Amon Djobo Sebut Sudah Minta Maaf, PDIP Tegas Cabut Dukungan

339
Bupati Alor, Amon Djobo, sedang memarahi dua staf kementrian sosial, Video ini Viral dan menjadi perhatian Publik Lokal sampai Nasional (Foto: Tangkapan Layar Video)

Goberita.id. Bupati Alor, Amon Djobo yang sedang Viral Video aksinya memarahi dan mengumpat Menteri Sosial Tri Rismaharini, mengakui bahwa kejadian tersebut pada beberapa bulan lalu. Namun Amon menyebutkan bahwa dirinya secara langsung sudah meminta maaf pada Mensos Risma. Tapi ternyata video viral tersebut tidak saja memantik reaksi Publik. Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDI-P) terusik dan mengambil sikap tegas yaitu mencabut dukungannya. Pencabutan dukungan ini pasalnya PDIP adalah salah satu partai pengusung Amon Djobo-Imran Duru pada waktu Pilkada Alor 2017 lalu. Pencabutan ini dilakukan melalui Surat DPP No 2922  /IN/DPP/VI/2021 yang ditandatangani oleh Ketua DPP Bidang Kehormatan Komarudin Watubun dan Sekjen Hasto Kristiyanto.

Dikutip dari Merdeka.com, Amon menjelaskan bahwa kejadian dalam video itu sebenarnya sudah terjadi pada pertengahan April pasca bencana Badai Seroja dan jauh sebelum video kemarahan Amon beredar dan Amon mengatakan sudah menyampaikan permohonan maaf secara langsung pada Mensos Risma.

Permohonan maaf itu Amon sampaikan saat Risma melakukan kunjungan kerja ke Desa Kaleb, Kecamatan Pantar Timur, 4 Mei lalu. Amon menyelipkan permintaan maafnya saat mendapatkan kesempatan memberikan sambutan di acara yang dihadiri Risma.

Baca Juga:  Kerumunan di Pekuburan Jenazah Pasien Covid Mulai Meresahkan

” Saya punya doa itu diterima oleh Tuhan, Bu Menteri saya mohon maaf kalau tutur kata saya salah. Tapi itulah satu ada di Jakarta, satu ada di provinsi, satu ada di kabupaten kadang-kadang ada informasi yang saling tidak berpendapat,” Kata Amon didepan Mensos Risma, dalam video yang diunggah Tribuana Post ke Youtube.

Walau sudah meminta maaf, video ini terlanjur viral dan dimuat di media lokal dan nasional. Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDI-P) tetap mengambil sikap tegas.

” Perilaku bupati Alor yang mencaci maki menteri sosial dan ketua DPRD Alor dianggap sangat tidak pantas dilakukan, apalagi dengan kata-kata makian yang sangat jorok disertai ancaman merupakan bentuk kekerasan verbal yang tidak pantas dilakukan apalagi oleh seorang pejabat setingkat bupati,” Kata Andreas Hugo Parera, DPR RI PDIP dari Dapil NTT I kepada Merdeka.com.

Ketua DPC PDI-P yang juga Ketua DPRD Kabupaten Alor Enny Anggrek kepada Kompas.com, Rabu (2/6/2021) mengatakan terdapat empat poin penting dalam surat tersebut. Di antaranya PDIP mencabut rekomendasi dari dukungan kepada bupati dan wakil bupati Alor, pasangan Amon Djobo-Imran Duru.

Baca Juga:  NasDem Belum Keluarkan SK Penetapan Paslon Pilkada Belu dan TTU

” Surat pencabutan rekomendasi dan dukungan itu dikeluarkan hari ini dan ditandatangani oleh Sekjen PDI Pak Hasto. Surat itu ditujukan kepada kami,” ungkap Erny.

PDIP, menurut Erny, mencabut surat DPP PDI-P Nomor: 3628/IN/DPP/XI/2017, 30 November 2017, perihal rekomendasi calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Alor pada Pilkada Serentak 2017 dan dinyatakan tidak berlaku.

Menyikapi hal itu, Amon justru menyesalkan sikap PDI-P yang terpengaruh dengan rekaman video yang diunggah secara tidak utuh. Menurut dia, Unggahan video yang viral itu hanya merekam saat amarahnya memuncak tanpa memperhatikan substansi persoalan. Amon juga berterima kasih kepada PDI-P yang telah memberikan dukungan pada pemilihan kepala daerah tahun 2018. 

Meski begitu, kata Amon, pencabutan rekomendasi dan dukungan tersebut adalah hak PDI Perjuangan. Menurut Amon yang telah menjabat selama dua periode itu, pencabutan dukungan tersebut tidak memengaruhi jabatan bupati yang saat ini sedang diembannya. Sebab, katanya, walaupun pencabutan tersebut dilakukan, ada 14 kursi di DPRD Alor yang masih mendukung posisinya sebagai kepala daerah.

Baca Juga:  Corona Mengancam, Wabup Belu Larang Pejabat Keluar Daerah

“Kalau itu sah-sah saja kalau PDI-P mencabut dukungan,” ujar Amon, dikutip dari Kompas.com, Kamis (3/6/2021) malam.

Kasus ini bermula dari Sebuah video viral berdurasi 3 menit 9 detik yang akhir-akhir ini menghebohkan jagad media sosial. Media online, baik dalam bentuk narasi maupun video beramai ramai mempublikasikan ditambah pulah saling Share antara pengguna smartphone baik di Facebook dan Whatsapp. Pasalnya, dalam video tersebut nampak Bupati Kabupaten Alor, NTT, Amon Djobo, memarahi dua staf Kementerian Sosial. Dalam rekaman itu, Amon mengumpat Menteri Sosial Tri Rismaharini karena pembagian bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dinilainya melangkahi pemerintah daerah. Tampak staf Kemensos duduk di hadapan Amon. Mereka hanya terdiam ketika dimarahi bahkan disuruh pulang kembali ke Jakarta.YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

Comments

comments