Matheus Babak Belur Dikeroyok Mandolang Cs, Diduga Dilatari Dendam Lama

0
2190
Ilustrasi Pengeroyokan

Goberita.id. Matheus Siku Asa (31) warga Rt 007, RW 003, KelurahanTenukiik, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, babak belur dikeroyok sejumlah pemuda di wilayah tersebut. Akibatnya, Matheus mengalami luka-luka pada bagian bibir, pelipis kiri serta bengkak di bagian pelipis kanan, luka di tangan kanan kiri dan lutut kanan. Kasus dugaan tindak pidana pengeroyokan itu langsung dilaporkan korban ke SPKT Polres Belu dengan Nomor: LP/67/V/RES.7.4/2021 tertanggal 08 Mei 2021. Terlapor atau pelaku pengeroyokan yang dilaporkan korban adalah Randi Mandolang Cs yang juga warga Tenukiik, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu. Penggeroyokan ini diduga dilatari dendam lama, sebabnya kedua pihak sudah pernah terlibat masalah sebelumnya.

Dalam laporan tersebut diuraikan, Peristiwa pengeroyokan itu terjadi pada Sabtu (08/05/2021) sekira pukul 21.30 Wita malam. Bermula saat korban mendengar suara ribut-ribut diluar rumah. Korban saat itu melihat pelaku sedang bertengkar dengan keponakan korban, JW (Saksi 2).

Korban kemudian berusaha melerai namun pelaku yang tak terima dengan teguran dari korban langsung bertengkar dengan korban dan tidak lama kemudian rekan pelaku datang dan secara bersama-sama melakukan tindakan pengeroyokan terhadap korban.

Atas kejadian tersebut korban mengalami luka-luka dan langsung mendatangi SPKT Polres Belu dan melaporkannya untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Salah satu saksi korban lainnya, GF, kepada wartawan mengakui kejadian pengeroyokan atas korban oleh Randi Cs terjadi persis di depan rumahnya.

“Om Theo (Korban) sendiri, sementara mereka (Pelaku Cs) banyak. Om Theo jatuh tepat di depan saya. Wajahnya bengkak dan berdarah di bagian mulut. Sempat saya mohon cukup jangan ribut lagi.
Saya berusaha lerai tapi sudah banyak orang masuk ke halaman rumah saya,” ungkap GF, Minggu (09/05/2021) malam.

Menurut seorang kerabat korban, penggeroyokan oleh pelaku ini sudah terjadi dua kali terhadap korban. Ketika penggeroyokan pertama, korban tidak melaporkan ke Polres. Saat itu katanya, ditangani Babinpol setempat. Korban berharap ada mediasi dan perdamaian, tapi karena tidak terjadi maka hubungan antara korban dan pihak pelaku terus bermasalah hingga puncaknya pada penggeroyokan kedua ini. Babinpol Kelurahan Tenukiik ketika dikonfirmasi mengatakan kasus ini sudah dilaporkan ke SPKT Polres Belu, sehingga dirinya enggan berkomentar. YP.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here