Perkara Utang Piutang WMK dan AS, Kedua Pihak Berbeda Tegas Soal Objek Sewaktu Mediasi

1012
Penggugat Wenseslaus Meta Kali, anggota keluarga diapiti dua kuasa Hukum, Silvester Nahak, SH dan Patrisius Brandon Mau Bere, SH, MH.

Goberita. id. Pengadilan Negeri Atambua menggelar sidang perdana gugatan perdata perkara utang piutang antara Wenseslaus Meta Kali (WMK) selaku penggugat dan Hillarius Antonius Leonard Sally/Anton Sally (AS) selaku tergugat. Dalam perkara bernomor 21/Pdt.G/2021/PN Atb dengan klasifikasi perkara wanprestasi, WMK menggugat AS lantaran utangnya pada AS belum bayar sejumlah 3,3 miliar rupiah. Sidang tak lama sebab setelah pengecekan kehadiran, sesuai ketentuan hukum, penggugat dan tergugat diberi waktu untuk melakukan mediasi perdamaian. Namun hasilnya dimediasi ini kedua pihak tidak mendapatkan kata sepakat akibat berbeda kontras terkait objek perkara secara tegas.

Penggugat hadir di PN Atambua, Kamis (17/06/2021) didampingi kuasa hukumnya Silvester Nahak, SH dan Patrisius Brandon Mau Bere, SH, MH. Sedangkan tergugat hadir bersama kuasanya Helio Monis De Araujo, SH.

Usai mediasi, Kuasa penggugat Silvester Nahak, SH mengatakan bahwa mediasi ditunda hingga pekan depan tepatnya kamis 24/06/2021 dan saat ini kedua pihak masih diarahkan oleh hakim mediator

” hasil sementara masih diarahkan hakim mediator terkait persoalan ini, kita mengharapkan dimediasi ini ada kata sepakat diantara para pihak,” Kata Sil Nahak

Baca Juga:  PT SBM Suzuki Mobil NTT Peduli Korona Bagi APD, Sembako dan Beras

Terkait kesepakatan damai yang dimaksud oleh penggugat, Sil menjelaskan bahwa kliennya mempunyai beberapa tuntutan kepada penggugat dan wajib diterima

” ketika hendak damai kan tuntutan penggugat ini kan sederhana, kalau tidak kasih pulang barang jaminan yang telah ditebus penggugat maka harus kembalikan uang, karena uang 3,3 miliar itu milik para penggugat, para penggugat sudah menanti uang itu dikembalikan sudah satu tahun, bahkan durasi waktu menuju satu tahun itu upaya mediasi diluar pengadilan itu sudah berjalan, tetapi kesannya, bapak Anton belum memberi jawaban yang pasti, sehingga ya titik terakhir para penggugat dalam hal ini pemilik uang, mau tidak mau memilih jalur ke Pengadilan,” jelas Sil Nahak.

Tambahnya lagi, ” harapan para penggugat cepat selesai perkara ini, ketika dalam tenggang waktu mediasi ini tergugat punya niat baik mengembalikan uang ataukah menyerahkan 3 buah sertifikat bersama bangunan diatasnya kepada para penggugat, itu perkara ini selesai. ”

Baca Juga:  Perkara Santy Taolin VS Kristina Lasakar PN Atambua Putuskan Ne Bis In Idem, Santy Menang

Secara terpisah tergugat AS melalui Kuasanya Helio Moniz de Araujo, memaparkan hal yang cukup berbeda terkait mediasi dan objek perkara piutang tersebut

” Mediasi itu penyelesaian yang paling terhormat, hanya persoalannya kedua belah pihak berbeda menyangkut objek, satu berpegang teguh pada 3 bidang tanah sesuai yang akan dilelang Bank NTT, satu berpegang teguh bahwa hanya 1 bidang yang akan dijual dari 3 bidang yang akan dilelang yang mana uang dari penggugat itu sudah diterima tergugat untuk membatalkan lelangnya, dengan catatan satu bidang tanah dan ruko seluas 541 meter persegi itu, para penggugat mau beli 3 bidang tanah seolah-olah penggugat yang menang lelang,” papar Helio

Ditanya apakah ada kemungkinan ada kesepakatan damai, Helio lalu menjabarkan hal yang menjadi alasan prinsip kliennya

” perdamaian itu tergantung pada pendirian masing-masing pihak, klien saya berpendirian bahwa hubungan hukum dirinya dengan para penggugat adalah hubungan hukum jual beli sebidang tanah berupa ruko dan tanah dan gudang yang ada dibelakangnya seluas 541 meter persegi, yang mana tanah tersebut adalah salah satu dari 3 bidang tanah yang dijadikan jaminan dan akan dilelang oleh Bank NTT, karena jual beli hanya sebidang dan ruko itu maka harganya 3,3 miliar rupiah, sedangkan nilai lelang limit terendah yang ditawarkan Bank NTT cabang Atambua senilai 3,9 miliar rupiah, kita kaitkan dengan peraturan Bank Indonesia yang mengatakan bahwa nilai jaminan tanah harus lebih besar dari nilai tanah maka harga 3,3 miliar untuk 3 bidang tanah itu hal yang tidak wajar maka terjadi kekeliruan terhadap penggugat terhadap nilai tanah yang ditawarkan kepada mereka, ” tutup Helio Moniz.

Baca Juga:  Luar Biasa ! Jokowi Respon Surat Bupati Lay, Listrik 59 Dusun di Belu Akan Ditangani

Adapun waktu mediasi bagi kedua pihak akan dilaksanakan selama 30 hari terhitung sejak mediasi pertama kemarin. YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

Comments

comments