Sidang Sengketa Hibah Tanah Haliwen, Kedua Pihak Diberi Waktu Mediasi

0
813
Helio Monis De Araujo, Kuasa Ahli Waris Zakarias Maukura/Penggugat atas sengketa tanah hibah oleh Pemprov NTT di Haliwen

Goberita.id. Pengadilan Negeri (PN) Atambua kembali menggelar perkara sengketa tanah di Haliwen, depan Bandara Haliwen, Kelurahan Manumutin yang dihibahkan Pemerintah Provinsi NTT dalam hal ini oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, kepada warga Eks Tim-Tim. Sidang sengketa tanah ini teregistrasi dengan nomor perkara 15/pdt.G/PN Atb. Setelah pengecekan kehadiran penggugat dan tergugat, Ketua Majelis Hakim menjabarkan bahwa sesuai dengan ketentuan Hukum yang berlaku kedua pihak diberikan waktu untuk bertemu dalam mediasi. Lamanya waktu mediasi adalah selama 30 hari terhitung sejak hari ini.

Di ruang Cakra, PN Atambua hari ini (25/05) Ahli waris Zakarias Maukura hadir lengkap didampingi Kuasa Hukumnya, Helio Moniz De Araujo, SH dan Ferdinand Ba’e, SH dan dipihak terlawan atau tergugat 1 Gubernur NTT diwakili kuasa Hukumnya, pejabat yang mewakili Bupati Belu dan dari Badan Pertanahan Kabupaten Belu.

Tak berselang lama Hakim ketua menutup sidang siang tadi, langsung dilanjutkan dengan mediasi kedua pihak oleh Hakim Mediator. Kuasa Hukum penggugat, Helio Moniz, usai mediasi mengatakan bahwa mediasi pertama kali ini belum mendapatkan kesepakatan antara kedua pihak. Menurut Helio, tuntutan kliennya untuk mengambil kembali tanah warisan Zakarias Maukura tidak disepakati terlawan atau tergugat. Karena itu pengadilan kembali menjadwalkan mediasi kedua pada pekan depan.

Helio berharap kasus sengketa ini dapat diselesaikan secepatnya dengan prinsip tidak saling merugikan.

” Kami berharap perkara ini secepatnya diselesaikan atau ada kesepakatan antara penggugat dan tergugat, terutama tergugat mau menerima tuntutan ahli waris, ya tentunya yang sesuai dengan hukum dan rasa keadilan,” Papar Helio

Ditanyakan soal opsi lainnya selain tuntutan mengambil kembali tanah warisan, Helio mengatakan bahwa ada alternatif lainnya yang bisa disepakati bersama.

Baca Juga:  Polemik Excavator, Pater Irenius: Klarifikasi Pa Bupati Benar!!

” Ya tuntutan Klien kami adalah Pemerintah mengembalikan tanah yang menjadi hak ahli waris Zakarias Maukura, untuk lainnya saya kira alternatifnya adalah Pemerintah perlu berpikir tentang ganti rugi dari tanah tersebut tentunya yang sepadan dan adil,” Tutup Helio. YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here