Hubungan Intim Setelah Vaksin Covid? Baca 5 Hal Yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan

0
664
Ilustrasi Pemberian Vaksin Covid.

Goberita.id. Apakah Setelah vaksin Corona boleh langsung olahraga? Boleh berhubungan intim, beraktivitas atau minum obat? Vaksinasi COVID-19 dilakukan di seluruh dunia untuk membantu memerangi virus Corona. Meski begitu, butuh waktu dua sampai tiga minggu agar antibodi di tubuh bisa terbentuk dengan baik.

Ada beberapa aktivitas yang boleh dan tidak boleh dilakukan setelah mendapat vaksinasi COVID-19. Berikut detikcom rangkum apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan setelah divaksinasi.

1. Setelah vaksin boleh olahraga?

Menurut ahli penyakit infeksi dari Denver Health dr David Wyles, MD, selama tidak muncul keluhan yang serius dan telah selesai menjalani observasi selama 30 menit setelah divaksinasi, tidak ada larangan untuk berolahraga.

“Saya pikir tidak ada yang berbahaya untuk olahraga setelah mendapatkan vaksin,” kata dr David yang dikutip dari Health.

Meski muncul beberapa keluhan ringan setelah divaksinasi, itu tidak menjadi alasan untuk tidak berolahraga. Sampai saat ini, tidak ada bukti yang menunjukkan olahraga setelah divaksinasi akan mengurangi efektivitasnya.

Namun, dr David mengingatkan untuk tetap mendengarkan tubuh sendiri. Maksudnya, jika merasa tidak nyaman, segeralah istirahat.

2. Setelah vaksin boleh berhubungan intim?

Dikutip dari Inside Hook, dokter spesialis penyakit menular Anne Liu mengatakan orang yang sudah divaksinasi boleh berhubungan seks, meski pasangannya belum mendapat vaksin. Dengan catatan, orang tersebut harus dalam keadaan sehat dan berasal dari lingkungan atau satu rumah.

“Apabila orang yang belum divaksinasi memiliki risiko rendah terhadap penyakit parah dan menular, maka boleh berhubungan seks,” ujar Liu.

3. Setelah vaksin boleh minum obat?

Setelah vaksin bolehkah minum obat? Dokter penyakit dalam dari RS CK Birla, Gurgaon, dr Tushar Tayal, mengatakan obat seperti paracetamol boleh dikonsumsi untuk meminimalkan gejala seperti cemas, pusing, dan demam.

Baca Juga:  Panen Maek Bako di Desa Kewar Belu NTT, Lahan Setengah Hektar Raup Puluhan Juta

Namun, jika gejala yang dirasakan berkepanjangan, dr Tayal menganjurkan untuk tidak mengkonsumsi obat pereda sakit atau pain killer. Akan jauh lebih baik jika berkonsultasi ke dokter.

“Bagi kebanyakan orang, tidak diperlukan pengobatan sama sekali setelah vaksinasi. Jika ada gejala ringan, akan sembuh dengan sendirinya seiring waktu. Jika mengalami demam atau sakit badan, disarankan untuk mengonsumsi parasetamol hanya jika diperlukan bukan secara rutin,” ujarnya.

4. Setelah vaksin boleh buka masker?

Menurut ahli imunologi di Universitas Stanford Michal Tal, PhD, masker harus terus dipakai sampai semua orang sudah divaksinasi dan berhasil mengendalikan virus.

“Saya pikir kita harus terus memakai masker sampai semua orang memiliki kesempatan untuk mendapatkan vaksinasi dan kita berhasil mengendalikan virus,” ujar Michal Tal, PhD, ahli imunologi di Universitas Stanford.

“Ketika penularan komunitas rendah dan sebagian besar orang divaksinasi, saya pikir kita akan dapat dengan aman melepaskan masker kita,” tambahnya.

Untuk itu, disarankan untuk tidak membuka masker karena risiko penularan virus masih bisa terjadi.

5. Setelah vaksin boleh mudik?

Dalam sebuah rapat dengan DPR RI, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sempat melontarkan wacana menjadikan sertifikat vaksin COVID-19 sebagai syarat berpergian. Artinya, seseorang yang sudah mendapat vaksin lengkap bisa menunjukkan sertifikat agar bisa leluasa bepergian.

Namun ide tersebut mendapat banyak kritikan, Menkes Budi pun sudah meralat ucapannya yang memang belum jadi keputusan.

Faktanya, pemerintah tetap memberlakukan larangan mudik pada lebaran tahun ini, tanpa membedakan status vaksinasi. Pemerintah menetapkan larangan mudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Selain itu, Satgas Penanganan COVID-19 juga telah memutuskan untuk mengetatkan syarat perjalanan mulai dari 22 April-24 Mei 2021. Aturan terbaru ini berlaku untuk membuat masyarakat mengurungkan niatnya untuk mudik. Kini, persyaratan perjalanan seperti swab PCR, rapid test antigen, dan tes GeNose hanya berlaku 1×24 jam sebelum keberangkatan. YP.

Baca Juga:  Korban Akibat Covid Terus Bertambah, 2 Jenazah Dimakamkan Lagi

Artikel ini telah ditayangkan DetikHealth dengan Judul; Penting! Yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Setelah Vaksin.
Penulis: Sarah Oktaviani Alam.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here