Oknum ASN di BeluTak Nafkahi Istri Anak Selama 6 Tahun, Golkar Minta Pemerintah Sikapi

0
1174
Sidang Dewan agenda penyampaian Pemandangan Umum 8 Fraksi di DPRD Belu.

Goberita. Id. Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Belu meminta Bupati dan Wakil Bupati Belu agar menyikapi kasus perceraian seorang oknum Aparat Negeri Sipil (ASN) di salah satu instansi lingkup Setda Belu. Pasalnya ASN tersebut tidak menafkahi istri dan dua orang anaknya kurang lebih 6 tahun lamanya. Menurut Fraksi Golkar, menafkahi istri dan anak ini wajib sebab telah adanya putusan pengadilan yang final dan mengikat. Hal ini menurut Partai Golkar penting demi harkat dan martabat perempuan serta pembelajaran bagi setiap ASN lainnya.

Demikian disampaikan Rofinus Manek, Anggota DPRD Belu Fraksi Golkar saat menyampaikan pandangan umum fraksi di ruang paripurna DPRD Belu (14/07) hari ini pada sidang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Belu tahun anggaran 2020.

” Golkar memohon perhatian dan dukungan dari Bupati dan Wakil Bupati dalam menindaklanjuti persoalan putusan perceraian suami dan istri yang sudah inkra baik ditingkat Pengadilan Negeri Kelas 1b Atambua maupun di tingkat kasasi antara Petrus Atolan Taku, AMd, seorang ASN dan istri yang dalam Putusan Pengadilan dimenangkan oleh istri. Terhadap masalah putusan masalah ini, pengadilan menginstruksikan kepada yang bersangkutan oknum ASN atas nama Petrus Atolan Taku, AMd untuk memberikan bagian 1/3 dari gaji sebagai tanggunggungjawab dalam menafkahi istri dan 2 (dua) orang anak yang sudah diterlantarkan 6 tahun yang lalu. Namun hal ini tidak dilaksanakan. Fraksi Golkar berharap agar hak, harkat dan martabat perempuan dijunjung tinggi dan menjaga nilai-nilai kemanusian, ” papar Rofinus Manek.

Memperjelas point tersebut, Theodorus Seran Tefa, Anggota DPRD Belu Fraksi Golkar, meminta Pemerintah wajib bersikap dan mengambil langkah untuk memenuhi hak-hak isteri anak dari Petrus Atolan Taku. Theodorus menuturkan bahwa Petrus Atolan pernah tertangkap dengan Wanita Idaman Lain (WIL) yang juga seorang ASN dari kabupaten lain di salah satu Hotel di Kota Atambua. Petrus tidak mendapat sanksi sedangkan WIL nya petrus mendapat sanksi turun pangkat. Karena percekcokan maka Petrus dan isterinya bercerai

Baca Juga:  DPRD Belu Sebut Ada Konspirasi Besar Korbankan Paulus Tanmenu

“ini perselingkuhan dua ASN dari dua kabupaten. Oknum ASN pasangan Selingkuh yang bersangkutan di Kabupaten lain sudah diturunkan pangkatnya, sedang ASN yang di Belu tidak mendapat sanksi, kami prihatin karena mengenai hak istri dan anak belum ditindaklanjuti. Kami harapkan melalui meja pimpinan, Pak Bupati dan Wakil Bupati untuk berkoordinasi dengan OPD-OPD terkait, melengkapi administrasi untuk mengeksekusi hak-hak isteri dan anak dalam waktu yang tidak lama, ” Tegas Theodorus yang juga Ketua Komisi II DPRD Belu ini.

Adapun Golkar dalam pandangan Fraksi menyampaikan 17 point yang berkaitan dengan kinerja Pemerintah, peningkatan PAD, Tenaga Kontrak Koperasi, Masalah pengelolaan dana BOS dan hibah bansos, Formasi CPNS serta perjuangan untuk hak perempuan dan anak sesuai putusan pengadilan pada kasus perceraian tersebut.YP.

Yan Pareira
Author: Yan Pareira

Contack : Phone: +62 812-3986-2111, Email: goberita@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here