Audiens Ormas Katolik dan Unio Keuskupan Atambua Hasilkan 5 Point

631
Diskusi Ormas Katolik dan Ketua Unio Keuskupan Atambua, RD. Rosindus Tae M, Pr, di Seminari Lalian Nenuk

Goberita.id. Sejumlah Organisasi Kemasyarakatan berlabel Agama Katolik melakukan audiens atau pertemuan terbatas dengan Pengurus Unio Keuskupan Atambua. Unio Keuskupan Atambua adalah himpunan para Pastor Projo (Pr) yang diketuai Romo Rosindus Tae M, Pr. Dalam audiens tersebut didiskusikan bersama beberapa isu diantaranya peran Ormas Katolik dalam menyiapkan kader Katolik di Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif. Langkah taktisnya adalah melaksanakan pelatihan yang konsen mempersiapkan sejumlah kader berperan di Politik, Perekonomian dan aspek sosial lainnya. Dari semuanya itu disimpulkan 5 point yang menjadi kesepakatan untuk ditindaklanjuti bersama.

Baca Juga:  Warga Salala Kakuluk Mesak Tagih Janji Listrik Timsus Vic-Joss di Pilgub 2018

Audiens tersebut dilaksanakan di Seminari Lalian, Nenuk, Jumat (20/05). Hadir diantaranya, Ketua Vox Point, Agustinus Lize Pio, Ketua Pemuda Katolik, Okto Fatin, Ketua Ikatan Sarjana Katolik, Yohanis Bria, Ketua Wanita Katolik Republik Indonesia, Agustina Asa, Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia, Okto Tefa, beberapa tokoh umat diantaranya Boy Nganggas dan Abel Y Dasi.

Adapun 5 Point yang dihasilkan dan diteruskan Ketua Vox Point ke Media ini adalah;
1. Mempertegas kehadiran saat itu bahwa pertemuan dengan Union ini terdiri dari 5 Ketua Ormas Katolik dan team, yaitu: Vox Point, ISKA, WKRI, PK, PMKRI.

Baca Juga:  Kunjungan Farry Francis, Sosialisasi ASABRI dan Tinjau Akademi Bintang Timur

2. Diskusi tentang peran umat dalam menyiapkan kader Katolik di Legistatif, Eksekutif hingga Yudikatif, lewat Ormas Katolik yang ada sinergisitas dengan romo Paroki di Kabupaten Belu.

3. Menyiapkan training yang konsisten terhadap semua kader Katolik yang siap ambil peran dalam politik, ekonomi, Sosial dan lainnya.

4. Perlunya menyadarkan umat lewat pertemuan yang diprakarsai oleh 5 ormas, bagaimana Politik yang Ideal, bukan Politik yang Pragmatis yang terdiri dari Money Politic, cara berpikir Irrasional, dan terjadi Polarisasi. Diakui bahwa Saat ini sudah terjadi pragmatis terhadap umat, sehingga spiritualitas iman umat perlu peningkatan, sehingga bisa muncul spiritualitas Kemasyarakatan.

Baca Juga:  Theodorus Manehitu Juang : Willy Lay dan Ose Luan masih Layak Memimpin Kabupaten Belu.

5. Perlunya Kesekretariatan bersama 5 Ormas Katolik, seperti yang sudah terjadi di Yogjakarta dan meningkatkan kecintaan akan ormas Katolik sebagai penyedia kader Katolik, untuk ambil peran dalam kehidupan bermasyarakat sehingga menjadi garam dan terang. YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

Comments

comments