewaktu banjir dan longsor, kalau nanti hujan dan banjir lagi menurut Ose luapan banjir akan langsung merusak lahan pertanian. dirinya juga meminta perhatian Pemerintah agar memperbaiki bronjong penahan tersebut.

Baca Juga:  Stay At Home. Pemerintah Minta Pelaku Ekonomi Pakai Hukum Kemanusiaan

Terkait kondisi ini, Kadis PUPR Belu, Vincent K. Laka, mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan survey. Namun Jelas Kadis PUPR Belu ini, Pemda tidak memiliki kewenangan untuk mengitervensi berupa perbaikan infrastruktur secara langsung.

” Bencana berupa longsoran ini adalah di Sungai Talau yang merupakan kewenangan Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah sungai II NTT, kita hanya bisa laporkan, tidak bisa diintervensi Pemda, nanti kami akan survey dan laporkan ke mereka,” Jelas Vincent K. Laka melalui pesan Whatsappnya. YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here