Hibah Lahan Haliwen Belum Final, Anak Cucu Pemilik Mengadu Ke DPRD Belu

0
1099
Utusan Anak Cucu almarhum Zakarias Maukura ketika berdialog di ruang kerja Waket 1 DPRD Belu.

Goberita.id. Hibah Lahan atau Tanah oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat kepada warga Eks Tim-Tim berlokasi di Haliwen-Karantina, Manumutin, Kecamatan Kota Atambua ternyata belum final. Penyerahan Lahan tersebut menyebabkan ketidakpuasan pemilik lahan. Oleh karenanya, Anak Cucu Almarhum Zakarias Maukura selaku Pemilik Lahan melakukan protes dan mengadu ke DPRD Belu. Salah satu alasan Protes tersebut adalah, Lahan tersebut tidak pernah dihibahkan untuk dimiliki Pemerintah dalam hal ini Dinas Peternakan Provinsi NTT.

Demikian diungkapkan Utusan Anak dan Cucu Almarhum Zakarias Maukura ketika diterima Wakil ketua I DPRD Belu, Cyprianus Temu, dan sejumlah anggota DPRD dari Komisi 1 diruang Kerja Waket I DPRD (12/04) hari ini.

Silvia Mau, Cucu dari Zakarias Maukura, ketika diberi kesempatan, mengatakan, lahan yang dihibahkan oleh Gubernur NTT kepada warga baru (warga eks timor-timur) di Haliwen-Karantina tersebut adalah lahan milik pihaknya.

Silvia juga mempertegas bahwa lahan tersebut tidak pernah diserahkan kepada pemerintah provinsi NTT untuk dimiliki. Tanah tersebut memang diberikan kepada Pemprov Namun hanya dikelola untuk pengembangan pakan ternak oleh Dinas Peternakan Provinsi NTT.

Silvia meminta agar Pemerintah Provinsi NTT membuktikan kalau tanah tersebut telah dihibahkan untuk dimiliki sepenuhnya

“Minta bukti penyerahan harus pemerintah kasih keluar tunjukan bahwa bukti betul nenek moyang menyerahkan, bukti secara tertulis, kapan, harus jelas,” tandas Silvia.

Sama halnya dengan Silvia, Cucu Lainnya, Linda Bui Kau, juga dengan tegas meminta pemerintah provinsi harus menunjukan bukti dokumen resmi bahwa lahan tersebut diserahkan nenek moyangnya Zakarias Maukura kepada pemerintah.

“Kami anak cucu minta untuk telusuri, siapa yang ikut turut saksi, istrinya, anaknya, cucunya (Zakarias Maukura) dalam surat pernyataan penyerahan untuk menjadi aset pemerintah, ini yang kami perlu tau,” tegas Linda.

Baca Juga:  Fraksi PAN Belu Tolak Pengobatan Gratis Kalau Tak Ada Dasar Regulasi

Menanggapi protes tersebut, Wakil Ketua DPRD Belu Cyprianus Temu mengatakan hibah lahan tersebut merupakan kewenangan pemerintah provinsi.

“Ini kewenangan provinsi. Karena itu tadi kita hanya menerima saja aspirasinya, kita akan koordinasi dengan pemrov. Saya sudah buat surat ke Komisi I untuk ke kupang berkonsultasi,” jelas Cipry

Untuk diketahui, dikutip dari Gerbang NTT.com, Berita acara hibah tanah itu juga diserahkan langsung oleh Gubernur VBL kepada perwakilan Pemda Belu, Tokoh Agama dan tiga orang tokoh masyarakat perwakilan dari 475 KK warga penerima yang berlangsung di halaman depan Kapela St. Miguel Archanjo Haliwen, Rabu (24/03/2021).

Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah NTT , Dr. Zeth Sonny Libing, M.Si dalam laporannya mengatakan bahwa tanah yang dihibahkan tersebut adalah kawasan tanah milik pemerintah propinsi NTT berdasarkan GS nomor 1 tahun 1985 dan tercatat dalam aset propinsi NTT.

Total luas kawasan tanah tersebut kata Dr. Zeth Sonny adalah seluas 46,3 hektar yang diserahkan Alm. Zakarias Maukura sekitar tahun 80an kepada pemerintah daerah untuknpengembangan peternakan.

Menurutnya, pada tahun 1999 tanah tersebut dihuni oleh 475 Kepala Keluarga (KK) penghuni baru eks timor-timur. Di dalam tanah ini juga terdapat beberapa fasilitas seperti Sekolah, Gereja, PAUD, Pekuburan Umum dan Stadion.

Hari ini atas kebijaksanaan hati Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat jelas Zeth Sonny akan menyerahkan tanah sekitar 25 Ha untuk 475 KK dan setiap KK 500M², 2.500M² untuk Kapela, 7.500 M² untuk Sekolah, 500 M² untuk Paud dan 2.000M² lebih untuk pekuburan umum.

Selanjutnya tambah Zeth Sonny sisa tanah kurang lebih 25,3 hektar menjadi tanah milik pemerintah provinsi NTT dan akan digunakan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat baik itu pertanian maupun peternakan dengan melibatkan seluruh masyarakat didalamnya.YP.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here