11 Terduga Teroris Ternyata Targetkan Bom Gereja dan Uskup Agung Merauke

326
Foto ist. Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC, Uskup Agung Merauke, yang menjadi target bom oleh Teroris.

Goberita.id. Setelah beberapa bulan lalu ditangkap dan ditembak mati Polisi ternyata tidak begitu saja mematahkan niat jahat Teroris melakukan teror. Densus 88 Antiteror kembali menangkap 11 orang terduga teroris di Marauke, Papua, pada Jumat (28/5) dan Sabtu (29/5). Kepolisian menyebutkan bahwa terduga teroris yang ditangkap adalah erat kaitan dengan pelaku teroris bom gereja Makasar pada akhir Maret 2021 lalu.

“Penangkapan kelompok Jamaah Ansharut Daulah merupakan rangkaian kasus yang terjadi beberapa bulan lalu di Makassar,” Kata Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri, seperti yang dikutip dari Kompas.com (31/05).

Menurut Kapolres Merauke AKBP Untung Sangaji, 11 Teroris yang ditangkap menargetkan penyerangan di Gereja dan kepada Uskup Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC.

” Mereka mau tembak-tembak atau taruh bom di gereja tapi kita (aparat keamanan) sudah penuh (berjaga) di gereja,” kata Untung, Sabtu (29/5)

Baca Juga:  Diduga Tanpa Koordinasi dan Merusak Tanah Ulayat Serta Kawasan Wisata, proyek Pengeboran Air di Padang Fulan Fehan Dihentikan

“Waktu itu, Pastor Kandam mempersilakan orang dengan membawa ransel. Dia tahu (terduga teroris, red) kalau itu ada tulisan Katedral Keuskupan. Mana ada tempat kost di situ. Kemudian yang dia tunggu itu Uskup tidak ada sehingga dia pergi. Karena sasaran bunuh dirinya mungkin seperti ini,” kata AKBP Untung, Selasa (1/6).

Dalam keterangan tertulis, Uskup Mandagi mengaku, mengalami dua kali percobaan pembunuhan oleh teroris, yakni pada 1 Januari 2021 dan 30 Mei 2021.

“Ada dua kali percobaan pembunuhan,” kata Uskup Mandagi dalam sebuah pesan yang hendak disampaikannya kepada pemimpin tertinggi Gereja Katolik Indonesia, Ignatius Kardinal Suharyo, sebagaimana dikutip dari Alinea.id, Rabu (2/6).

Pada percobaan pertama 1 Januari 2021, Mandagi mengaku, kala itu dirinya baru tiba di Merauke sebagai uskup Agung. Dia menyebut, seorang terduga teroris sudah menunggunya di rumah keuskupan. 

Baca Juga:  Israel Mengintai Warga Terduga Korona Virus Dengan Teknologi Digital

Kala itu, terduga teroris ke rumah uskup untuk berpura-pura mencari kos-kosan. “Teroris ditemui oleh Pastor John Kandam, Pr, sekretaris uskup. Teroris dengan ransel bom berpura-pura mencari tempat kos, padahal dia menunggu kedatangan uskup di rumah keuskupan,” ujar Uskup Mandagi.

Beruntung Mandagi saat itu tidak langsung menuju ke rumah keuskupan. Ia dibawah oleh jemaatnya yang menjemput ke Buti, tempat misionaris Katolik pertama mendarat dan tempat penguburan para pastor dan biarawan/biarawati.

Selanjutnya, percobaan pembunuhan kedua terjadi pada Minggu (30/5) saat perayaan ekaristi berlangsung di Gereja Katedral Merauke. Kata Mandagi, terduga teroris berencana akan meledakan dirinya saat itu. Beruntung, teroris mengurungkan niatnya lantaran Uskup Mandagi tidak mengikuti misa.  

Baca Juga:  Rencana Trump Mengakhiri Penutupan AS Mendapat Tantangan Dari Bill Gates Hingga Para Gubernur

“Saya memang pada hari minggu itu ada di Kepi, Kabupaten Mappi untuk melayani Krisma di sana. Syukurlah teroris itu sudah ketangkap pada hari Minggu sore 30 Mei,” jelasnya.

Uskup Mandagi mengucapkan, terima kasih atas doa Kardinal Suharyo dan seluruh umat Katolik Indonesia. “Untuk keamanan masyarakat di Merauke,” pungkasnya.

Sebelas terduga teroris JAD yang ditangkap di Kabupaten Merauke, Papua ternyata sudah berulang kali melakukan percobaan pengeboman. Dua diantaranya adalah pasangan suami isteri. Terduga teroris terakhir merencanakan aksi bom bunuh diri tapi gagal sebab terlebih dahulu ditangkap Densus 88 Antiteror. YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

Comments

comments