Mengenal Efek Samping Pasca Vaksin Covid-19, Tak Perlu Kuatir Bisa Sembuh Sendiri

330
Vaksin Covid-19. Foto: BBC World.

Goberita.id. Sama seperti vaksinasi pada umumnya, suntik vaksin Covid-19 yang kini sedang gencar dilaksanakan juga menimbulkan efek samping. Namun jangan khawatir, umumnya efek samping pasca suntik vaksin Covid-19 bersifat ringan dan bisa sembuh sendiri. Kenali efek samping suntik vaksin Covid-19 agar Anda tidak perlu khawatir yang berlebihan.

Katherine L. Baumgarten, MD, direktur medis pengendalian dan pencegahan infeksi di Ochsner Health di New Orleans menjelaskan tentang efek samping vaksin Covid-19. Faktanya, banyak efek samping vaksin Covid-19 yang umum terjadi saat menerima vaksin lain. Adanya efek samping menadakan sistem kekebalan sedang bekerja.

Setelah menerima vaksin Covid-19, sistem kekebalan mengembangkan kemampuan melawan virus yang sebenarnya. “Rasanya memang tidak nyaman, tapi efek samping memberi tahu bahwa tubuh sedang membangun respons kekebalan,” kata Baumgarten.

Di sisi lain, banyak pula orang tidak mengalami efek samping sama sekali. Namun itu bukan berarti vaksin Covid-19 tidak bekerja. Cara setiap orang menerima vaksin berbeda. Berikut tujuh efek samping yang wajar terjadi sehabis menerima vaksin Covid-19:

1. Lengan sakit

Sejauh ini, efek samping yang paling umum dan paling tidak mengkhawatirkan adalah lengan terasa sakit, terutama saat jarum suntik Covid-19 dimasukkan. Beberapa orang mengatakan, sehabis menerima vaksin Covid-19 lengan juga mengalami kemerahan dan sedikit bengkak.

Anda mungkin ingin memilih sisi non-dominan Anda sehingga nyeri tidak mempengaruhi kehidupan Anda sehari-hari. Cara terbaik untuk meredakan nyeri lengan adalah dengan meletakkan sesuatu yang dingin, seperti waslap basah atau kompres es, pada area suntikan.

2. Demam

Pada beberapa orang, efek samping suntik vaksin Covid-19 berupa demam baru muncul setelah menerima dosis kedua. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan lebih siap daripada saat pertama kali menerima vaksin Covid-19 sehingga bekerja lebih tinggi. Demam biasanya sembuh dalam satu atau dua hari.

Baca Juga:  Maktaen: Kami Akan Gugat Bupati Malaka NTT

Tidak direkomendasikan mengonsumsi obat penghilang rasa sakit sebelum menerima vaksin dosis kedua. Alasannya karena dikhawatirkan obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas dapat mengganggu kerja vaksin Covid-19 di dalam tubuh. “Setelah mendapat suntikan baru boleh menggunakan pereda nyeri jika efeknya melemahkan atau sulit ditoleransi,” kata Baumgarten.

Jika mengalami demam pasca suntik vaksin Covid-19, istirahatlah dan minum banyak cairan. Hubungi dokter Anda jika ada efek samping yang memburuk setelah 24 jam atau tidak hilang dalam 72 jam.

3. Kelelahan

Beberapa orang ada yang mengalami kelelahan setelah mendapatkan vaksin Covid-19. Ini adalah efek samping yang wajar terjadi. Kelelahan adalah efek samping sistemik seperti sakit kepala dan nyeri otot yang lebih banyak terjadi pada wanita serta orang-orang berusia 55 tahun ke bawah.

“Santai saja dan istirahatlah saat membutuhkannya, terutama ketika merasa lelah,” saran Baumgarten.

4. Sakit kepala

Beberapa orang salah mengira efek samping vaksin Covid-19 seperti sakit kepala sebagai gejala penyakit Covid-19 yang sebenarnya . “Ini salah. Vaksin Covid-19 tidak menyebabkan seseorang terinfeksi karena tidak ada virus hidup di dalamnya,” kata Sharieff.

Memang tetap ada kemungkinan untuk seseorang terinfeksi Covid-19 setelah menerima vaksin. Tetapi penyebabnya bukan karena vaksin. Alasan lebih tepatnya karena tubuh benar-benar terpapar virus sebelum mendapatkan vaksin atau sistem kekebalan belum memiliki kesempatan untuk meningkat.

Sakit kepala biasanya terjadi setelah mendapat vaksin Covid-19 dosis kedua. Obat terbaik adalah obat pereda nyeri.

