Terkesan Arogan dan Tidak Menghargai Pekerja Media, Pena Batas Sesalkan Sikap Bupati Agus Taolin

0
1433
Ketua Pena Batas, Stefan Dile Payong, Jurnalis MNC Group, ketika memberikan keterangan Pers kepada awak Media.

Goberita.id. Persatuan Jurnalis Belu Perbatasan (Pena Batas) RI-RDTL menyesalkan sikap Bupati Belu dr. Agustinus Taolin terhadap sejumlah wartawan saat menjalankan tugas peliputan di wilayah Kabupaten Belu, Timor Barat, Perbatasan RI-Timor Leste. Pena Batas kesal dengan sikap Bupati Belu yang belum sepuluh hari dilantik itu karena dinilai terkesan mengintimidasi, arogan dan kurang menghargai wartawan.

Ketua Pena Batas, Stefanus Dile Payong menyampaikan hal ini kepada wartawan di Atambua,(06/05) hari ini.

Adapun Pena Batas menyesalkan sikap Bupati Belu ini atas beberapa kali peliputan kegiatan Pemda Belu.

Intimidasi, arogansi dan kurang menghargai wartawan saat menjalankan tugas jurnalistis terutama saat sesi wawancara di RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua saat itu Bupati melarang wartawan menulis hal-hal negatif yang ada di kabupaten Belu, tetapi hanya menulis hal yang positif. Wartawan memaklumi ketika Bupati menyampaikan pernyataan tersebut bersifat mengajak, namun pada kenyataannya Bupati lebih berdifat memaksa.

Sikap arogansi dan kurang menghargai wartawan juga kembali ditunjukan Bupati Agus Taolin saat kegiatan peninjauan lahan untuk relokasi warga korban bencana pada Kamis (29/04/2021). Saat sesi wawancara Bupati terlebih dahulu mengecek keberadaan wartawan dengan mengeluarkan kata-kata yang cukup tegas.

“Dari mana, mau tanya apa?,” tegas Bupati sambil menunjukkan jari ke hadapan wartawan.

Lagi-lagi sikap arogansi dan kurang menghargai wartawan kembali ditunjukkan Bupati Agus Taolin saat sesi wawancara usai kegiatan Rakor dan Konfirmasi Rencana Aksi Pelaksanaan Inpres nomor 1 tahun 2021, Rabu (05/05/2021).

Saat wartawan door stop, Bupati kembali berulah dengan mengatur wartawan tentang pertanyaan-pertanyaan dan membatasi waktu pertanyaan. Sesungguhnya hal seperti itu sudah diketahui dan dipahami wartawan sebelum melakukan door stop narasumber. Akan tetapi, Bupati Belu, Agus Taolin selalu menunjukkan sikap arogansinya.

Baca Juga:  Fraksi PAN Belu Tolak Pengobatan Gratis Kalau Tak Ada Dasar Regulasi

Tak sampai disitu, ketika wartawan mengajukan pertanyaan kepada nara sumber yang adalah pejabat dari pusat berkaitan dengan perhatian pemerintah bagi korban badai seroja, Bupati Agus Taolin langsung memotongnya sambil menyampaikan bahwa pertanyaan dari wartawan itu di luar konteks. Padahal wartawan mengajukan pertanyaan kepada pejabat dari pemerintah pusat yang kapasitasnya sangat tepat untuk menjelaskan atas pertanyaan tersebut. Hal ini menunjukkan Bupati Agus Taolin belum paham secara benar cara kerja dan etika profesi jurnalistik.

Sikap kurang menghargai wartawan lagi-lagi ditunjukan Bupati Belu, Agus Taolin. Dengan nada tegas dan dihadapan banyak orang, Bupati Agus Taolin meminta seorang wartawan untuk berdiri tegak lurus saat wawancara.

“Berdiri lurus, simpan botol baru bertanya”, suruh bupati kepada seorang wartawaty.

Semua perintah bupati diikuti wartawan saat itu dan tidak melakukan protes banyak karena wartawan memahami jalurnya dan tidak ingin terjadi inseden di saat ada kunjungan pejabat pusat.

Terhadap beberapa kejadian tersebut, wartawan Kabupaten Belu sungguh menyesali sikap dari Bupati Agus Taolin karena pemimpin yang gencar dengan seruan tagline perubahan perilaku untuk membangun Belu tapi justru Bupati sendiri yang menunjukkan sikap tidak menghargai profesi orang lain.

“Terkait dengan kejadian ini saya sebagai ketua Pena Batas RI RDTL sangat meyayangkan sikap dan sifat Bupati yang terkesan arogan dan mengintimidasi kebebasan pekerja pers dalam mencari dan membutuhkan informasi. Sebagai pekerja pers kita merasa sangat di batasi dalam membutuhkan informasi. Kita memahami karena Pak Bupati baru bertugas, namun sebagai pejabat publik dan sebagai mitra seharusnya Pak Bupati tidak pantas menunjukan sikap seperti itu, apalagi semua kejadian itu terjadi di hadapan masyarakat banyak,” tegas Ketua Pena Batas.
 
Sebagai jurnalis tambah Stefan yang juga wartawan Tv MNC Group ini bahwa pihaknya tidak butuh di hormati tapi sebagai mitra kita harus saling menjaga dan mendukung dalam memajukan wilayah ini.YP.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here