5. Mual

Sekitar 3,5 persen orang mengeluh mengalami mual setelah mendapat vaksin Covid-19 dosis kedua. Beberapa bahkan ada yang sampai muntah. Apabila terasa mual setelah menerima vaksin, cobalah untuk tetap terhidrasi dengan baik dan cari solusi yang sebelumnya berhasil mengatasi mual.

Baca Juga:  Tindak Lanjut Perintah Bupati Belu Terkait Penanganan Pandemic Covid-19 di Belu, Kadis PUPR Belu Lakukan Ini

6. Nyeri otot

Beberapa orang melaporkan nyeri tubuh dan nyeri otot setelah menerima vaksin Covid-19 dosis kedua. “Jika rasa nyeri menjadi semakin parah, cobalah minum pereda nyeri yang sama untuk sakit kepala,” kata Baumgarten.

7. Kelenjar getah bening bengkak

Tidak seperti efek samping vaksin lain yang biasanya hanya bertahan satu atau dua hari, pembengkakan kelenjar getah bening akibat suntik vaksin Covid-19 membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk hilang. “Berdasarkan pengalaman, pembengkakan kelenjar getah bening efeknya hilang selama beberapa minggu,” kata Baumgarten.

Para ahli merekomendasikan untuk menunda mendapatkan mammogram atau pemeriksaan pembengkakan kelenjar getah bening selama 4-6 minggu setelah vaksin Covid-19. Sebab pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak dapat menyebabkan hasil positif palsu pada mammogram. Jika pembengkakan terasa nyeri, cobalah minum obat pereda nyeri yang dijual bebas.

Efek samping suntik vaksin Covid-19 yang sangat langka

Pada beberapa orang, bisa juga muncul efek samping yang sangat langka usai menerima vaksin Covid-19 dosis kedua, yakni:

1. Reaksi alergi

Pada awal peluncuran vaksin, beberapa orang mengalami reaksi anafilaksis (alergi) parah setelah mendapatkan suntik vaksin Covid-19 dosis pertamanya. Reaksi ini terjadi pada orang yang memiliki riwayat reaksi alergi yang serius.

Namun semua kejadian berhasil diobati. “Secara umum, alergi terhadap obat-obatan biasa terjadi,” kata Baumgarten.

Inilah sebabnya banyak formulir penerimaan vaksin menanyakan apakah seseorang pernah mengalami reaksi alergi yang serius. Selain itu, sehabis menerima vaksin setiap orang juga diminta menunggu sekitar 15-30 menit untuk melihat reaksinya. “Jika seseorang memberi tahu dirinya memiliki riwayat reaksi alergi terhadap sesuatu, maka akan diawasi selama 30 menit setelah mendapatkan vaksin sebagai tindakan pencegahan ekstra,” kata Sharieff.

Baca Juga:  Orang Humoris Punya Tingkat Kecerdasan Tinggi

2. Gumpalan darah langka

Pada 13 Februari, Food and Drug Administration menghentikan sementara pemberian vaksin Covid-19 buatan Johnson & Johnson setelah laporan pembekuan darah pada wanita. Bahkan beberapa di antaranya berakibat fatal.

Pembekuan darah juga dilaporkan di antara penerima vaksin AstraZeneca di Eropa. Kedua vaksin tersebut mengandalkan teknologi yang sama. Tetapi larangan penghentian dicabut pada 23 April setelah tinjauan menemukan manfaat vaksin masih jauh lebih besar daripada risikonya. .

Sharieff mengatakan, kejadian ini sebenarnya jarang terjadi. Terlebih lagi, virus sebenarnya yang menyebabkan Covid-19 membawa risiko penggumpalan darah 10 kali lebih tinggi daripada vaksin.

3. Miokarditis

Sejauh ini, tingkat miokarditis setelah vaksin adalah sekitar satu dari 100.000 vaksin. Kebanyakan efek samping ini dialami pria di bawah usia 32 tahun dan sebagian besar terjadi setelah dosis kedua. “Mereka tidak tahu apakah ini melebihi apa yang akan terjadi pada populasi normal,” kata Baumgarten.

Infeksi virus dapat menyebabkan miokarditis, meskipun sering kali penyebabnya tidak pernah ditemukan. Gejala miokarditis termasuk sesak napas. Terutama setelah berolahraga atau saat berbaring, kelelahan, nyeri dada, jantung berdebar-debar, serta bengkak di tangan, tungkai, pergelangan kaki, atau kaki.

Itulah beberapa efek samping pasca suntik vaksin Covid-19. Jangan takut dengan efek samping tersebut, lebih baik Anda mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 untuk meningkatkan pencegahan terhadap infeksi virus corona.YP.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Tak Perlu Khawatir, 7 Efek Samping Ini Wajar Usai Divaksin Covid-19”.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

Comments

comments